Politisi PKPI Sebut SBY Dekati Jokowi Tanpa Mau Dilabeli Pengkhianat

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 11 Mei 2019 | 13:11 WIB
Politisi PKPI Sebut SBY Dekati Jokowi Tanpa Mau Dilabeli Pengkhianat
Teddy Gusnaidi. [Twitter]

Suara.com - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menilai kalau Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini sedang mencari pintu untuk masuk ke kubu Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi secara halus. Teddy melihat SBY ingin bergabung ke kubu Jokowi tanpa mendapatkan label "pengkhianat".

Teddy melakukan analisis terhadap kisruh Partai Demokrat dengan koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Yang dilihat olehnya ialah kini SBY tengah mencari cara untuk masuk ke dalam kubu Jokowi.

"Analisis saya, @SBYudhoyono sedang mencari pintu masuk ke kubu Jokowi secara soft. SBY tentu malu kalau terlalu kasar masuk ke kubu Jokowi, dia tidak ingin dibilang pengkhianat. Dia tidak ingin dibilang demi dapatkan jabatan untuk anaknya, lalu dia berkhianat. Harus ada alasan kuat..," kata Teddy melalui akun Twitternya @TeddyGusnaidi pada Sabtu (11/5/2019).

Cuitan Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi. (Twitter @TeddyGusnaidi).
Cuitan Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi. (Twitter @TeddyGusnaidi).

Analisis Teddy tersebut tidak terlepas dari tindakan yang selama ini dilakukan oleh politisi Demokrat Andi Arief, Eggi Sudjana dan Kivlan Zein. Teddy melihat ketiga tokoh tersebut memiliki peran untuk membuka pintu bagi Demokrat.

"Kivlan Zein dan Eggi diskenariokan menyerang Andi Arief, lalu Andi Arief berbalas pantun dengan Kivlan dan Eggi. Yang nanti melebar sampai menyenggol BPN dan Prabowo," ujarnya.

Teddy melihat upaya Demokrat untuk keluar dari koalisi pendukung Prabowo - Sandiaga dilakukan secara terang-terangan. Pasalnya, Teddy melihat sikap Demokrat yang kini malah berupaya terlihat lurus, berbeda dengan partai lainnya.

"Mereka perlahan mulai menarik tim yang biasa menyerang Jokowi, tentu tidak semua ditarik. Sinyal awal seolah-olah mereka objektif. Sikap mereka pun berubah," ujarnya.

"Tapi sikap itu tentu tidak cukup, harus ada alasan yang sangat kuat sehingga mereka bisa full diterima dan berada di kubu Jokowi," tandasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kivlan Zein Dicekal ke Luar Negeri, Polri: Dia Mau ke Brunei lewat Batam

Kivlan Zein Dicekal ke Luar Negeri, Polri: Dia Mau ke Brunei lewat Batam

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 22:06 WIB

Didatangi Polisi saat Mau Naik Pesawat, Kivlan Zein Jadi Terbang ke Batam

Didatangi Polisi saat Mau Naik Pesawat, Kivlan Zein Jadi Terbang ke Batam

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 21:57 WIB

Didatangi Polisi saat Mau Naik Pesawat, Kivlan Zein Dicekal ke Luar Negeri

Didatangi Polisi saat Mau Naik Pesawat, Kivlan Zein Dicekal ke Luar Negeri

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 21:48 WIB

Pengacara Tegaskan Kivlan Zein Tak Ditangkap Polisi, Cuma Diberi Surat

Pengacara Tegaskan Kivlan Zein Tak Ditangkap Polisi, Cuma Diberi Surat

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 21:42 WIB

Waketum Gerindra: Jokowi Belum Klir Jamin Keluarga SBY yang Diduga Korupsi

Waketum Gerindra: Jokowi Belum Klir Jamin Keluarga SBY yang Diduga Korupsi

News | Jum'at, 10 Mei 2019 | 20:41 WIB

Terkini

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:46 WIB

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:40 WIB

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:09 WIB

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:46 WIB

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:43 WIB

Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:31 WIB

Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?

Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:20 WIB

Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan

Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:58 WIB

Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243

Hanya Berlaku Hari Ini, Tarif MRT Jakarta Dibanderol Rp243

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:50 WIB