Kaum Hindu Terdiskriminasi di Bekasi, Tempuh 32 Km untuk Menghadap Tuhan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 Mei 2019 | 13:32 WIB
Kaum Hindu Terdiskriminasi di Bekasi, Tempuh 32 Km untuk Menghadap Tuhan
Lahan seluas 1 hektar di areal persawahan yang akan dibangun menjadi pura di Desa Sukahurip, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (VOA/Sasmito Madrim)

Suara.com - Tidak jauh dari kantor Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Suyono didiskriminasi. Warga Hindu di Desa Sukahurip, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat itu tidak bisa ibadah dengan bebas.

Suyono harus menempuh perjalanan hingga 2 jam untuk beribadah di Pura Agung Tirta Bhuana yang berada di kawasan Jakasampura, Kota Bekasi. Jarak rumah ke pura itu 32 km.

Menurutnya, perjalanan tersebut bisa menjadi lebih lama yakni hingga 5 jam jika jalan raya dalam keadaan macet. Suyono terpaksa melakukan hal tersebut karena tidak ada satupun rumah ibadah bagi umat Hindu atau pura di di Kabupaten Bekasi.

Atas dasar itulah, Suyono bersama pemeluk Hindu lainnya di Kabupaten Bekasi berencana membangun pura di Desa Sukahurip di lahan seluas 1 hektar.

"Ya mudah-mudahan warga memahami kebutuhan umat kami yang sedikit di sini. Kalau dikumpulkan ya banyak. Kita tidak bakalan mengajak umat agama lain bergabung ke agama kami, tidak ada," tutur Suyono kepada VOA sepulang bekerja dari sawah di Bekasi, Rabu (15/5).

Lelaki kelahiran Gunung Kidul, Yogyakarta yang sudah 21 tahun tinggal di Desa Sukahurip menambahkan ada 2 keluarga yang beragama Hindu di desanya. Namun, jumlah umat Hindu secara keseluruhan di Kabupaten Bekasi, menurut Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), berjumlah sekitar 7 ribu orang.

Karena itu, kata Suyono, keberadaan pura di Desa Sukahurip nantinya juga dapat menambah penghasilan bagi masyarakat sekitar seperti dari parkir dan sebagainya.

Ketua PHDI Kabupaten Bekasi, I Made Pande Cakra menambahkan, ketiadaan pura di wilayahnya juga membuat siswa-siswi sekolah dasar hingga menengah atas harus menempuh puluhan kilometer ke Kota Bekasi untuk belajar ke Pura Agung Tirta Bhuana.

"Jadi desakan dari warga (umat) kita, karena mereka setiap Minggu pagi harus mengantar anak yang tidak mendapat pelajaran agama di sekolah ke pura Kalimalang itu. Sementara itu ada yang dari Setu, Cibarusa, Tambelang itu cukup jauh. Kalau yang punya mobil mungkin bisa. Kalau yang tidak bisa naik angkot 3-4 kali itu," jelasnya kepada VOA.

baca juga

Made menambahkan panitia pembangunan pura di Desa Sukahurip telah dibentuk sejak 1 April 2017. Panitia tersebut telah mengirim surat audiensi ke pemerintah kabupaten Bekasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait tentang rencana pendirian pura.

Panitia juga telah mendapatkan dukungan dari 60 warga sekitar dan memiliki daftar nama 90 umat yang akan menggunakan tempat ibadah sesuai amanat Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006. Menurutnya, kantor kementerian agama dan pemerintah setempat tidak keberatan dengan rencana pendirian pura. Hanya, saat ini mereka masih menunggu rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama Bekasi.

Sekelompok Warga Tolak Pembangunan Pura

Pada awal Mei 2019, sekelompok orang menolak rencana pendirian pura dengan memasang spanduk. Namun, spanduk tersebut akhirnya diturunkan beberapa hari kemudian.

Dua warga yang ditemui VOA di lokasi yang akan dibangun pura yakni di sebuah lahan yang dikelilingi sawah mengatakan tidak keberatan dengan rencana pendirian pura. Salah satunya yaitu Wahidin yang bertani di lahan yang akan dibangun pura. Menurutnya, semua agama memiliki tujuan yang sama yaitu saling membantu dan bergotong royong.

"Kalau saya sebagai masyarakat, agama mau Hindu, Budha, Kristen sama tujuannya. Kalau saya tergantung ulama saja. Kalau ulama para kyai sudah menyetujui saya ikut-ikutan sebagai masyarakat. Mendukunglah, sama tujuannya," kata Wahidin.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Umat Kristiani Depok Bagikan Takjil ke Pengendara di Jalan Margonda

Umat Kristiani Depok Bagikan Takjil ke Pengendara di Jalan Margonda

Jabar | Rabu, 15 Mei 2019 | 22:32 WIB

Bikin Haru, Driver Ojol Non Muslim Beri Makanan untuk Klien Buka Puasa

Bikin Haru, Driver Ojol Non Muslim Beri Makanan untuk Klien Buka Puasa

News | Senin, 13 Mei 2019 | 18:40 WIB

Yuk, Ikutan Viral Kebaikan Ini: Berbagi Bersama Driver Ojol

Yuk, Ikutan Viral Kebaikan Ini: Berbagi Bersama Driver Ojol

Otomotif | Senin, 13 Mei 2019 | 07:25 WIB

Pizza Toleransi Agnes Claudia ke Ojol: Setiap Order Ada Campur Tangan Tuhan

Pizza Toleransi Agnes Claudia ke Ojol: Setiap Order Ada Campur Tangan Tuhan

News | Minggu, 12 Mei 2019 | 16:05 WIB

Agnes Claudia, Gadis Katolik Kasih Pizza ke Driver Ojol untuk Buka Puasa

Agnes Claudia, Gadis Katolik Kasih Pizza ke Driver Ojol untuk Buka Puasa

News | Minggu, 12 Mei 2019 | 12:44 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×