Boni Hargens: Penunggang Gelap Pemilu Ada di Lingkaran Capres - Cawapres

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 11 Mei 2019 | 21:17 WIB
Boni Hargens: Penunggang Gelap Pemilu Ada di Lingkaran Capres - Cawapres
Direktur LPI Boni Hargens dalam diskusi bertajuk "Gejolak Pemilu 2019.(Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menjelaskan bahwa ada penunggang gelap yang berdiri di lingkaran pasangan calon presiden dan wakil presiden. Tujuan penunggang gelap tersebut mulai dari mengubah dasar negara, memecah belah negara hingga tawar menawar untuk suatu jabatan.

Boni mengungkapkan bahwa penunggang gelap tersebut sudah dipastikan akan "menempel" pada capres - cawapres untuk memenuhi tujuannya. Namun, bagi penunggang gelap seperti teroris, disebut Boni tidak ada di dalam lingkaran capres - cawapres tetapi juga memanfaatkan dengan apa yang dilakukan oleh pebisnis politik untuk mengacaukan negara.

"Iya otomatis (di lingkaran). Pebisnis politik ini kan mainnya di sekitar para kandidat. Tapi teroris kelompok yang terpisah. Dia melihat kekacauan ini momentum untuk bermain," ungkap Boni dalam diskusi bertajuk "Gejolak Pemilu 2019" di Resto Ammarin, Plaza Sentral, Jakarta Sentral, Sabtu (11/5/2019).

Boni memaparkan bahwa pebisnis politik tersebut memiliki tujuan, yakni mengajak massa ke arah kericuhan untuk memuluskan upaya tawar menawar terkait dengan kepentingannya. Menurutnya, tawar menawar itu meliputi kepentingan politik ataupun ekonomi.

"Bargaining itu soal kalau saya menerima kamu sebagai pemenang pemilu, ya saya nanti di bisnis dapat apa, saya nanti bagaimana. Posisi politik orang, saya kira-kira akan dapat jatah di mana. Itu biasa. Jadi mereka ingin bangun politik tukar guling aja," ujarnya.

Karena itu, Boni meminta para pendukung masing-masing capres - cawapres untuk lebih waspada dengan adanya skenario yang dibuat oleh pebisnis politik tersebut. Pasalnya, jika diamati Boni melihat Pemilu 2019 yang sesungguhnya bukan untuk kepentingan masyarakat namun kepentingan elite.

"Itu bicara bargaining, masyarakat harus lebih kritis melihat permainan elite ini, karena sesungguhnya ini kepentingan elite saja kok, bukan persoalan masyarakat, rakyat dimanfaatin saja," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Boni Hargens: FPI Dibentuk untuk Mendukung Berdirinya Negara Khilafah

Boni Hargens: FPI Dibentuk untuk Mendukung Berdirinya Negara Khilafah

News | Sabtu, 11 Mei 2019 | 20:19 WIB

Pebisnis Politik Tunggangi Pemilu, Direktur LPI: Mereka Ahli Buat Kerusuhan

Pebisnis Politik Tunggangi Pemilu, Direktur LPI: Mereka Ahli Buat Kerusuhan

News | Sabtu, 11 Mei 2019 | 19:39 WIB

Boni Hargens: Ada Penumpang Gelap Ingin Kacaukan Negara

Boni Hargens: Ada Penumpang Gelap Ingin Kacaukan Negara

News | Sabtu, 11 Mei 2019 | 19:22 WIB

Perludem: Caleg Hanya Jadi Bayang-bayang Capres di Pemilu Borongan

Perludem: Caleg Hanya Jadi Bayang-bayang Capres di Pemilu Borongan

News | Sabtu, 11 Mei 2019 | 15:59 WIB

Perludem: Pemilu 2019 Adalah Ketidakadilan Bagi Petugas dan Pemilih

Perludem: Pemilu 2019 Adalah Ketidakadilan Bagi Petugas dan Pemilih

News | Sabtu, 11 Mei 2019 | 14:16 WIB

Ray Rangkuti: Pemilu Kali Ini Paling Banyak Memenjarakan Orang!

Ray Rangkuti: Pemilu Kali Ini Paling Banyak Memenjarakan Orang!

News | Sabtu, 11 Mei 2019 | 13:19 WIB

Terkini

Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan

Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:51 WIB

Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan

Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:35 WIB

Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:24 WIB

Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon

Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:15 WIB

AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari

AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari

News | Minggu, 05 April 2026 | 20:10 WIB

Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran

Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran

News | Minggu, 05 April 2026 | 20:09 WIB

Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala

Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala

News | Minggu, 05 April 2026 | 20:02 WIB

Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan

Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan

News | Minggu, 05 April 2026 | 19:16 WIB

Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak

Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak

News | Minggu, 05 April 2026 | 19:11 WIB

Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi

Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi

News | Minggu, 05 April 2026 | 19:05 WIB