Prabowo di Debat Terakhir: Salah Arah hingga Sindir Pemimpin Sebelum Jokowi

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Minggu, 14 April 2019 | 11:31 WIB
Prabowo di Debat Terakhir: Salah Arah hingga Sindir Pemimpin Sebelum Jokowi
capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa para wartawan setibanya di lokasi debat Pilpres 2019 putaran kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat itu mengangkat tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan dan industri. [Antara Foto/Rivan Awal Lingga/hp]

Suara.com - Debat pamungkas Pilpres 2019 antara pasangan nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga telah digelar pada Sabtu (13/4/2019) malam. Kedua pasangan kandidat pun saling melontarkan argumentasi mereka di debat yang mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.

Suara.com pun mengulas kembali soal perang argumentasi yang disampaikan Jokowi dan pesaingnya, Prabowo dalam debat kelima tersebut. Di awal acara debat, dua paslon masing-masing dipersilahkan untuk menyampaikan visi-misinya.

Debat sengit pun mulai terjadi kala Prabowo menanggapi pernyataan Jokowi saat membeberkan soal ekspor komoditas di bidang pertanian dan perikanan. Prabowo menganggap skema ekonomi yang dijalankan petahana salah arah.

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri. [Antara Foto/Wahyu Putro A/hp]
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri. [Antara Foto/Wahyu Putro A/hp]

"Pak Jokowi sudah berkuasa empat setengah tahun kenapa mengizinkan import petani hancur kenapa tidak melakukan industrialisasi tetapi difokuskan infrastruktur-infrastruktur, jangan-jangan mempermudah barang luar masuk ke Indonesia bukan barang Indonesia yang keluar ini masalah yang kami katakan perlu ada reorientasi strategi pembangunan perlu ada policy yang tegas menghentikan aliran uang keluar negeri kemudian fokus untuk membangun industri di segala bidang saya setuju hilirasik, hilirisasi tetapi kenapa Bapak tidak melaksanakan sudah empat setengah tahun bahkan Bapak izinkan Menteri Menteri Bapak mengizinkan komoditas asing masuk ke Indonesia dengan begitu pesat dan begitu gampangnya saya kira demikian mungkin," kata Prabowo.

Sandiaga juga menimpali masalah di bidang kewirausahaan. Menurutnya, pemerintahaan saat ini belum bisa menjamin soal kepastian hukum kepada para pengusaha.

"Ya kuncinya adalah entrepreneurship kewirausahaan dan kepastian usaha dan saya yakin bersama Prabowo Sandi pemerintahan yang kuat dengan kepemimpinan yang tegas dan berpihak kepada pengusaha-pengusaha nasional menghadirkan kepastian usaha kepastian hukum sehingga investasi yang diperlukan untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi bisa terwujud," kata Sandiaga.

Menanggapi serangan dari Prabowo - Sandiaga , Jokowi pun tak tinggal diam. Jokowi menganggap jika, pengeolola di bidang manufaktur memerlukan tahapan yang sangat besar dan harus melibatkan sektor lain termasuk infrastrukstur. 

"Pak Prabowo Pak Sandi mengelola ekonomi makro itu berbeda dengan mengelola ekonomi mikro karena ekonomi makro itu agregat produksi dan sisi, sisi permintaan dan sisi suplai itu harus dipengaruhi oleh dan dijaga oleh kebijakan-kebijakan pemerintah," katanya.

"Kalau kita berhadapan dengan ekonomi mikro ini hanya jual dan beli hanya membangun industri kemudian menjualnya produk yang ada tetapi ekonomi makro adalah mengelola agregat-agregat produksi sektor primer misalnya di bidang pertambangan pertanian perkebunan kemudian sektor sekunder di bidang manufaktur saya kira tidak tidak semudah itu artinya memerlukan tahapan tahapan besar. Inilah yang sedang kita kerjakan infrastruktur yang kita bangun ini nanti akan terhubung dengan kawasan kawasan industri akan terhubung dan kawasan kawasan pariwisata enggak mungkin langsung membalikkan tangan kemudian bisa membangun kemudian langsung bisa mengekspor tidak perlu tahapan tahapan besar sudah berkali-kali saya sampaikan," sambung Jokowi.

baca juga

Dari jawaban yang disampaikan Jokowi, Prabowo pun langsung mengaku tak menyalahkan beban masalah ekonomi sepenuhnya kepada Jokowi. Sebab, Prabowo menyebutkan masalah ekonomi merupakan kesalahan pemimpin sebelum Jokowi.

"Jadi kembali lagi saya terus terang saja saya tidak menyalahkan Pak Jokowi saya tidak menyalahkan ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan bahkan puluhan tahun tapi kita harus berani mengoreksi diri kita salah jalan kita harus contoh seperti Republik Rakyat Tiongkok dalam empat puluh tahun dia hilangkan kemiskinan empat puluh tahun kita harus contoh berani belajar dari yang hebat.

"Saya tidak menyalahkan bapak ini, kesalahan kita semua jadi kita ini salah jalan kita harus kembali ke undang undang dasar empat lima pasal tiga-tiga belajar yang baik kita harus berani untuk merencanakan pembangunan industrialisasi ciptakan lapangan kerja, lindungi petani, kita lindungi nelayan. Kita itu yang harus kita jalankan jadi saya tidak menyalahkan bapak karena ini, kesalahan besar kesalahan besar Presiden Presiden sebelum bapak, kita semua harus bertanggung jawab benar itu pendapat saya terima kasih," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petinggi Demokrat Walk Out Setelah Prabowo Salahkan Presiden Sebelum Jokowi

Petinggi Demokrat Walk Out Setelah Prabowo Salahkan Presiden Sebelum Jokowi

News | Sabtu, 13 April 2019 | 22:25 WIB

Sebut Ibu Mia saat Debat Ekonomi Makro, Sandiaga Disemprot Jokowi

Sebut Ibu Mia saat Debat Ekonomi Makro, Sandiaga Disemprot Jokowi

News | Sabtu, 13 April 2019 | 22:10 WIB

Jokowi Tanya Soal e-Sport, Prabowo - Sandiaga Senyum-Senyum

Jokowi Tanya Soal e-Sport, Prabowo - Sandiaga Senyum-Senyum

Bisnis | Sabtu, 13 April 2019 | 22:06 WIB

Prabowo Curiga Infrastruktur yang Dibangun Jokowi Malah Perlancar Impor

Prabowo Curiga Infrastruktur yang Dibangun Jokowi Malah Perlancar Impor

Bisnis | Sabtu, 13 April 2019 | 21:31 WIB

Prabowo Minta Indonesia Contoh Cara China Berantas Kemiskinan

Prabowo Minta Indonesia Contoh Cara China Berantas Kemiskinan

News | Sabtu, 13 April 2019 | 21:10 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×