Polisi Selidiki Kematian Pelajar Indonesia di China

Bangun Santoso

Jum'at, 12 April 2019 | 09:36 WIB
Polisi Selidiki Kematian Pelajar Indonesia di China
Ilustrasi mayat/ kamar mayat/ jenazah. (Shutterstock)

Suara.com - Kematian seorang pelajar asal Indonesia di China sampai saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat, menurut pernyataan Konsulat Jenderal RI di Shanghai, Kamis (11/4) malam.

"Dari komunikasi dengan pihak keluarga disampaikan bahwa selesai proses penyelidikan jenazah oleh pihak kepolisian yang saat ini masih berjalan, pihak keluarga akan mengkremasi jenazah dan kemudian abunya akan dibawa pulang ke Medan," kata pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KJRI Shanghai Muhammad Arifin seperti dikutip dari Antara, Jumat (12/4/2019).

KJRI sedang menyiapkan beberapa dokumen yang perlu dilengkapi, terkait proses penerbitan notifikasi hasil autopsi, seperti yang diminta oleh pihak kepolisian setempat sebelum jenazah Richard Son bisa diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dikremasi.

"KJRI akan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan kepolisian setempat sampai dengan proses akhir dan kepulangan keluarga ke Tanah Air," ujarnya.

Arifin menjelaskan bahwa pada Sabtu (7/4) pihaknya mendapatkan laporan soal seorang pria yang hilang. Pria tersebut berstatus pelajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu.

Sebelumnya, pesan berantai di media sosial Wechat yang menyebutkan bahwa korban hilang sejak Kamis (4/4) malam.

Setelah mendapatkan informasi itu, KJRI menghubungi pihak kepolisian di Provinsi Jiangsu. Kemudian pada Selasa (9/4) pagi, KJRI mendapatkan informasi melalui telepon dari pihak kantor Kepolisian Distrik Yonganqiao, Suzhou, terkait penemuan jasad laki-laki di sungai Xietang yang berhulu di Danau Dushu, Kota Suzhou.

Korban berusia 22 tahun itu teridentifikasi dengan nama Richard Son, berdasarkan keterangan pada KTP yang ditemukan di tubuh jenazah.

KJRI langsung menghubungi pihak keluarga korban di Medan, Sumatera Utara. Pihak keluarga memutuskan untuk segera berangkat dari Medan menuju Suzhou melalui Shanghai.

Sampai saat ini, masih belum diketahui penyebab kematian pelajar Indonesia tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Fadlan Muzakki menyatakan prihatin dengan pesan berantai di Wechat, yang menyebutkan bahwa sebagian anggota tubuh korban hilang saat korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Kasus itu tidak terkait adanya usaha pembunuhan dengan pengambilan motif pengambilan organ tubuh korban," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jatuh dari Lantai 26, Bocah 6 Tahun Ini Masih Hidup

Jatuh dari Lantai 26, Bocah 6 Tahun Ini Masih Hidup

News | Kamis, 11 April 2019 | 17:10 WIB

Kondangan Eks Muridnya, Guru Kembalikan Surat Cinta yang pernah Disita

Kondangan Eks Muridnya, Guru Kembalikan Surat Cinta yang pernah Disita

News | Kamis, 11 April 2019 | 16:12 WIB

5 Hari Menghilang, Pelajar Indonesia di China Ditemukan Tewas

5 Hari Menghilang, Pelajar Indonesia di China Ditemukan Tewas

News | Kamis, 11 April 2019 | 12:18 WIB

Datang ke Pernikahan Mantan, Wanita Ini Ribut Saat Mempelai Mau Ciuman

Datang ke Pernikahan Mantan, Wanita Ini Ribut Saat Mempelai Mau Ciuman

News | Rabu, 10 April 2019 | 15:09 WIB

Pantau Pelanggaran Lalu Lintas, Polisi China Pakai Drone

Pantau Pelanggaran Lalu Lintas, Polisi China Pakai Drone

Tekno | Rabu, 10 April 2019 | 13:20 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB