Kemenkes Mulai Otopsi Petugas KPPS yang Meninggal di 17 Provinsi

Pebriansyah Ariefana, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 13 Mei 2019 | 12:22 WIB
Kemenkes Mulai Otopsi Petugas KPPS yang Meninggal di 17 Provinsi
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut sedang melakukan otopsi verbal terhadap anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut sedang melakukan otopsi verbal terhadap anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal. Otopsi verbal adalah melakukan investigasi atas kematian seseorang melalui wawancara dengan orang terdekat mengenai tanda-tanda kematian.

Hal tersebut diakui oleh Tri Hesti Widyastuti selaku perwakilan Dirjen Pelayanan Kesehatan dalam diskusi publik dengan tajuk 'Membedah Persoalan Kematian Mendadak Petugas Pemilu dari Perspektif Keilmuan' yang digelar oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Namun menurut Hesti, otopsi verbal tersebut masih berproses dan belum selesai di 34 Provinsi di Indonesia.

"Kami dapat laporan 12 Mei pukul 18.00 WIB, baru 17 Provinsi yang masuk, belum semua (KPPS) dari tiap TPS Kabupaten-Provinsi. Tapi kan melakukan otopsi verbal tidak mudah," ujar Hesti di Sekretariat IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Perintah untuk melakukan otopsi verval tersebut dikatakan Hesto sudah dilakukan melalui surat edaran kepada Dinkes Provinsi agar menjadi pelaksana. Nantinya menurut Hesti dari Dinas tersebut akan melakukan koordinasi dengan puskesmas tiap daerah untuk mengirim petugasnya melakukan otopsi verbal kepada KPPS sakit dan meninggal.

"Nanti kita tetap masih terus menerus melakukan penelusuran. Contohnya yang media sosial itu kitaa telusuri. Nanti dari Puskesmas petugasnya datang terus laporan," jelas Hesti.

Untuk anggota KPPS yang wafat, yang akan diotopsi verbal menurut Hesti adalah yang meninggal saat tidak di rumah sakit. Usia terbanyak yang wafat dikatakan Hesti diatas 50 tahun dengan penyebab yang berbagai macam

"Didapatkan umur kematian tertinggi di atas 50 tahun, penyebab terbanyak, gagal jantung, stroke, kecelakaan lalu lintas," pungkas Hesti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Temukan 13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS

Kemenkes Temukan 13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS

Health | Minggu, 12 Mei 2019 | 21:11 WIB

Sempat Linglung dan Mengigau, Ketua Panwascam di Bali Akhirnya Meninggal

Sempat Linglung dan Mengigau, Ketua Panwascam di Bali Akhirnya Meninggal

News | Minggu, 12 Mei 2019 | 20:37 WIB

13 Penyakit Penyebab Ratusan Petugas KPPS Meninggal

13 Penyakit Penyebab Ratusan Petugas KPPS Meninggal

News | Minggu, 12 Mei 2019 | 17:50 WIB

Tewas Misterius, Petugas KPPS Membusuk di Hutan Setelah Hilang 5 Hari

Tewas Misterius, Petugas KPPS Membusuk di Hutan Setelah Hilang 5 Hari

News | Minggu, 12 Mei 2019 | 14:04 WIB

Keluarga Menolak Jasad Petugas KPPS yang Meninggal Dibongkar

Keluarga Menolak Jasad Petugas KPPS yang Meninggal Dibongkar

Jawa Tengah | Sabtu, 11 Mei 2019 | 14:07 WIB

Terkini

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

Kasus Korupsi Anggaran Rp19,5 Miliar! Mantan Ketua DPRD Merangin Ditahan Kejati Jambi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

Solidaritas Perempuan Beri Skor 0 ke DPR: Terbukti Buta Realitas Akar Rumput!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Kesaksian Korban Saat Bus Persib U-18 Dikepung dan Diserang dengan Batu oleh Oknum Suporter

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

Mengapa Banjir Bandang Terjang Padang di Tengah Kemarau dan Karhutla?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02 WIB

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Jeda dari Lifestyle Inflation: Tidak Semua Tren Harus Dikejar Demi Gengsi

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Walkot Bandung Marah Besar! Pemain Persib U-18 Diserang, Pelaku Bakal Dikejar hingga Tuntas

Walkot Bandung Marah Besar! Pemain Persib U-18 Diserang, Pelaku Bakal Dikejar hingga Tuntas

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN Bentukan Prabowo, Ini Sosoknya

Satyawan Pudyatmoko Jadi Calon Kepala BPGMN Bentukan Prabowo, Ini Sosoknya

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tokcer Bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach: Kebobolan 18 Gol

Tokcer Bersama Timnas Indonesia, Kevin Diks di Borussia Monchengladbach: Kebobolan 18 Gol

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba

Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 20:38 WIB

×