FACE of JAKARTA: Mereka yang Pantang Pulang Sebelum Padam

Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Senin, 04 Maret 2019 | 08:10 WIB
FACE of JAKARTA: Mereka yang Pantang Pulang Sebelum Padam
Pemadam Kebakaran Sektor Tamansari, Jakarta Barat. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Memilih menantang maut dengan kobaran api seumur hidup, Deden dan Fajar tidak menyesal. Pemadam kebakaran menurut mereka adalah profesi yang mulia dan menyenangkan. Terlebih menjadi pemadam kebakaran di Jakarta, Ibu Kota negara yang hampir saban hari dilalap api. Kisah Deden dan Fajar tidak melulu bergelut dengan ancaman api, mereka juga berhadapan dengan para korban kebakaran yang membawa celurit.

Suara sirine mobil pemadam kebakaran dari kejauhan lambat laun terdengar semakin keras menuju tepat ke rumah Deden Hadiyuswarman yang kala itu masih berusia 7 tahun. Sontak suara itu membangunkan ia beserta keluarga, tak terkecuali Hamim ayahanda Deden.

Padahal Hamim baru saja pulang ke rumahnya usai bekerja. Namun sebuah mobil dengan suara sirine kencang yang berhenti tepat di depan rumahnya itu membuat jiwa kemanusiaan Hamim kembali terpanggil untuk ikut dan melanjutkan pekerjaannya.

Dengan seragam lengkap berwarna oranye dan menggunakan sepatu boot serta helm, Hamim kemudian langsung pamit untuk pergi menumpang mobil tersebut. Deden mengatakan, pekerjaan ayahnya ialah seorang pemadam kebakaran. Pada malam itu, ayahnya harus kembali menjalankan kewajibannya menolong masyarakat yang rumahnya sedang terbakar di daerah Grogol, Jakarta Barat.

Dari peristiwa itu pula, ketertarikan Deden akan profesi pemadam kebakaran dimulai. Ia merasa takjub dan bangga melihat ayahnya yang rela meninggalkan waktu bersama keluarganya demi menolong orang lain yang dalam kesulitan. Di mata Deden yang kala itu duduk di bangku sekolah dasar kelas dua, ayah sekaligus profesinya tersebut bak pahlawan.

"Nah, di situ saya bangga ngelihatnya. Orangtua saya yang seharusnya sudah libur, waktunya buat keluarga, tapi karena panggilan jiwa untuk menolong sesama, jadi ia berangkat," kata pria kelahiran 1977 itu saat ditemui Suara.com di Kantor Pemadam Kebakaran Sektor Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (1/3/2019).

"Di situ saya berpikiran, saya harus seperti itu, jadi pemadam kebakaran. Jadi cita-cita juga gak. Tapi pas saya lihat dari pekerjaan yang dilakukan itu untuk menolong sesama, bagus juga, jadi saya terinspirasi di situ," sambungnya.

Korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)
Korban kebakaran Jakarta. (Suara.com/Novian)

Tekad Deden untuk menjadi pemadam kebakaran itu pun ia jawab saat berhasil menempuh seleksi penerimaan pemadam kebakaran pada akhir tahun 2003. Selanjutnya pada 2004, Deden resmi menyandang profesi yang mempunyai slogan 'Pantang Pulang Sebelum Padam'. Profesi itu setia ia geluti sampai sekarang dirinya menjabat sebagai Kepala Pleton B di Kantor Pemadam Kebakaran Sektor Tamansari, Jakarta Barat.

Awal-awal masa penugasannya sebagai pemadam kebakaran, diceritakan Deden, ia masih memendam keraguan. Terlebih saat dipertemukan dengan peristiwa kebakaran yang benar-benar nyata, bukan lagi sekadar pelatihan.

"Pertama ke TKP (tempat kejadian perkara) waktu itu di daerah Mangga Dua, itu yang terbakar semacam pertokoan pakaian bahan-bahan tekstil. Itu ada dua toko terbakar hebat pertengahan 2004 di Mangga Dua," ujar Deden.

Kepala Pleton B di Kantor Pemadam Kebakaran Sektor Tamansari, Jakarta Barat, Deden Hadiyuswarman. (Suara.com/Novian)
Kepala Pleton B di Kantor Pemadam Kebakaran Sektor Tamansari, Jakarta Barat, Deden Hadiyuswarman. (Suara.com/Novian)

"Pada saat itu saya sempat ragu juga memang. Api berkobar cukup besar. Cuma karena jiwa masih muda dan teman-teman senior membimbing juga untuk masuk, ya Alhamdulillah api padam dengan durasi cukup lama, hampir lima jam," tutur Deden.

Meski lambat laun Deden sudah terbiasa menghadapi situasi kebakaran di lapangan, namun berbagai kendala dan rintangan lain bukan tidak menghampiri.

Deden mengatakan, rintangan yang dimaksud bukan soal kobaran api semata, melainkan beragam tingkah laku dari masyarakat. Masyarakat, lanjutnya, kerap memandang negatif bahkan sampai membuat ancaman-ancaman tatkala pemadam kebakaran menjalankan tugas.

Warga mengumpulkan puing dan sisa barang yang masih bisa dimanfaatkan usai kebakaran di Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (26/2). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Warga mengumpulkan puing dan sisa barang yang masih bisa dimanfaatkan usai kebakaran di Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (26/2). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Ia bercerita, dirinya bahkan pernah diancam dengan menggunakan senjata api dengan sebuah tembakan yang diletuskan mengarah ke atas. Peristiwa tersebut terjadi saat dirinya bersama petugas lain sedang berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi pada tahun 2006 di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Berawal saat Deden beserta rekannya sedang menghalau api merembet ke bangunan lain dengan menyemburkan air dari salah satu rumah warga. Namun karena warga pemilik rumah tidak terima petugas menginjakan kaki di pekarangannya, penghuni lantas keluar dan mengusir dengan cara meletuskan senjata api.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nenek 70 Tahun Tewas Dalam Kebakaran Rumah Besar di Depok

Nenek 70 Tahun Tewas Dalam Kebakaran Rumah Besar di Depok

News | Minggu, 03 Maret 2019 | 11:16 WIB

LSM: Kebakaran Rumah Direktur WALHI di NTB Direncanakan

LSM: Kebakaran Rumah Direktur WALHI di NTB Direncanakan

News | Jum'at, 01 Maret 2019 | 01:00 WIB

Fakta di Balik Kebakaran Hebat Kapal Nelayan di Pelabuhan Muara Baru

Fakta di Balik Kebakaran Hebat Kapal Nelayan di Pelabuhan Muara Baru

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 18:10 WIB

Kebakaran di Pelabuhan Muara Baru, Polisi Periksa 21 Saksi

Kebakaran di Pelabuhan Muara Baru, Polisi Periksa 21 Saksi

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 16:05 WIB

Duaarr... Ada Ledakan di Dekat Bengkel Motor, Api Berkobar Bakar Rumah

Duaarr... Ada Ledakan di Dekat Bengkel Motor, Api Berkobar Bakar Rumah

News | Selasa, 26 Februari 2019 | 11:34 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB