Garap Lahan Rawa, Kalsel Sukses Terapkan Program Serasi

MN Yunita

Selasa, 26 Februari 2019 | 10:51 WIB
Garap Lahan Rawa, Kalsel Sukses Terapkan Program Serasi
Mentan berharap pertanian tradisional bisa bertransformasi jadi pertanian modern. (Dok: Kementan)

Suara.com - Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) yang menyasar peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas pertanaman padi di lahan rawa Kalimantan Selatan berjalan dengan sukses.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan menunjukan implementasi program Serasi mencapai 250.000 hektare.

Angka itu terdiri dari Kabupaten Tapin 35.000 hektare, Kabupaten Hulu Sungai Utara 20.000 hektare, Kabupaten Hulu Sungai Selatan 30.000 hektare, Kabupaten Tanah Laut seluas 30.000 hektare, Kabupaten Banjar seluas 35.000 hektare dan Kabupaten Barito Kuala seluas 100.000 hektare.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus menggarap ratusan ribu hektare lahan rawa dan pasang surut yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Rencana ini masuk pada rencana jangka panjang program Serasi

"Nah, dengan Serasi kita harus mencoba menerapkan teknologi baru, yang semua pendekatannya menggunakan teknologi. Sebab tanpa teknologi kita tidak akan bisa bersaing dengan negara lain," kata Amran, Senin (25/2/2019).

Menurutnya, teknologi yang dimaksud meliputi proses pembibitan, perawatan sampai proses masa panen dengan menggunakan combine harvester, alat canggih yang bisa memanen padi dengan sistem dan waktu yang cepat.

"Dulu kalau panen 1 hektare butuh 25 hari. Tapi panen hari ini hanya butuh waktu 3 jam. Ini artinya kita mampu menekan biaya operasional sampai 40 persen. Itulah yang kami kembangkan, pertanian tradisional kita transformasikan jadi pertanian modern," katanya.

Amran menjelaskan, saat ini ada lebih dari 10 juta hektare potensi lahan tidur dan petani tidur yang perlu dibangunkan pemerintah. Luasan lahan itu akan dijadikan lahan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan para petani.

"Kami juga sudah disiapkan benih yang cocok untuk lahan rawa dan pasang surut yang kita teliti selama 2 tahun. Namanya benih infara 2 dan infara 3. Benih ini mampu menghasilkan produksinya 6 ton. Artinya pendapatan petani bisa meningkat 500 persen. Inilah mimpi besar kita yang sudah menjadi kenyataan," papar Amran.

baca juga

Lebih dari itu, kata Amran, pemerintah dibawah arahan Presiden Joko Widodo mampu menyuplai pemenuhan pangan 500 juta hingga 1 miliar penduduk Indonesia. Kecukupan pangan ini merupakan buah kerja keras para petani di seluruh Indonesia.

"Kita ingin sampaikan bahwa saat ini Indonesia mampu menyuplai dan memenuhi pangan penduduknya sebanyak 500 juta hingga 1 miliar. Apalagi lahan kita hanya 7 juta hektare dan potensi lahan pasar surut 10 juta. Tapi Alhamdullilah PDB (Pendapatan Domestik Bruto) pertanian kita naik tajam," ungkapnya.

Sementara itu, masih mengacu data Dinas setempat, keadaan pertanaman padi di wilayah Kalimantan Selatan saat ini mencapai 584.174 hektare yang terdiri dari produksi padi 2.421.055 ton dengan rata-rata produksi 41,44 ku/ha.

Kemudian diperkiraan untuk luas panen di Provinsi Kalimantan Selatan pada Januari dan April 2019 mendatang mencapai 108.166 hektare dengan perkiraan produksi sebesar 517.682 ton. Sedangkan perkiraan luas panen padi pada bulan Februari mencapai 24.587 ha, dengan produksi mencapai 117.673 ton.

Adapun lahan pertanian di sana sampai saat ini tetap menggunakan penerapan pola tanam Satu kali mawiwit semai dua kali panen (Sawit Dupa). Pola ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari IP100 menjadi IP180.

Sebagai informasi, penanaman padi unggul ini 80 persen menggunakan area sawah, 20 persen lainnya khusus untuk pembibitan padi lokal yang akan digunakan pada bulan Februari dan Juni.

Sedangkan untuk keadaan pertanaman padi di wilayah Kabupaten Tanah Laut saat ini terhitung bagus. Terbukti, dari luas panen yang mencapai 57.303 hektare, 6.300 diantaranya rata-rata menghasilkan produksi 51,24 ton/ha.

Potensi produksi padi di Kabupaten Tanah Laut pada bulan Februari 2019 mencapai 30.907 ton atau 1,27 persen. Angka itu merupakan angka pecahan dari total produksi seluruh Provinsi Kalimantan Selatan yaitu sebesar 2.421.055 ton.

Luas panen Padi di Kecamatan Kurau pada bulan Februari dan April 2019 mencapai sebesar 2.503 hektare dengan perkiraan produksi sebesar 13.266 ton atau rata-rata produktivitas 5,33 ton/ha.

Adapun untuk harga Padi di tingkat petani Kabupaten Tanah Laut meliputi: gabah (GKG) Rp 6.500 - 7.000 /Kg. Sedangkan harga beras medium: Rp 9.000 - 9.300 /Kg, beras khusus: 14.000 /Kg dan gabah unggul (Gkp): Rp.4.000 Rp.4.200 /Kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Wamentan Sudaryono Pastikan Program Oplah dan Cetak Sawah Digarap Optimal

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Wamentan Sudaryono Pastikan Program Oplah dan Cetak Sawah Digarap Optimal

Bisnis | Jum'at, 06 Desember 2024 | 11:09 WIB

Untuk Tingkatkan Produksi Padi dan Jagung 2024, Mentan Lanjutkan Program Optimasi Pemanfaatan Lahan Rawa

Untuk Tingkatkan Produksi Padi dan Jagung 2024, Mentan Lanjutkan Program Optimasi Pemanfaatan Lahan Rawa

Bisnis | Senin, 30 Oktober 2023 | 13:30 WIB

Terkini

KPK Sita Dokumen Penting Usai Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor

KPK Sita Dokumen Penting Usai Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tak Ada Lagi Kabel Semrawut! Simpang PDAM Cibinong Bakal Disulap Punya Underpass Rapi

Tak Ada Lagi Kabel Semrawut! Simpang PDAM Cibinong Bakal Disulap Punya Underpass Rapi

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan

Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:51 WIB

KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor

KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang

Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang

Jakarta | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:36 WIB

99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun

99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun

Sumsel | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:30 WIB

CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana

CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:16 WIB

BRI Turut Salurkan Bantuan Bahan Pangan untuk Korban Kebakaran di Desa Adat Sade

BRI Turut Salurkan Bantuan Bahan Pangan untuk Korban Kebakaran di Desa Adat Sade

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Ditolak Hakim, Febri Diansyah: Praperadilan Bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah

Ditolak Hakim, Febri Diansyah: Praperadilan Bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:02 WIB

×