Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Minggu, 01 Maret 2026 | 17:41 WIB
Dubes Iran Sebut Agresi AS-Israel Sebagai Bagian Sejarah Panjang Intervensi Washington
Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. [Suara.com/Faqih Fatturahman]
  • Dubes Iran sebut agresi Amerika Serikat bagian sejarah panjang permusuhan Washington.
  • Iran soroti pola intervensi Amerika Serikat sejak kudeta 1953 hingga sekarang.
  • Teheran kecam serangan rudal AS-Israel sebagai pelanggaran berat hukum internasional.

Suara.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026 bukanlah insiden terisolasi. Menurutnya, serangan tersebut merupakan kelanjutan dari sejarah panjang permusuhan dan intervensi Washington terhadap Teheran.

Dalam keterangan resmi yang dirilis Kedutaan Besar Iran, dipaparkan serangkaian peristiwa yang dinilai sebagai bentuk agresi sistematis Amerika Serikat terhadap kedaulatan Iran sejak dekade 1950-an.

Iran secara khusus menyoroti peristiwa kudeta 19 Agustus 1953 yang menggulingkan Perdana Menteri Mohammad Mosaddegh sebagai titik awal campur tangan AS dalam politik domestik mereka.

Selain itu, Teheran juga menyinggung dukungan AS terhadap rezim Saddam Hussein selama Perang Iran-Irak pada medio 1980-an, serta tragedi penembakan pesawat komersial Iran Air oleh kapal perang USS Vincennes pada Juli 1988 yang menewaskan 291 orang.

Iran menyebut sebagai salah satu korban terbesar terorisme di dunia, dengan mencatat 17.000 jiwa melayang akibat aksi kelompok Mujahidin Khalq (MKO) yang disebut mendapat perlindungan dari Washington.

Pernyataan resmi tersebut turut mengungkit pembunuhan komandan militer senior Iran di Baghdad pada Januari 2020 atas instruksi langsung Presiden AS, serta rentetan serangan terhadap fasilitas nuklir damai Iran sepanjang tahun 2024 hingga 2025.

Kedutaan Besar Iran menyimpulkan bahwa seluruh rangkaian peristiwa ini menunjukkan pola intervensi yang konsisten, yang berujung pada kerusakan masif serta korban jiwa.

Terkait agresi terbaru pada akhir Februari 2026, Iran menegaskan bahwa tindakan militer tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran

Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 16:51 WIB

Jawaban Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei saat Anak Kecil Minta Didoakan Mati Syahid

Jawaban Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei saat Anak Kecil Minta Didoakan Mati Syahid

Entertainment | Minggu, 01 Maret 2026 | 16:29 WIB

Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan

Berbeda dengan Venezuela, Dino Patti Djalal Menilai Serangan AS-Israel Picu Konflik Berkepanjangan

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 16:11 WIB

Terkini

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB