Banyak Jurnalis Alami Kekerasan, AJI Jakarta Desak Polri Usut Tuntas

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah
Banyak Jurnalis Alami Kekerasan, AJI Jakarta Desak Polri Usut Tuntas
Ilustrasi kekerasan jurnalistik. [AJI]

Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani Amri mengimbau kepada para pemimpin media untuk bertanggung jawab atas keselamatan jurnalis saat peliputan.

Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kekerasan yang terjadi terhadap jurnalis sepanjang peliputan pada rangkaian aksi 22 Mei di Jakarta.

AJI mencatat, ada sekitar 20 jurnalis dari berbagai media yang menjadi korban kekerasan dari aparat kepolisian maupun warga dan massa aksi pada saat melakukan peliputan pada kerusuhan di wilayah Thamrin sekitar Bawaslu, Petamburan hingga Slipi.

Adapun kekerasan yang dialami jurnalis berupa pemukulan, penamparan, intimidasi, persekusi, ancaman, perampasan alat kerja jurnalistik, penghalangan liputan, penghapusan video dan foto hasil liputan, pelemparan batu, hingga pembakaran motor milik jurnalis.

"Mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis, baik oleh polisi maupun kelompok warga," ujar Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani Amri dalam keterangan pers, Jumat (24/5/2019).

Asnil mengimbau kepada para pemimpin media untuk bertanggung jawab atas keselamatan jurnalis saat peliputan. Ia juga meminta media memberikan pembekalan dan pengetahuan Safety Journalist serta penanganan trauma yang terjadi selama peliputan.

Selanjutnya, AJI mengimbau agar jurnalis dapat mengutamakan keselamatan saat bertugas terutama pada situasi dan kondisi di tengah kericuhan.

"Mengimbau para jurnalis yang meliput aksi massa untuk mengutamakan keselamatan dengan menjaga jarak saat terjadi kerusuhan," kata Asnil.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS