Toleransi Syahadat Romo Bonifasius Abas dan Pluralisme Gus Dur

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 31 Mei 2019 | 11:53 WIB
Toleransi Syahadat Romo Bonifasius Abas dan Pluralisme Gus Dur
Romo Bonifasius Abbas. [Suara.com/Teguh Lumbiria]

Lebih lokal di Majenang dan sekitanya, terkait pluralisme dan toleransi itu dalam pandangannya terjalin cukup bagus.

“Saya baru satu tahun tugas di Majenang. Sebelumnya di Purwokerto, Makasar, Yogyakarta, Pekalongan, dan Banjarnegara. Dan saya melihat, teman teman secara umum yah, di Majenang masyarakatnya cukup terbuka,” kata dia.

Kegiatan Sarasehan dan Buka Bersama, “Memaknai Kesalehan Sosial di Bulan Suci Ramadan di Gereja Santa Theresia, Majenang, Cilacap, Senin (27/5) sore, menjadi salah satu tolokukurnya.

Sarahsehan dengan tagline “Kencot Baren Wareg Bareng” itu menghadirkan Budayawan Ahmad Tohari dan Romo Boni Abas.

Sarasehan yang diikuti ratusan peserta juga menghadirkan Ketua MWC NU Majenang, Kyai Hisbullah Huda dan Eko Waluyo dari PC Lesbumi Cilacap. Pamong Budaya Nasional Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Imam Hamidi Antassalam juga hadir dalam acara tersebut.

“Dengan kegiatan kemarin, kan bukan hanya Katolik dan Gusdurian. Tapi juga dengan NU, Muhammadiyah, lalu dengan gereja Kristen lain kita undang, mereka hadir juga. Dengan melihat itu, saya merasa bahwa orang di Majenang itu terbuka dan betul-betul punya hati. Dan saya rasa sangat mendukung soal toleransi, soal kerja sama,” kata dia.

Hal itu menjadi modal penting untuk ke depannya.

“Dan yang istimewa, kemarin (peserta) membaur langsung. Orang tidak pusing, apakah kamu NU, kamu Muhammadiyah atau saya Katolik. Orang semuanya membaur jadi sama-sama duduk bareng.

Ini Indonesia banget. Dan saya rasa soal toleransi di Majenang cukup berkembang,” kata dia.

baca juga

Potret toleransi itu diperkuat dengan tari sufi oleh pegiat Lesbumi. Dalam satu sesi, tarian ini diiringi oleh kelompok hadroh. Kemudian sesi berikutnya menggandeng pengiring dari paduan suara Gereja Santa Theresia.

Saat bicara mengenai agama, Romo Boni memandang sebagai jalan menuju Tuhan. Banyaknya agama pada akhirnya memiliki banyak jalan. Namun tiap jalan ini punya tujuan akhir yang sama yakni Tuhan.

Kegiatan mendaki gunung dengan route yang berbeda, dijadikan contoh olehnya.

"Kita tidak bisa menyalahkan orang yang naik gunung lewat jalan lain. Tapi agama mengajarkan kita untuk setia dengan jalan yang kita pilih," kata dia.

Kontributor : Teguh Lumbiria

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Toleransi Romo Boni Bimbing Muslim Ucapkan Syahadat Sebelum Meninggal

Kisah Toleransi Romo Boni Bimbing Muslim Ucapkan Syahadat Sebelum Meninggal

Jawa Tengah | Jum'at, 31 Mei 2019 | 08:15 WIB

Viral Dosen Kristen Beri Makan Buka Puasa ke Mahasiswa Muslim, Siapa Dia?

Viral Dosen Kristen Beri Makan Buka Puasa ke Mahasiswa Muslim, Siapa Dia?

News | Rabu, 29 Mei 2019 | 18:44 WIB

Dinilai Diskriminasi, Ini Tujuan Wali Kota Ingin Sahkan Perda Kota Religius

Dinilai Diskriminasi, Ini Tujuan Wali Kota Ingin Sahkan Perda Kota Religius

Jabar | Senin, 20 Mei 2019 | 11:19 WIB

Kaum Hindu Terdiskriminasi di Bekasi, Tempuh 32 Km untuk Menghadap Tuhan

Kaum Hindu Terdiskriminasi di Bekasi, Tempuh 32 Km untuk Menghadap Tuhan

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 13:32 WIB

Umat Kristiani Depok Bagikan Takjil ke Pengendara di Jalan Margonda

Umat Kristiani Depok Bagikan Takjil ke Pengendara di Jalan Margonda

Jabar | Rabu, 15 Mei 2019 | 22:32 WIB

Terkini

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Masuk Fase Akhir

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:11 WIB

Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat

Daftar Harga HP Motorola Agustus 2026 Terbaru, Lengkah dari Entry Level ke HP Lipat

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen

Stok AS Melonjak, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Wajah Baru Pasar Godean Usai Relokasi, Pedagang Masih Perlu Beradaptasi

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:52 WIB

3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar

3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:48 WIB

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

×