2. Diuji Coba Selama 6 Bulan
![Chief Executive Officer (CEO) PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono (kiri) didampingi Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Bobby Gafur Umar (kanan), memperagakan proses pengisian daya listrik pada badan bus listrik pada pameran Busworld South East Asia, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/3/2019). PT Transportasi Jakarta berencana melakukan uji coba bus listrik untuk salah satu koridor BRT (Bus Rapid Transit) mulai awal April 2019 [ANTARA FOTO/HO]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/03/21/31426-transjakarta-made-in-byd.jpg)
PT TransJakarta menandatangani nota kesepahaman atau MoU uji coba bus listrik dengan dua perusahaan penyedia bus listrik TransJakarta PT Mobil Anak Bangsa dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Bus listrik TransJakarta dari kedua perusahaan ini akan diuji selama 6 bulan di Jakarta.
Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan uji coba bus listrik TransJakarta dilakukan sesuai dengan arahan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk mencoba bus listrik untuk armada TransJakarta.
"TransJakarta sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di bulan Januari 2019 menyiapkan diri untuk menguji coba bus listrik TransJakarta atau kendaraan listrik di operasional Transjakarta," kata Agung di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).
Agung menjelaskan bus listrik TransJakarta tidak akan membeli bus ini untuk uji coba, tapi akan dimiliki oleh operator mitra TransJakarta.
"Uji coba dilakukan tidak dengan membeli armada ini, TransJakarta tak akan memiliki armada ini. Armada ini dimiliki dan dioperasikan oleh operator yang jadi mitra Transjakarta dan TransJakarta dalam uji coba akan membayar operasionalnya. Sehingga kita bisa mengetahui biaya operasi yang tadi diperkirakan akan rendah," jelasnya.
Menurut Agung, uji coba bus listrik TransJakarta yang diklaim rendah emisi gas buang ini akan digelar selama enam bulan sebelum dievaluasi performanya di Jakarta.
Ditinjau dari spesifikasi, dua bus calon uji coba bus listrik TransJakarta itu sama-sama berkapasitas 24 jok atau kursi, serta empat tempat duduk prioritas difabel, ibu hamil, serta lansia. Total mampu menampung 60 penumpang.
3. Daya Tahan Baterai Sampai 300 Km

Dua bus TransJakarta listrik dari dua pabrikan berbeda siap mengaspal di jalanan dan menjadi solusi atas kemacetan Ibu Kota. Keduanya kini dipamerkan di Busworld South East Asia 2019, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, pada tanggal 20-22 Maret 2019.
Calon Bus TransJakarta listrik yang tampil di Busworld South East Asia ada dua konsep. Pertama bus berwarna hijau muda dengan merk BYD. Lalu yang kedua ada bus berwarna biru yang perusahaan dalam negeri, Mobil Anak Bangsa (MAB).
Bus MAB adalah buatan PT Mobil Anak Bangsa. Bus listrik TransJakarta berwarna biru ini dibuat di karoseri New Armada di Magelang, Jawa Tengah sehingga diakui sebagai 100 persen mobil karya anak bangsa.
Daya tahan baterai bus TransJakarta listrik disebut mampu bertahan hingga 300 kilometer, dengan interval pengisian daya hanya 3 jam saja.
Sedangkan, bus BYD dibuat oleh produsen bus listrik terbesar di China, BYD Auto Co Ltd yang digandeng oleh Grup usaha Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).
Daya tahan baterai bus listrik BYD menggunakan mesin Lithium Fenno Phosphabe (LiFePo) yang disebut memiliki daya 259 kwh, dengan tenaga maksimum 268 horsepower, dengan interval pengisian daya hanya 3 jam saja.
Keduanya memiliki kapasitas penumpang yang sama yakni 60 penumpang dengan rincian 24 tempat duduk dan 4 tempat duduk prioritas untuk difabel, ibu hamil, dan lansia. Besok, kedua bus ini akan mulai diuji coba oleh PT TransJakarta mulai besok di Jakarta.
4. Bangun Charging Station untuk Bus Listrik Transjakarta

Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan saat ini sudah ada 2 tempat pengisian daya atau charging station bus listrik TransJakarta. Calon bus listrik TransJakarta baru itu akan diuji coba selama enam bulan mengaspal di Ibu Kota.
Agung mengatakan ke depan pembangunan infrastruktur pengisian daya atau charging station akan diperbanyak di Jakarta untuk mendukung adanya bus listrik TransJakarta ini.
"Jadi saat ini sudah ada 2 infrastruktur pengisian. Tapi ke depannya tentu semakin banyak unit yang digunakan kita akan sediakan pula," kata Agung di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).
Selain tempat pengisian daya, operator TransJakarta juga akan mulai meningkatkan kemampuan para teknisi agar bisa memelihara bus listrik ini.
"Kemampuan merawat, bengkel, teknisi, dan sebagainya karena itu lah para penyedia ini selain harus bekerja sama dengan operator, juga bekerja sama dengan pihak lain yang punya kemampuan merawat bus listrik sehingga kita dapat solusi yang komprehensif," jelasnya.
Seperti diketahui, PT TransJakarta telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU uji coba bus listrik dengan dua perusahaan penyedia bus listrik PT Mobil Anak Bangsa dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). bus listrik TransJakarta dari kedua perusahaan ini akan diuji selama 6 bulan di Jakarta.
Menurut Agung, uji coba bus listrik TransJakarta yang diklaim rendah emisi gas buang ini akan digelar selama enam bulan sebelum dievaluasi performanya di Jakarta.
Ditinjau dari spesifikasi, dua bus listrik TransJakarta calon uji coba itu sama-sama berkapasitas 24 jok atau kursi, serta empat tempat duduk prioritas difabel, ibu hamil, serta lansia. Total mampu menampung 60 penumpang.