Eks Komandan Bantah Tim Mawar Jadi Otak di Belakang Kerusuhan 22 Mei

Pebriansyah Ariefana | Yosea Arga Pramudita
Eks Komandan Bantah Tim Mawar Jadi Otak di Belakang Kerusuhan 22 Mei
Mayjen Purn Chairawan di Gedung Dewan Pers, Jakarta. (Suara.com/Ysea Arga)

Chairawan menegaskan jika Tim Mawar telah bubar sejak tahun 1999 melalui putusan pengadilan.

Suara.com - Mayjen TNI (Purn) Chairawan membantah keterlibatan Tim Mawar dalam insiden kerusuhan saat aksi 22 Mei. Hal tersebut merujuk pada pemberitaan Majalah Tempo terkait pemberitaan dengan judul "Tim Mawar dan Rusuh Sarinah".

Chairawan menegaskan jika Tim Mawar telah bubar sejak tahun 1999 melalui putusan pengadilan. Selepas pensiun dari dunia militer, dirinya menyebut tak pernah berhubungan dengan seluruh anggota Tim Mawar.

"Sudah tak ada kegiatan lagi. Saya pun tak pernah berhubungan lagi dengan mereka," kata Chairawan di Gedung Dewan Pers, Selasa (11/6/2019).

Untuk itu, ia bersama tim kuasa hukum mendatangi Dewan Pers untuk membuat laporan pada hari ini. Iya yakin jika Dewan Pers dapat menyelesaikan kasus jurnalistik tersebut.

"Jadi saya sangat percaya pada Dewan Pers, makanya saya datang. Namanya Dewan pasti arif," sambungnya.

Lebih jauh, ia juga berharap agar pihak kepolisian untuk menyelidiki kebenaran berita tersebut. Selepas dari Dewan Pers, ia beserta kuasa hukum akan mendatangi Baresktim Mabes Polri guna membuat laporan serupa.

'Iya, yang medsos kita adukan UU ITE ke bareskrim, kalau ini kan yang majalah temponya. Ya itu yang kita minta polisi untuk selidiki, dari mana itu percakapannya," papar Chairawan.

Dalam laporan Majalah Tempo edisi 10-16 Juni 2019 menyebutkan mantan anggota Tim Mawar yang terlibat penculikan aktivis 1998, Fauka Noor Farid diduga terlibat di balik aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan 22 Mei. Fauka adalah mantan anak buah Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Dugaan keterlibatan Fauka dibalik kerusuhan 22 Mei itu diungkap dalam laporan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019 bertajuk 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah'.

Berdasar penelusuran tim Majalah Tempo disebutkan Fauka ditengarai berada di kawasan Sarinah depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI saat peristiwa kerusuhan 22 Mei terjadi. Selain itu, terdapat pula sebuah transkrip percakapan yang mengungkap kalau Fauka beberapa kali melakukan komunikasi dengan Ketua Umum Baladhika Indonesia Jaya, Dahlia Zein tentang kerusuhan yang terjadi di sekitar kawasan Bawaslu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS