Soal Antisipasi Serangan Fajar, Lurah Tambora: Terserah Warga

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Soal Antisipasi Serangan Fajar, Lurah Tambora: Terserah Warga
Lurah Tambora, Jakarta Barat, Dwi Kurniasih. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Dwi mengembalikan kepada warga menerima atau tidak apabila ada serangan fajar jelang pemilu

Suara.com - Lurah Tambora, Jakarta Barat, Dwi Kurniasih mengatakan tidak ada antisipasi khusus untuk melindungi warganya dari serangan fajar jelang Pemilu 2019. Penyelenggaran Pemilu yang lancar lebih menjadi fokus.

Dwi mengatakan selama dirinya menjabat sebagai lurah belum pernah ada laporan serangan fajar yang datang ke wilayahnya.

"Kalau kami tidak ada imbauan khusus kepada warga, kami cuma menyelenggarakan pemilu bersama pihak keamanan agar berjalan lancar," kata Dwi kepada Suara.com di Kantor Lurah Tambora, Jakarta Barat, Senin (15/4/2019).

Menurut dia, kasus serangan fajar akan dikembalikan ke pribadi warga sendiri untuk menerima atau menolak.

"Ya terserah warganya, mau menerima atau tidak, itu urusan dia yang pasti tetap mencoblos sesuai hati nurani," katanya.

Dwi menjelaskan, di wilayahnya terdapat 40 TPS yang akan melayani hak pilih dari 3.998 pemilih berdasarkan daftar pemilih tetap hasil perbaikan ketiga.

Sehingga total kotak suara yang didistribusikan hari ini adalah 160 kotak suara yang terdiri dari kotak suara Pilpres, DPR RI, DPD RI, dan DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Seperti diketahui, untuk warga DKI Jakarta akan mengikuti empat pemilihan yakni Pemilihan Presiden, DPR RI, DPD RI, dan DPRD Provinsi DKI Jakarta ada 17 April 2019 nanti.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS