Petuah Andi Arief untuk Ulat Bulu dan Buaya Manjat, Sindir Siapa?

Rendy Adrikni Sadikin, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 17 Mei 2019 | 12:42 WIB
Petuah Andi Arief untuk Ulat Bulu dan Buaya Manjat, Sindir Siapa?
Andi Arief (Twitter)

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Andi Arief kembali membuat heboh jagat publik. Lagi-lagi, Andi Arief membuat sebutan tersendiri untuk menyindir seseorang, yakni ulat bulu dan buaya manjat.

Hal ini diungkapkan oleh Andi Arief melalui akun Twitter miliknya @andiarief_. Awalnya Andi Arief menyindir kelemahan seorang calon yang menuding kekalahannya disebabkan oleh tokoh lain dan anaknya yang tidak ikut berkompetisi, yakni Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Sepanjang pemilu yang pernah ada,baru kali ini nasib atau kekalahan calon disebabkan tokoh lain yang tidak ikut berkompetisi. Bahkan anak tokoh lain itu juga disalahkan. Sedemikian lemahkah calonmu?," kata Andi Arief seperti dikutip Suara.com, Jumat (117/5/2019).

Andi Arief pun menyebut bahwa dalam suatu kontestasi sesungguhnya, sosok yang berperang adalah si calon itu sendiri, bukan tokoh-tokoh yang ada di belakangnya. Petuah tersebut ia tujukan untuk para ulat bulu dan buaya manjat, Andi Arief tak menjelaskan lebih jauh siapa sosok yang ia maksud tersebut.

Cuitan Andi Arief soal ulat bulu dan buaya manjat (Twitter)
Cuitan Andi Arief soal ulat bulu dan buaya manjat (Twitter)

"Ini perang calonmu. Bukan perang orang lain. Salahkan calonmu kalau tidak sanggup berperang. Perang itu merangkul yang bisa membawa kemenangan, bukan merangkul yang punya uang. Demikian petuah buat para ulat bulu dan buaya manjat," ungkap Andi Arief.

Menurut Andi Arief, justru seharusnya si calon lah yang diumpat dan disalahkan lantaran menjadi penyebab kekalahan. Menyalahkan SBY dan AHY bukanlah sebuah solusi, justru semakin mempersempit ruang yang ada.

"Marah dan umpatlah calonmu yang menjadi sumber kekalahan ini. Itulah cara move on. Selama salah alamat umpatanmu -pada SBY dan AHY- maka hidupmu semakin sempt di dalam ruang yang sudah sempit," tuturnya.

Andi Arief pun meminta kepada si calon untuk meniru sikap SBY yang tak jumawa saat menang dan sikap AHY yang tak patah saat kalah dalam Pilgub DKI.

"Belajarlah pada SBY dan AHY- serta Demokrat. Tidak jumawa saat SBY menang dua pilpres, tidak patah saat AHY kalah di Pilgub DKI," tandasnya.

baca juga

Sebelumnya, AHY sempat menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan secara empat mata. Belum lama ini, AHY juga menghadiri pertemuan dengan beberapa tokoh nasional dan kepala daerah.

Andi Arief pun kerap melancarkan cuitan menyerang Prabowo - Sandi, salah satunya tudingan setan gundul pemasok kemenangan menyesatkan.

Sikap AHY tersebut memantik perdebatan di kubu Prabowo-Sandi lantaran AHY yang notabene merupakan Ketua Kogasma Partai Demokrat yang tergabung dalam koalisi capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono secara terang-terangan mengusir Partai Demokrat dari koalisi Prabowo-Sandi. Mayjen purnawirawan Kivlan Zen juga menuding bila SBY tidak memiliki kelamin yang jelas lantaran menyerang kubu koalisinya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Arief Poyuono Ngaco, TKN: Bayar Pajak Bukan untuk Pemerintah Jokowi

Sebut Arief Poyuono Ngaco, TKN: Bayar Pajak Bukan untuk Pemerintah Jokowi

News | Jum'at, 17 Mei 2019 | 12:03 WIB

Diperiksa Kasus Dugaan Makar, Kivlan Zein Dicecar Soal People Power

Diperiksa Kasus Dugaan Makar, Kivlan Zein Dicecar Soal People Power

News | Jum'at, 17 Mei 2019 | 08:41 WIB

Waketum Gerindra Serukan Tak Bayar Pajak, KSP: Pendidikan yang Tak Baik

Waketum Gerindra Serukan Tak Bayar Pajak, KSP: Pendidikan yang Tak Baik

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 23:21 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×