PSI: Ketika Anda Kebetulan Pecundang, Jadilah Pecundang Terhormat

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 23 April 2019 | 17:53 WIB
PSI: Ketika Anda Kebetulan Pecundang, Jadilah Pecundang Terhormat
Jubir PSI Dedek Prayudi. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia Dedek Prayudi mengklaim, perolehan suara Capres Cawapres nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin pada Pilpres 2019, juga kerap menjadi sasaran kecurangan sejumlah oknum.

Meski demikian, Dedek menilai kubu Jokowi Maruf enggan meramaikan kasus ini, tak seperti yang dilakukan oleh Capres Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Melalui akun Twitter miliknya @uki23, Dedek mengakui dalam proses input data C1 tidak hanya Prabowo - Sandiaga yang merasa suaranya "disunat", melainkan suara milik Jokowi - Maruf pun mengalami salah input data. 

Meski demikian, Dedek mengakui tidak ingin ramai-ramai meneriaki Komisi Pemilihan Umum (KPU) curang. Dedek memastikan kubu Jokowi-Maruf memiliki cara yang lebih elegan.

"Kesalahan teknis tak hanya terjadi pada kasus yang merugikan pihak 02 saja, tapi juga 01. Apakah kami akan teriak-teriak dicurangi?" kata Dedek seperti dikutip Suara.com, Selasa (23/4/2019).

"Begini, Jangan samakan pemenang yang baik dengan pecundang yang buruk," imbuh Dedek.

cuitan Jubir PSI Dedek Prayudi soal salah input data KPU (Twitter)
cuitan Jubir PSI Dedek Prayudi soal salah input data KPU (Twitter)

Dedek juga mengunggah salah satu bentuk kecurangan yang juga dialami oleh Jokowi - Maruf Amin.

Dalam C1 di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kendal, Jawa Tengah tampak perolehan suara Prabowo - Sandiaga hanya 54. Sementara suara untuk Jokowi - Maruf mencapai 133.

Namun saat masuk di Situng KPU, tertulis suara Jokowi - Maruf tetap sebesar 133 sementara suara untuk Prabowo - Sandiaga membengkak menjadi 854.

Lebih lanjut, Dedek menyebut bila nantinya Jokowi - Maruf kalah dalam Pilpres 2019 ini, maka akan menjadi sosok yang kalah namun tetap dihormati.

Pesan ini bisa mengandung makna yang ditujukan bagi Prabowo - Sandiaga. "When you happen to be a loser, be a respectable loser,"  ungkap Dedek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Salah Input Data, Demokrat ke KPU: Jangan Dikit-dikit Human Error

Soal Salah Input Data, Demokrat ke KPU: Jangan Dikit-dikit Human Error

News | Selasa, 23 April 2019 | 15:59 WIB

Banyak Pemungutan Suara Ulang, Menkumham: KPU Akan Profesional

Banyak Pemungutan Suara Ulang, Menkumham: KPU Akan Profesional

News | Selasa, 23 April 2019 | 15:25 WIB

Pemilu Nasional dan Daerah Diusulkan Dipisah, Begini Teknis KPU

Pemilu Nasional dan Daerah Diusulkan Dipisah, Begini Teknis KPU

News | Selasa, 23 April 2019 | 12:45 WIB

Terkini

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB

Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?

Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:52 WIB

Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!

Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:44 WIB

Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah

Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:44 WIB

Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah

Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:35 WIB

Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?

Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:29 WIB

Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi

Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:27 WIB

Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas

Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:02 WIB

Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!

Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:52 WIB

Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?

Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:52 WIB