Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel

Arif Budi | Suara.com

Minggu, 29 Maret 2026 | 06:58 WIB
Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel
Houthi ikut perang Iran dengan tembakkan rudal balistik ke Israel. . (ANTARA)
  • Kelompok Houthi resmi terlibat konflik Iran-Israel dengan meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah Israel.
  • Juru bicara Houthi mengumumkan serangan pada Sabtu (28/3/2026) dan menegaskan aksi akan terus berlanjut.
  • Houthi sebelumnya telah menyerang lebih dari 100 kapal dagang vital di Laut Merah sejak akhir 2023.

Suara.com - Kelompok Houthi di Yemen kini resmi terlibat dalam konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Keterlibatan ini ditandai dengan peluncuran rudal balistik ke wilayah Israel, yang menjadi serangan pertama mereka sejak perang pecah.

Serangan tersebut diumumkan langsung oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree melalui siaran televisi Al Masirah pada Sabtu (28/3/2026). Ia menegaskan bahwa aksi militer ini bukan yang terakhir.

“Serangan akan berlanjut hingga tujuan yang dinyatakan tercapai, seperti yang dinyatakan dalam pernyataan sebelumnya oleh angkatan bersenjata, dan hingga agresi terhadap semua front perlawanan berhenti,” kata Saree, dikutip dari Al Jazeera.

Di sisi lain, militer Israel mengklaim berhasil mencegat satu rudal yang diluncurkan oleh Houthi sebelum mencapai targetnya.

Sinyal keterlibatan kelompok ini sebenarnya sudah terlihat sehari sebelumnya.

Pada Jumat (27/3/2026), Saree menyebut bahwa pihaknya menargetkan lokasi militer sensitif di wilayah selatan Israel.

Tak lama setelah itu, sirene peringatan serangan udara berbunyi di sejumlah wilayah, termasuk sekitar Beer Sheba dan area dekat pusat penelitian nuklir Israel.

Peringatan tersebut terdengar berulang kali dari Jumat malam hingga Sabtu pagi.

Situasi ini terjadi bersamaan dengan gelombang serangan yang juga dilancarkan Iran dan kelompok Hezbollah ke wilayah Israel sepanjang malam.

Houthi sendiri telah menguasai ibu kota Sana’a sejak 2014. Meski sebelumnya tidak terlibat langsung dalam konflik Iran-Israel, kelompok ini memiliki rekam jejak panjang dalam menyerang jalur perdagangan global.

Selama konflik Israel-Hamas, mereka beberapa kali menargetkan kapal dagang di Laut Merah yang merupakan jalur vital perdagangan dunia.

Jalur ini dilalui barang dengan nilai sekitar 1 triliun dolar AS setiap tahunnya.

Dalam periode November 2023 hingga Januari 2025, Houthi dilaporkan telah menyerang lebih dari 100 kapal dagang menggunakan rudal dan drone, menunjukkan kapasitas militernya yang signifikan dalam mengganggu stabilitas kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:56 WIB

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:12 WIB

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis

Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:45 WIB

Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!

Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35 WIB

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:28 WIB

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:18 WIB

Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat

Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:15 WIB

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:56 WIB

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:53 WIB

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:33 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:29 WIB

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB