Filipina Protes Keberadaan Ratusan Kapal China di Dekat Pulau Thitu

Bangun Santoso

Selasa, 02 April 2019 | 13:56 WIB
Filipina Protes Keberadaan Ratusan Kapal China di Dekat Pulau Thitu
Ilustrasi kapal bersandar di pelabuhan. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Filipina telah mengajukan protes diplomatik atas kehadiran lebih 200 perahu China di dekat satu pulau yang diduduki oleh Manila di perairan Laut China Selatan, kata juru bicara presiden pada Senin.

Presiden Rodrigo Duterte berusaha meningkatkan hubungan dengan China sejak berkuasa tahun 2016 sebagai pertukaran bagi investasi dan pinjaman yang dijanjikan senilai miliaran dolar.

Departemen Luar Negeri Filipina memprotes kehadiran perahu-perahu itu dekat Pulau Thitu, yang diduduki Filipina, kata juru bicara presiden Salvador Panelo dalam jumpa pers rutin, tanpa melukiskan perahu-perahu tersebut. Duta besar China mengatakan itu adalah perahu-perahu yang sedang mencari ikan.

"Faktanya mereka berada di sana dan sudah satu minggu, mengapa, apa yang mereka kerjakan?" kata Panelo seperti dilansir Reuters.

Belum jelas kapan dan ke mana Filipina mengajukan protes itu.

Filipina memantau lebih dari 200 perahu China di dekat Thitu atau disebut Pagasa di dalam negeri tersebut pada Januari hingga Maret tahun ini, data militer menunjukkan.

Filipina, China, Vietnam, Taiwan, Brunei dan Malaysia saling mengklaim kedaulatan di perairan tersebut, yang dilintasi kapal-kapal dengan membawa barang-barang senilai 3 triliun dolar AS.

Lampu-lampu dari ratusan bangunan di pulau-pulau buatan yang tersebar milik China dapat dilihat pada malam hari dari Thitu.

Para nelayan China dan Filipina berada di perairan yang diklaim itu, kata Dubes China untuk Filipina Zhao Jianhu kepada wartawan. Ia membantah laporan media bahwa nelayan-nelayan China membawa senjata api.

baca juga

Menurut dia, Beijing dan Manila menangani isu-isu maritim melalui saluran diplomatik dan bersahabat.

"Anda jangan khawatir mengenai apakah akan pecah konflik atau tidak," katanya.

Pengumuman mengenai protes diplomatik itu terjadi ketika Filipina dan Amerika Serikat, sekutu yang terikat dalam perjanjian, memulai latihan militer gabungan tahunan melibatkan sekitar 7.500 tentara termasuk 50 dari Australia.

Latihan-latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan tanggapan terhadap bencana alam.

"Ini tidak diarahkan untuk menghadapi ancaman atau kekhawatiran terhadap keamanan yang ada," kata Letnan Jenderal Gilbert Gapay, direktur latihan militer kepada wartawan.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjamin Filipina bahwa pihaknya akan membantu pertahanan jika diserang di Laut China Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

27 Petugas Damkar Tewas Saat Padamkan Kebakaran Hutan di China

27 Petugas Damkar Tewas Saat Padamkan Kebakaran Hutan di China

News | Selasa, 02 April 2019 | 08:18 WIB

Jet Tempur China Hilir Mudik di Wilayahnya, Taiwan Meradang

Jet Tempur China Hilir Mudik di Wilayahnya, Taiwan Meradang

News | Senin, 01 April 2019 | 16:37 WIB

Jatuh dari Eskalator Saat Digendong Ibu, Bayi 3 Bulan Tewas

Jatuh dari Eskalator Saat Digendong Ibu, Bayi 3 Bulan Tewas

News | Senin, 01 April 2019 | 16:46 WIB

Ford Menarik Produknya yang Dipasarkan di China. Ada Apakah Gerangan?

Ford Menarik Produknya yang Dipasarkan di China. Ada Apakah Gerangan?

Otomotif | Senin, 01 April 2019 | 15:22 WIB

Pemerintah China Investigasi 2 Ledakan Besar Tewaskan 12 Orang

Pemerintah China Investigasi 2 Ledakan Besar Tewaskan 12 Orang

News | Senin, 01 April 2019 | 08:28 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×