Ani Yudhoyono, Si Pencatat Baik dan Peredam Emosi SBY

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 03 Juni 2019 | 12:36 WIB
Ani Yudhoyono, Si Pencatat Baik dan Peredam Emosi SBY
SBY dan Ani Yudhoyono (Instagra,/@aniyudhoyono)

Suara.com - Indonesia sedang berduka atas kepergian Ani Yudhoyono, istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak terkecuali Politikus Demokrat, Cipta Panca Laksana. Cipta mengenang Ani selalu siap siaga di samping SBY untuk mencatat berbagai pembahasan dalam rapat.

Ani menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (1/6/2019). Cipta lantas mengenang sosok Ani yang selalu mendampingi SBY saat bertugas menjadi kepala negara maupun ketua umum Partai Demokrat.

"Setiap rapat dan diskusi selalu dicatat dengan detail. Daya tahan mencatat Ibu Ani luar biasa. Kami sering rapat dan diskusi berjam-jam. Ibu selalu mencatat di samping bapak," kata Cipta melalui tulisannya yang diunggah melalui akun Twitternya @panca66 pada Senin (3/6/2019).

SBY dan Ani Yudhoyono (Instagram/@aniyudhoyono)
SBY dan Ani Yudhoyono (Instagram/@aniyudhoyono)

Cipta juga memandang Ani sebagai sosok istri yang mampu menjadi penyeimbang dari sifat SBY demi menjaga keharmonisan rumah tangga keduanya. Cipta menceritakan bahwa SBY dan Ani menikah pada Juli 1975.

Momen mengharukan SBY merawat dan mendampingi Ani Yudhoyono di rumah sakit Singapura. (Instagram)
Momen mengharukan SBY merawat dan mendampingi Ani Yudhoyono di rumah sakit Singapura. (Instagram)

Ia pernah ditunjukkan oleh SBY lokasi pertemuan perdana keduanya yang dipilih menjadi lokasi pesta pernikahan yakni di Markas Akabri Magelang. Sebagai sejoli, Cipta menilai kalau SBY dan Ani memiliki sifat yang sangat berbeda.

"Pak SBY tenang, emosinya terukur, bicaranya tertata baik, disiplin dan selalu menanamkan nilai kebaikan kepada sekelilingnya. Ibu Ani cenderung terbuka, ceplas ceplos, apa adanya dan tidak jaim," ujarnya.

Ani Yudhoyono. (foto Instagram @aniyudhoyono)
Ani Yudhoyono. (foto Instagram @aniyudhoyono)

"Soal ketenangan, bukan berarti pak SBY tidak bisa marah. Kalau marah, Ibu Ani selalu bisa menenangkan Pak SBY. 'Saya kalau bapak marah suka takut, karena biasanya orang yang bapak marahi sering ketiban apes," cerita Ibu Ani beberapa kali ke kami," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Politikus Demokrat: Bu Ani Selalu Mengalah dengan SBY

Politikus Demokrat: Bu Ani Selalu Mengalah dengan SBY

News | Senin, 03 Juni 2019 | 12:04 WIB

SBY Masih Teteskan Air Mata Saat Bicara Mengenang Ani Yudhoyono

SBY Masih Teteskan Air Mata Saat Bicara Mengenang Ani Yudhoyono

News | Senin, 03 Juni 2019 | 10:55 WIB

Tiba di Indonesia Hari ini, Prabowo Langsung ke Cikeas Kunjungi SBY?

Tiba di Indonesia Hari ini, Prabowo Langsung ke Cikeas Kunjungi SBY?

News | Senin, 03 Juni 2019 | 10:38 WIB

So Sweet... Animasi Ini Cocok dengan Kisah Cinta SBY dan Ani Yudhoyono

So Sweet... Animasi Ini Cocok dengan Kisah Cinta SBY dan Ani Yudhoyono

Tekno | Senin, 03 Juni 2019 | 08:21 WIB

Deretan Penghargaan Ani Yudhoyono Semasa Hidup

Deretan Penghargaan Ani Yudhoyono Semasa Hidup

News | Senin, 03 Juni 2019 | 06:36 WIB

Terkini

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

×