Partai Demokrat Beralih Ke Koalisi Jokowi, BPN: Tidak Mau Berandai-Andai

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 07 Mei 2019 | 21:40 WIB
Partai Demokrat Beralih Ke Koalisi Jokowi, BPN: Tidak Mau Berandai-Andai
Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Fadli Zon. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyebut partainya akan mengakhiri kerjasama dengan koalisi Indonesia Adil dan Makmur, jika Capres - Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin akan menang.

Mendengar hal tersebut, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno enggan berandai-andai karena masih meyakini kesolidan koalisi.

Dewan Pengarah BPN Prabowo - Sandiaga, Fadli Zon mengakuenggan menanggapi soal lontaran Ferdinand tersebut.

Lantaran, Fadli meyakini partai koalisi pendukung Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno masih tetap solid.

"Kalau belum ada sikap resmi apa yang mau ditanggapi? Sampai saat ini masih solid enggak ada masalah," kata Fadli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (7/5/2019).

Kendati demikian, apabila Demokrat kemudian beralih ke koalisi Jokowi - Maruf Amin pada nantinya, Fadli melihat tidak ada masalah. Hal tersebut disampaikan lantaran berpindah koalisi menjadi salah satu hak bagi setiap partai politik.

"Ya kalau menurut saya setiap partai pasti mempunyai sikapnya dalam hal menghadapi peristiwa pemilu. Silahkan saja itu kan hak bagi setiap partai politik. Yang saya tau sejauh ini sampai sekarang itu solid tidak ada masalah," tandasnya.

Untuk diketahui, kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya akan mengakhiri kerjasama dalam Koalisi Adil dan Makmur pengusung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Kerjasama tersebut akan berkahir jika pasangan nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin dinyatakan menang dalam Pemilu 2019.

Ferdinand menuturkan sikap politik Partai Demokrat belum ditentukan lantaran hasil daripada Pemilu 2019 belum dikeluarkan.

baca juga

Hanya saja, Ferdinand mengungkapkan jika Prabowo menang partai berlogo bintang mercy tersebut memiliki kewajiban untuk mengawal pemerintahan. Sedangkan, jika Jokowi menang maka Partai Demokrat akan mengakhiri koalisi dengan partai pengusung Prabowo.

"Kalau Pak Jokowi yang diputuskan menang, maka kerja sama koalisi berakhir, karena pilpres juga berakhir," kata Ferdinand di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Setan Gundul, Andre Rosiade: Andi Arief Tak Aktif di BPN dari Awal

Geger Setan Gundul, Andre Rosiade: Andi Arief Tak Aktif di BPN dari Awal

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 17:31 WIB

Demokrat Ingin Keluar Koalisi, TKN: Selama Menguntungkan, Itu Hak Mereka

Demokrat Ingin Keluar Koalisi, TKN: Selama Menguntungkan, Itu Hak Mereka

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 16:07 WIB

Politisi Demokrat: Jangan Minta Wiranto Mundur, Itu Setengah Waras

Politisi Demokrat: Jangan Minta Wiranto Mundur, Itu Setengah Waras

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 13:31 WIB

Demokrat: Analisis Andi Arief Tidak Mungkin Prabowo Menang 62 Persen

Demokrat: Analisis Andi Arief Tidak Mungkin Prabowo Menang 62 Persen

News | Senin, 06 Mei 2019 | 15:39 WIB

Soal 'Setan Gundul', Ferdinand: Andi Arief Teman yang Baik Bagi Prabowo

Soal 'Setan Gundul', Ferdinand: Andi Arief Teman yang Baik Bagi Prabowo

News | Senin, 06 Mei 2019 | 15:18 WIB

Terkini

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:11 WIB

Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat

Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen

Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:52 WIB

3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar

3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:48 WIB

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

×