Anak Berhijab Belajar Toleransi di Gang Sempit Sarang Tawuran dan Narkoba

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 07 Mei 2019 | 11:47 WIB
Anak Berhijab Belajar Toleransi di Gang Sempit Sarang Tawuran dan Narkoba
Anak-anak di Pakistan. (Antara)

Suara.com - Anak-anak lucu penuh canda di lorong sempit satu permukiman di Kota Karachi, Pakistan. Gang sempit itu menjadi saksi sering terjadi perang geng, pesta narkoba, dan angka melek huruf yang rendah.

Di sana mereka belajar mengenai perdamaian, cinta dan toleransi antar-agama dari wayang.

Saat tirai terbuka di panggung, seorang dalang bercerita mengenai kisah "Sinbad Si Pelaut", pahlawan asal Timur Tengah dan perjalanannya keliling dunia. Selama pelayarannya ia bertemu dengan orang dari bermacam kepercayaan, bahasa dan agama --yang seringkali tidak memiliki banyak toleransi satu dengan yang lain.

"Seorang lelaki sekarang dan kalian berbicara mengenai kasta," kata wayang protagonis.

Ia mengecam boneka lain yang tak ingin menyelamatkan tokoh wayang lain yang tewas-tenggelam sebab tokoh itu berasal dari kasta yang lebih rendah.

"Kalian mesti malu menyebut diri kalian manusia. Manusia menyelamatkan manusia bukan kasta," kata Sinbad.

Penulis naskah Nouman Mehmood mengatakan cerita tersebut muncul di benaknya ketika kelompoknya melakukan kegiatan kesadaran pendidikan di permukiman miskin di kota itu.

Mereka memperhatikan antagonisme agama dan etnik di permukiman itu dan memutuskan untuk menciptakan pertunjukan guna menyebarkan pesan perdamaian, toleransi dan keharmonisan.

Pakistan, negara dengan 200 warga --yang mayoritas Muslim, telah menyaksikan serangan yang berulangkali kali terjadi terhadap gereja, kuil Hindu dan tempat suci Sufi dalam beberapa tahun belakangan oleh kelompok gari keras.

Sekolah konservatif biasa dituding menyebarkan radikalisme tapi semua itu seringkali menjadi satu-satunya lembaga pendidikan yang tersedia buat jutaan anak miskin, sehingga pesan pilihan menjadi sangat penting.

"Yang mendasar adalah penerimaan. Orang mesti memiliki cukup ruang untuk menerima orang lain tak peduli apakah ia Kristen, tanpa mempertimbangkan apakah ia penganut Hindu, tanpa mempertimbangkan apakah ia pemeluk Sikh," kata Mehmood.

Pertunjukan itu, yang diselenggarakan oleh Thespianz Theatre, berencana untuk melakukan perjalanan ke permukiman miskin lain di Karachi dan provinsi setelah pementasan di Permukiman Lyari, yang keras, di Karachi.

"Ada pesan bahwa kita tak boleh mencampuri urusan agama lain. Kita mesti saling membantu," kata pelajar kelas delapan, Adul Rahim Arshad, setelah nonton pertunjukan tersebut.

"Jika seseorang menipu kita, kita tak boleh balas menipu dia. Malah kita mesti membantu dia," katanya. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Aturan Dicabut, Warga Non-Muslim Kini Bisa Tinggal di Dusun Karet

Setelah Aturan Dicabut, Warga Non-Muslim Kini Bisa Tinggal di Dusun Karet

News | Jum'at, 05 April 2019 | 07:31 WIB

Kisah Pelukis di Yogyakarta Ditolak Ngontrak Rumah karena Bukan Muslim

Kisah Pelukis di Yogyakarta Ditolak Ngontrak Rumah karena Bukan Muslim

Jogja | Kamis, 04 April 2019 | 15:58 WIB

Salib Dipotong hingga Tolak Sedekah Laut, 4 Kasus Intoleransi di Yogyakarta

Salib Dipotong hingga Tolak Sedekah Laut, 4 Kasus Intoleransi di Yogyakarta

News | Rabu, 03 April 2019 | 16:33 WIB

Seruan Toleransi Ma'ruf ke Santri: Bagimu Capresmu, Bagiku Capresku

Seruan Toleransi Ma'ruf ke Santri: Bagimu Capresmu, Bagiku Capresku

News | Sabtu, 30 Maret 2019 | 16:58 WIB

Kreator Cameo Project Kenalkan Rumah bagi Konten Positif dan Toleransi

Kreator Cameo Project Kenalkan Rumah bagi Konten Positif dan Toleransi

Lifestyle | Jum'at, 08 Maret 2019 | 13:30 WIB

Terkini

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:22 WIB

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:20 WIB

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi

News | Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:47 WIB

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:29 WIB

10  Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:27 WIB

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:04 WIB

Pangkalan AS di Kuwait Dihantam Iran, Taktik dan Jet Tua Jadi Kunci

Pangkalan AS di Kuwait Dihantam Iran, Taktik dan Jet Tua Jadi Kunci

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:00 WIB

Perang Belum Usai! Malam Ini Militer Iran Siaga Tempur Lawan AS-Israel

Perang Belum Usai! Malam Ini Militer Iran Siaga Tempur Lawan AS-Israel

News | Rabu, 29 April 2026 | 20:00 WIB