Dibongkar Ilmuwan Politik, Gibran Rakabuming Pernah Ikut Latihan Pidato 2 Tahun Tapi Hasil Nihil

Lintang Siltya Utami

Sabtu, 14 Juni 2025 | 15:31 WIB
Dibongkar Ilmuwan Politik, Gibran Rakabuming Pernah Ikut Latihan Pidato 2 Tahun Tapi Hasil Nihil
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Instagram/@setwapres.ri)

Suara.com - Sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, gerak-gerik Gibran Rakabuming selalu menjadi perhatian masyarakat. Sebelumnya, publik mempertanyakan perihal riwayat pendidikan putra sulung Joko Widodo tersebut karena dinilai memiliki kejanggalan, seperti jumlah tahun masa tempuh SMA.

Belakangan ini, seorang ilmuwan politik Prof Ikrar Nusa Bakti mengatakan bahwa Gibran Rakabuming Raka sempat berlatih untuk melakukan pidato di depan publik.

Hal tersebut dibeberkannya dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP berjudul "Benarkah Pertemuan Prabowo - Megawati Bicarakan Pemakzulan Gibran?" dan dibagikan ulang melalui cuplikan video oleh akun X @Srik4ndiMuslim2.

Dalam video tersebut, Prof Ikrar Nusa Bakti menyoroti momen ketika Gibran Rakabuming Raka membuka perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional VII Korpri di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, pada 5 November 2024.

Kala itu, aksi Gibran Rakabuming menjadi sorotan publik karena ia tidak memberikan sambutan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Alih-alih sambutan, Gibran Rakabuming hanya memukul ketambung, alat musik tabuh khas Dayak yang biasa digunakan untuk membuka acara selain gong.

"Waktu Musabaqah Tilawatil Quran, Gibran datang dan mukul gong, nggak bisa pidato ya. Padahal Musabaqah Tilawatil Quran itu kan suatu yang bersifat umum dan setiap tahun dilaksanakan oleh kita umat Islam di Indonesia," ucap Prof Ikrar Nusa Bakti.

Mantan Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) tersebut menilai bahwa Gibran Rakabuming seharusnya memberikan sambutan. Bahkan jika Gibran Rakabuming merasa tidak tahu mengenai Musabaqah Tilawatil Quran, dirinya hanya perlu mencarinya di internet.

"Dan itu kan kalau Anda (Gibran) ya untuk menjadi orang yang harus bicara di depan, pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran itu kan kalau nggak bisa tinggal buka aja YouTube atau Google," sambung Prof Ikrar Nusa Bakti.

Kemudian, Prof Ikrar Nusa Bakti menambahkan bahwa salah satu temannya mengaku pernah diminta untuk mengajari Gibran Rakabuming berpidato selama dua tahun saat ia masih menjadi Wali Kota Solo. Namun sayang, latihan tersebut tidak membuahkan hasil.

baca juga

"Ada teman saya yang mengatakan, 'aku tuh pernah dapat tugas mengajari Gibran untuk bisa pidato selama dua tahun'. Oh berhasil? 'Kagak'," beber Prof Ikrar Nusa Bakti.

Pemilik kanal, Abraham Samad lantas menanyakan kapasitas berpikir Gibran Rakabuming dan kecerdasan intelektualnya.

"Tapi nggak berhasil? Berarti kalau begitu memang Gibran ini standar IQ di bawah kira-kira ya," tanya Abraham Samad.

Prof Ikrar Nusa Bakti menyebut bahwa dirinya tidak menilai seperti itu, tetapi fakta yang membuktikannya. Terlebih, Prof Ikrar Nusa Bakti juga mencurigai pendidikan Gibran Rakabuming yang selama ini dibicarakan oleh publik.

"Saya nggak mengatakan demikian ya, tapi kenyataanlah. Makanya kemudian saya jadi bertanya-tanya jangan-jangan apa yang dikatakan oleh teman-teman bahwa dia itu jangan-jangan tidak lulus SMA dan sebagainya itu perlu dibuktikan ya," imbuhnya lagi.

Prof Ikrar Nusa Bakti menyebut bahwa informasi yang beredar selama ini mencantumkan bahwa Gibran Rakabuming menyelesaikan pendidikan sembilan tahun di Surakarta, kemudian pindah ke Singapura untuk belajar di Sekolah Menengah Orchid Park.

Namun, Prof Ikrar Nusa Bakti merasa masyarakat perlu mencari tahu lebih dalam perihal riwayat pendidikan Gibran Rakabuming.

"Kenapa saya beri contoh ya, dia kan waktu itu katanya ikut tes di Australia gitu kan untuk mempersiapkan itu, dia harus ikut satu bimbingan belajar lah. Tapi kemudian dia memilih untuk kembali ke Singapura dan kita juga nggak tahu apakah di Singapura itu dia masuk universitas atau bagaimana karena ada orang yang bertanya masa SMP Gibran sampai 4 tahun, maksudnya 2 tahun di Indonesia, 2 tahun di Singapura. Itu kan menjadi tanda tanya besar," ujar Prof Ikrar Nusa Bakti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibungkam Rocky Gerung, Ekspresi Pangeran Mangkubumi Jadi Bahan Tertawaan

Dibungkam Rocky Gerung, Ekspresi Pangeran Mangkubumi Jadi Bahan Tertawaan

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:20 WIB

Ray Rangkuti Vs Sekjen Gibranku: Saling Sindir soal Dinasti Politik dan Upaya Pemakzulan Gibran

Ray Rangkuti Vs Sekjen Gibranku: Saling Sindir soal Dinasti Politik dan Upaya Pemakzulan Gibran

Video | Kamis, 12 Juni 2025 | 18:56 WIB

Demi Prabowo, Dedi Mulyadi Tinggalkan Mobil Mewah, Pilih Ngebut Naik Patwal

Demi Prabowo, Dedi Mulyadi Tinggalkan Mobil Mewah, Pilih Ngebut Naik Patwal

Video | Kamis, 12 Juni 2025 | 17:29 WIB

Terkini

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

×