Dilarang Negara, Cucu Pendiri Singapura Nikahi Kekasih Gay di Afsel

Reza Gunadha
Dilarang Negara, Cucu Pendiri Singapura Nikahi Kekasih Gay di Afsel
Li Huanwu bersama pasangan sejenisnya Heng Yirui. [Instagram Heng Yirui]

UU Singapura Pasal 377A melarang hubungan seksual sejenis dan mengkriminalisasinya.

Suara.com - Li Huanwu, cucu Perdana Menteri pertama Singapura Lee Kwan Yew, menikahi kekasih sesama jenisnya di Cape Town, Afrika Selatan, Jumat (24/5) pekan lalu. Momen bahagia keduanya diunggah Li di media sosial Instagramnya.

Satu dari tujuh cucu mendiang PM yang akrab disapa Harry Lee itu menikahi kekasihnya, Heng Yirui. Pernikahan sesama jenis legal di Afsel sejak 2006.

Heng mengatakan, kisah keduanya menuju momen itu sungguh luar biasa. Mereka mendapat dukungan dari teman serta keluarga.

"Inilah hubungan cinta seumur hidup yang penuh kasih dan keceriaan," demikian ungkapan Heng.

Li juga menyatakan bahagia bisa berbagi momen pernikahan dengan orang terdekat. Hubungan keduanya mulai tercium publik sejak dua tahun terakhir.

Persisnya sejak beredar spekulasi mengenai orientasi seksual Li pasca-terlihat berada di lokasi Pink Dot 2017.

Tak hanya sekadar hadir di lokasi, dia juga menyuarakan dukungan terhadap acara tahunan yang merupakan parade pendukung komunitas LGBT Singapura.

Ayah Li, Lee Hsien Yang yang merupakan putra kedua Lee Kuan Yew dilaporkan menyambut hangat pernikahan putranya.

Sebelum wafat pada 2015, Lee pernah menyampaikan pandangannya mengenai komunitas LGBT. Menurutnya Lee, ada perbedaan genetik.

"Jadi, jika ada dua pria dan dua perempuan saling mencintai, biarkan mereka sendiri," ujar Lee pada 2011.

Kabar pernikahan itu tentu menjadi berita besar mengingat UU Singapura Pasal 377A melarang hubungan seksual sejenis dan mengkriminalisasinya.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong yang notabene paman Li mengutarakan pentingnya pasal tersebut mengingat masyarakat Negeri "Singa" adalah masyarakat konservatif.

Warga Singapura, katanya, belum siap untuk berkompromi dengan kaum LGBT. Meski begitu, Lee juga berujar pemerintah tak bakal bersikap sebagai polisi moral.

Artinya, pemerintah tidak akan benar-benar memaksakan implementasi pasal ini, dan tak bakal mendiskriminasi LGBT.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS