Bahas Rencana Jual Saham Anker Bir, NasDem Ajak Anies Ngopi Bareng

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio
Bahas Rencana Jual Saham Anker Bir, NasDem Ajak Anies Ngopi Bareng
Ketua Fraksi NasDem Bestari Barus. (Suara.com/Tio)

Dia mengajak Anies untuk ngopi bareng agar pembahasan penjualan saham perusahaan yang memproduksi bir merek Anker itu lebih rileks.

Suara.com - Ketua Fraksi NasDem DKI Jakarta Bestari Barus kembali meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjelaskan kajiannya terhadap rencana penjualan saham milik Pemprov DKI di PT Delta Djakarta. Dia mengajak Anies untuk ngopi bareng agar pembahasan penjualan saham perusahaan yang memproduksi bir merek Anker itu lebih rileks.

Bestari mengatakan selama ini Anies hanya dua kali berkirim surat dari Balai Kota ke gedung DPRD DKI melalui staffnya, DPRD merasa tidak pernah melakukan diskusi langsung bersama Anies untuk menjelaskan rencananya.

"Saya sampai sekarang belum tau jelas apa alasannya gitu saya minta kepada gubernur jangan cuma staf tapi ada satu ketika nanti gubernur coffee morning," kata Bestari Barus di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

"Sehingga bisa dijelaskan ini dan jadi bahan pembahasan atas surat kedua yang disampaikan gubernur mengenai permintaan untuk membahas," ucap Bestari menambahkan.

Anggota Komisi D DPRD DKI itu menegaskan selama ini sikap fraksinya bukan menolak rencana Anies untuk menjual saham perusahaan bir tersebut. Mereka hanya meminta Anies untuk menjelaskan lebih rinci rencananya tersebut.

"Yang jelas bagi kami ini bukan masalah setuju atau tidak setuju. ini masalah harus ada penjelasan komprehensif terkait rencana penjualan itu. selalu saya katakan jika itu masuk pada ranah halal dan haram maka sebetulnya perusahaan-perusahaan kita juga ada yang jual babi misalnya," jelasnya.

Seperti diketahui, rencana Anies menjual saham PT Delta Djakarta milik Pemprov DKI Jakarta sebesar 26,25 persen belum direstui DPRD DKI karena masih ada beberapa anggota yang belum setuju dengan rencana tersebut.

Sementara Anies ingin menjual saham itu karena sudah berjanji pada masa kampanye dulu dan berdalih saham dengan nilai jual Rp 1,2 triliun tersebut lebih baik digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Jakarta.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS