KPPS Meninggal Tembus 500 Orang, Eks Ketua KY Pertanyakan SOP KPU

Agung Sandy Lesmana

Senin, 13 Mei 2019 | 13:45 WIB
KPPS Meninggal Tembus 500 Orang, Eks Ketua KY Pertanyakan SOP KPU
Jenazah Adi Slamet, Ketua KPPS di Jawa Timur saat di rumah duka. (Suara.com/Dimas)

Suara.com - Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY), Aidul Fitriciada Azhari mempertanyakan Standard Operasional Prosedur (SOP) Pemilu yang dibuat Komisi Pemiluhan Umum (KPU). Menurutnya, SOP tersebut menjadi salah satu penyebab banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang wafat.

Hal tersebut diakui oleh Aidul dalam diskusi publik dengan tajuk 'Membedah Persoalan Kematian Mendadak Petugas Pemilu dari Perspektif Keilmuan' yang digelar oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

"Apakah SOP yang dibikin sudsh dipertimbangkan? Pemerintah harus bertanggungjawab terenggutnya hak hidup karena kebijakan. Karena mereka (KPPS) bekerja karena menjalankan kewenangan," ujar Aidil di Sekretariat IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Eks Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari. (Suara.com/Fakhri)
Eks Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari. (Suara.com/Fakhri)

Menurutnya, salah satu penyebab dari meninggalnya anggota KPPS karena jam kerja yang terlalu panjang hingga kelelahan sudah diketahui KPU. Karena itu disebutnya, KPU sudah mengurangi jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah dikurangi dari 500 menjadi 300 DPT.

Namun, kebijakan KPU tersebut dikatakan Aidil masih kurang matang karena masih banyak anggota KPPS yang gugur. Aidil juga menyebut pada 2014, anggota KPPS yang gugur juga mencapai ratusan orang. Seharusnya hal tersebut dikatakan Aidil bisa menjadi pertimbangan kebijakan Pemilu tahun 2019.

"Sebenarnya overtime itu sudah didasari karena 144 KPPS meninggal tapi respons publik dan pemerintah kurang. Jika mengacu pada overtime, kita bisa telusuri SOP," jelas Aidil.

Aidil menuturkan ia sepakat dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap banyaknya anggota KPPS yang meninggal. Nantinya hasil penyelidikan tersebut menurutnya bisa dijadikan bahan evaluasi untuk SOP Pemilu selanjutnya.

"Tentunya Pemilu dengan SOP lebih baik, barang kali rasio lebih kecil dari sebelumnya, tentunya demi pemenuhan hak asasi manusia," pungkas Aidil.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Solusi Wapres JK untuk Perbaiki Pemilu Indonesia

Dua Solusi Wapres JK untuk Perbaiki Pemilu Indonesia

News | Senin, 13 Mei 2019 | 13:43 WIB

Tanggapi Megawati, KPU Pastikan Evaluasi Sistem Setelah Pemilu 2019 Selesai

Tanggapi Megawati, KPU Pastikan Evaluasi Sistem Setelah Pemilu 2019 Selesai

News | Senin, 13 Mei 2019 | 13:25 WIB

Megawati Minta Pemilu 2019 Dievaluasi, Ini Kata BPN Prabowo

Megawati Minta Pemilu 2019 Dievaluasi, Ini Kata BPN Prabowo

News | Senin, 13 Mei 2019 | 13:18 WIB

Rekapitulasi Suara Pemilu 2019: Jokowi dan PDIP Berjaya di Sulawesi Barat

Rekapitulasi Suara Pemilu 2019: Jokowi dan PDIP Berjaya di Sulawesi Barat

News | Senin, 13 Mei 2019 | 12:45 WIB

Kemenkes Mulai Otopsi Petugas KPPS yang Meninggal di 17 Provinsi

Kemenkes Mulai Otopsi Petugas KPPS yang Meninggal di 17 Provinsi

News | Senin, 13 Mei 2019 | 12:22 WIB

Terkini

Indonesia, Malaysia, dan Singapura Komitmen Selat Malaka Tetap Gratis dan Bebas Pelayaran Dunia

Indonesia, Malaysia, dan Singapura Komitmen Selat Malaka Tetap Gratis dan Bebas Pelayaran Dunia

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:44 WIB

MediaTek Helio G99 vs Unisoc T616, Mana yang Lebih Bagus untuk HP Entry Level?

MediaTek Helio G99 vs Unisoc T616, Mana yang Lebih Bagus untuk HP Entry Level?

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:43 WIB

Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Ratusan Warga Geruduk Pabrik Sepeda Listrik di Semarang

Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Ratusan Warga Geruduk Pabrik Sepeda Listrik di Semarang

Jawa Tengah | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:42 WIB

Gaji 31 Ribu Karyawan Terancam, DPR Desak Piutang PT Pos Rp158 Miliar Segera Cair

Gaji 31 Ribu Karyawan Terancam, DPR Desak Piutang PT Pos Rp158 Miliar Segera Cair

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Budi Arie Minta Maaf Usai Pancing Polemik Pemilu Dipercepat: Murni Analisa Pribadi Saya

Budi Arie Minta Maaf Usai Pancing Polemik Pemilu Dipercepat: Murni Analisa Pribadi Saya

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Ijazah Tertahan, Zonasi Dikeluhkan: DPRD DKI Desak Evaluasi Total PPDB

Ijazah Tertahan, Zonasi Dikeluhkan: DPRD DKI Desak Evaluasi Total PPDB

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Mitos dan Fakta Rice Cooker Low Carbo untuk Diet dan Penderita Diabetes

Mitos dan Fakta Rice Cooker Low Carbo untuk Diet dan Penderita Diabetes

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Hasil Patungan Personel Polres Bogor, Bantuan Rp100 Juta Tiba di Manggarai Timur NTT

Hasil Patungan Personel Polres Bogor, Bantuan Rp100 Juta Tiba di Manggarai Timur NTT

Bogor | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Akting Zendaya di Euphoria Season 1 Dipuji Habis-Habisan, Layak Ditonton?

Akting Zendaya di Euphoria Season 1 Dipuji Habis-Habisan, Layak Ditonton?

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Budi Arie Minta Maaf Soal Isu Pemilu Dipercepat, Klaim Tak Ada Kaitan dengan Jokowi

Budi Arie Minta Maaf Soal Isu Pemilu Dipercepat, Klaim Tak Ada Kaitan dengan Jokowi

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:32 WIB

×