Kubu Prabowo Minta Pemerintah Tunjukkan Data WNA yang Punya e-KTP

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Rabu, 27 Februari 2019 | 14:59 WIB
Kubu Prabowo Minta Pemerintah Tunjukkan Data WNA yang Punya e-KTP
Ketua Sekretariat Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Mohamad Taufik. (Suara.com/Novian Ardiansyah)

Suara.com - Ketua Sekretariat Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Mohamad Taufik meminta pemerintah menunjukkan data keseluruhan warga negara asing (WNA) yang memiliki e-KTP. Taufik khawatir akan terjadi kecurangan di Pemilu 2019 dengan beredarnya isu WNA memiliki e-KTP baru-baru ini.

"Saya kira sesuatu hal yang perlu kita kritisi karenanya Seknas meminta kepada yang berkewajiban untuk membuka data WNA yang punya e-KTP berapa," ujar Taufik di Seknas Prabowo - Sandiaga, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

Menurut Taufik, jika pemerintah tidak berani mengungkapakan data tersebut, maka potensi kecurangan untuk Pemilu 2019 kemungkinan besar akan terjadi.

"Ini mestinya ada datanya, kalau enggak dibuka berarti enggak ada datanya, kalau enggak ada berarti bohong lagi," kata Taufik.

Terkait penemuan e-KTP WNA baru-baru ini, Ketua Umum Partai Gerindra DKI Jakarta ini mengaku janggal. Salah satu kejanggalan yang dirasakan Taufik setelah mengetahui WNA memiliki e-KTP menjelang Pemilu 2019.

Ia mempertanyakan tidak ada pemberitahuan sebelum terungkap kasus penemuan e-KTP WNA.

"Baru sekarang juga terungkap bahwa WNA boleh mempunyai KTP tapi disebut warga negara asing. Saya engak paham ada KTP disebut WNA. Karena WNA maka dia tidak punya hak untuk mencoblos begitu lah argumen yang dikeluarkan," kata Taufik.

Lebih jauh Taufik mengatakan, dirinya merasa bersyukur bahwa kasus penemuan e-KTP untuk WNA sempat viral dan ramai dibicarakan warganet. Sehingga masyarakat juga bisa menilai terkait ada tidaknya potensi kecurangan untuk Pemilu 2019.

Sebelumnya beredar sebuah foto yang menunjukan e-KTP dengan identitas warga negara asing beredar luas di media sosial. Dalam e-KTP tersebut, tertulis sebuah data yang menunjukan kepemilikan e-KTP WNA asa China.

Dalam identitas di e-KTP tersebut dibuat untuk penduduk Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) 3203012503770011 atas nama Guohui Chen. Tidak ada yang berbeda dengan e-KTP yang dimiliki WNI pada umumnya.

Namun, sedikit perbedaan terlihat dari penulisan data yang menggunakan bahasa asing. Seperti dalam kolom agama disebutkan Christian kemudian status perkawinan pun tertulis Married. Selain itu dalam e-KTP itu juga tertulis kolom Kewarganegaraan. (Novian Ardiansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Gaduh, Kemendagri Hentikan Sementara Penerbitan e-KTP Khusus WNA

Bikin Gaduh, Kemendagri Hentikan Sementara Penerbitan e-KTP Khusus WNA

News | Rabu, 27 Februari 2019 | 14:34 WIB

Sandiaga Tambah Dana Kampanye Rp 32 Miliar dan Prabowo Rp 2 Miliar

Sandiaga Tambah Dana Kampanye Rp 32 Miliar dan Prabowo Rp 2 Miliar

News | Rabu, 27 Februari 2019 | 14:05 WIB

MUI: Habib Rizieq dan Ba'asyir Dijebloskan ke Penjara Bukan di Era Jokowi

MUI: Habib Rizieq dan Ba'asyir Dijebloskan ke Penjara Bukan di Era Jokowi

News | Rabu, 27 Februari 2019 | 13:48 WIB

Zaman Berubah, KPU Putuskan Fasilitasi Iklan Kampanye di Media Online

Zaman Berubah, KPU Putuskan Fasilitasi Iklan Kampanye di Media Online

News | Rabu, 27 Februari 2019 | 13:04 WIB

Terkini

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:40 WIB

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:18 WIB

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:56 WIB