Puluhan Guru dan Murid Palestina Sesak Nafas Dihujani Gas Air Mata Israel

Bangun Santoso

Rabu, 03 April 2019 | 06:47 WIB
Puluhan Guru dan Murid Palestina Sesak Nafas Dihujani Gas Air Mata Israel
Para demonstran Palestina dari Universitas Birzeit berlindung selama bentrokan dengan pasukan Israel di Ramallah, dekat permukiman Yahudi Beit El, di Tepi Barat yang diduduki pada 20 Maret 2019. (AFP)

Suara.com - Puluhan murid dan beberapa guru Palestina pada Selasa (2/4/) pagi sesak nafas akibat menghirup gas air mata di dekat satu sekolah di Kota Al-Khalil (Hebron), bagian selatan Tepi Barat Sungai Jordan.

Koresponden Kantor Berita Palestina, WAFA, mengatakan, tentara Yahudi dikerahkan ke sekitar Sekolah Dasar Al-Khalil di bagian selatan Kota Al-Khalil dan dengan gencat menembakkan gas air mata ke dalam kompleks sekolah. Akibatnya ialah puluhan murid dan beberapa guru menderita sesak nafas karena menghirup terlalu banyak gas air mata.

Semua orang yang menderita sesak nafas diberi perawatan di lokasi.

Sekolah Dasar Al-Khalil adalah salah satu dari sembilan sekolah Palestina yang berada di Daerah H2 Al-Khalil, yang berada di bawa kendali militer dan sipil Israel dan tetap menghadapi resiko paling besar serangan, tulis WAFA --yang dikutip Antara, Selasa malam. Murid sekolah harus melewati pos pemeriksaan militer Israel di Daerah H2 untuk sampai ke sekolah mereka.

Daerah tersebut, yang menjadi tempat tinggal 32.000 orang Palestina, dipandang sebagai yang paling rentan buat tentara Israel dan pemukim Yahudi, yang secara rutin menciptakan ketakutan dan teror buat murid dan guru mereka. Banyak di antara mereka mengalami tekanan dan cemas serta sangat mengurangi tingkat kehadiran murid di sekolah.

Serangan terhadap lembaga pendidikan oleh pasukan militer Israel dan pemukim Yahudi di Palestina merupakan pelanggaran sangat besar terhadap hak anak-anak untuk menerima pendidikan dan pembangunan. Serangan itu terutama terjadi di daerah yang paling rentan di Tepi Barat --Area C, H2 dan Al-Quds (Yerusalem).

Kota Al-Khalil, yang menjadi tempat Masjid Ibrahim, adalah tempat tinggal sebanyak 160.000 orang Muslim Palestina dan sebanyak 800 pemukim Yahudi yang tinggal di kompleks yang dijaga ketat oleh tentara Israel.

Israel telah mengusir satu-satunya pemantau internasional yang melindungi orang Palestina dari 800 pemukim Yahudi yang dijaga ketat, salah satu dari mereka melakukan pembantaian 1984, yang menyulut penggelaran pasukan PBB.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Berencana Pindahkan 250 Ribu Warganya ke Golan

Israel Berencana Pindahkan 250 Ribu Warganya ke Golan

News | Selasa, 02 April 2019 | 11:05 WIB

Meski Terpecah, Pemimpin Arab Kompak Tolak Keputusan AS Soal Golan

Meski Terpecah, Pemimpin Arab Kompak Tolak Keputusan AS Soal Golan

News | Senin, 01 April 2019 | 16:47 WIB

Palestina Kutuk Pembukaan Kantor Dagang Brasil di Yerusalem

Palestina Kutuk Pembukaan Kantor Dagang Brasil di Yerusalem

News | Senin, 01 April 2019 | 15:25 WIB

Harapan Pelajar Indonesia di Timur Tengah Jelang Debat Pilpres Keempat

Harapan Pelajar Indonesia di Timur Tengah Jelang Debat Pilpres Keempat

News | Jum'at, 29 Maret 2019 | 14:51 WIB

Trump Tandatangani Dekrit Pengakuan Kedaulatan Israel Atas Golan

Trump Tandatangani Dekrit Pengakuan Kedaulatan Israel Atas Golan

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 09:25 WIB

Terkini

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

×