facebook

Dapat Order Makanan Sahur Mepet Imsak, Begini Keresahan Ojol Diteror Klien

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Dapat Order Makanan Sahur Mepet Imsak, Begini Keresahan Ojol Diteror Klien
Pengemudi ojek daring melintas di depan Stasiun Sudirman, Jakarta, Selasa (26/3). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Banyak driver ojol yang resah mendapatkan order makanan sahur jelang imsak

Suara.com - Keberadaan ojek online (ojol) pada zaman kiwari semakin memudahkan masyarakat perkotaan, tak hanya untuk mengantar jemput, melainkan juga untuk mengantar makanan.

Namun, selama Ramadan kali ini, keresahan justru menyelimuti para driver ojol yang sering mendapatkan pesanan makanan untuk sahur.

Para penumpang seringkali memesan makanan mendekati waktu imsak. Bahkan, tak jarang para penumpang yang terus menerus meneror para driver ojol agar bisa mempercepat proses pemesanan.

Hal ini dikeluhkan oleh salah seorang driver ojol melalui akun Facebook bernama Ervina. Ia mengakui serba salah.

Baca Juga: Undang Jokowi Bukber, Zulhas: Dulu Saya Tak Dukung, Kini Sila Terjemahkan

Sebabnya, menjelang imsak, antrean pesanan makan masih berlangsung, sementara penumpang seolah tak mau mengerti dan terus menerus mendesak agar driver ojol segera mengantar.

"Semua driver resah takut kustomer kecewa karena makanan datang nggak keburu dimakan karena keburu imsak," kata akun itu seperti dikutip Suara.com, Jumat (10/5/2019).

Ervina bercerita, ia mendapatkan pesanan untuk mengantar makanan dari salah satu restoran cepat saji pukul 3.22 WIB. Namun, hingga pukul 4.15 WIB ia masih mengantre pesanan di restoran tersebut.

Alhasil, penumpang mulai meneror si driver ojol lantaran waktu sudah semakin mendekati imsak. Si

driver pun bingung lantaran antrean makanan masih mengular dan tak bisa memaksakan untuk mengambil makanan begitu saja.

Baca Juga: Dijadikan Media Belajar Rakit Bom, Polisi Tutup 1.600 Konten Berbau Teroris

Ervina mengakui, bila driver ojol mendapatkan penilaian bintang satu dan komentar buruk dari penumpang, maka akan berdampak kepada pekerjaannya.

Komentar