Soal Aksi Boikot Nasi Padang, Sandiaga: Rendang Itu Juara Dunia

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Soal Aksi Boikot Nasi Padang, Sandiaga: Rendang Itu Juara Dunia
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno lari sore. (Suara.com/Tyo)

"Jangan karena ada pilpres ini kita kekuatan bangsa kita ini membuat kita terpecah belah, ini menurut saya kita harus dewasa," sambungnya.

Suara.com - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menanggapi menyeruaknya aksi boikot rumah makan khas Padang yang kini ramai di jejaring media sosial pasca pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin kalah telak di Sumatera Barat.

Menanggapi adanya aksi boikot itu, Sandiaga menilai bahwa masakan khas padang sudah menjadi salah satu kuliner khas Indonesia yang terbaik. Bahkan salah satu jenis masakan padang, yakni rendang telah dinobatkan sebagai makanan terbaik peringkat pertama di dunia versi CNN Travel.

"Soal masakan padang kita harus jauh lebih dewasa, kita punya kuliner yang terbaik, rendang itu juara dunia, salah satu makanan yang tren," ujarnya di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Seharusnya, kata dia, seluruh masyarakat bisa legawa dengan menerima hasil hitungan suara di Pilpres 2019. Mantan Wagub DKI Jakarta itu pun menilai aksi boikot-boikot semacam itu merupakan tindakan yang tidak dewasa.

Boikot nasi padang. [Twitter]
Boikot nasi padang. [Twitter]

"Hasil seperti apanya jangan diartikan masakan padang itu terus harus di boikot atau apapun yang tidak memilih Prabowo Sandi enggak boleh masak, makan masakan padang, menurut saya itu sangat tidak dewasa, sangat kekanak-kanakan," kata dia.

Boikot nasi padang. [Twitter]
Boikot nasi padang. [Twitter]

Lebih lanjut, dia pun meminta seluruh warga tak mudah gampang terprovokasi dengan ajakan-ajakan yang dianggap bisa memicu disintegrasi bangsa.

"Jangan karena ada pilpres ini kita kekuatan bangsa kita ini membuat kita terpecah belah, ini menurut saya kita harus dewasa," sambungnya.

Untuk diketahui, jagat media sosial diramaikan dengan munculnya rencana aksi memboikot Rumah Makan Padang. Aksi boikot ini muncul seusai Jokowi - Maruf Amin kalah telak di Sumatera Barat.

Merujuk hasil real count Komisi Pemilihan Umum, Senin (22/4/2019), perolehan suara Jokowi - Maruf di Sumatera Barat hanya sebesar 13,37 persen. Sementara, pasangan Prabowo - Sandiaga menang telak dengan perolehan 86,63 persen.

Sejumlah pendukung Jokowi - Maruf kecewa terhadap perolehan suara yang begitu kecil di Sumatera Barat. Akun Facebook bernama Satria lantas mengajak para pendukung Jokowi - Maruf untuk melakukan boikot rumah makan padang.

"Jadi malas makan di Rumah Makan Padang, kayaknya rakyat yang harus membalas. Bangkrutkan semua Rumah Makan Padang," ujar akun itu seperti dikutip Suara.com, Senin (22/4/2019).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS