Lulusan SMK, Simpatisan FPI Sebar Hoaks via YouTube Muslim Cyber Army

Reza Gunadha | Novian Ardiansyah | Suara.com

Jum'at, 28 Juni 2019 | 17:00 WIB
Lulusan SMK, Simpatisan FPI Sebar Hoaks via YouTube Muslim Cyber Army
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menunjukkan barang bukti kasus penyebar hoaks dan ujaran kebencian di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/6). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Bertahan Sejak 2013, Akun MCA Milik Simpatisan FPI Sebar Hoaks di Dua Periode Pemilu

Polisi mengambil alih sejumlah akun Instagram dan Youtube milik tersangka AY (32), simpatisan FPI yang digunakannya untuk menyebarkan hoaks.

Salah satu akun milik AY, yakni kanal YouTube Muslim Cyber Army, ternyata sudah dibuat sejak tahun 2013.

Selama kurun waktu tersebut pula AY menyebarkan hoaks melalui konten video yang dibuat dan dimodifikasi olehnya.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul mengatakan, konten-konten video hoaks yang dibuat AY terkait isu-isu politik mulai Pilpres 2014 hingga Pilpres 2019.

"Semua momen, ada pilpres, kebijakan pemerintah, mau KPU, ada semua. Tergantung momennya sekarang ini membicarakan apa, dia masuk," kata Rickynaldo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Rickynaldo mengatakan, AY yang lulusan SMK jurusan jaringan komputer itu mahir dalam membuat konten serta mengedit dan mendesain.

Dari keahliannya itu, AY kemudian membuat sejumlah konten hoaks yang bertujuan menyerang pemerintah Presiden RI Joko Widodo beserta jajaran menteri kabinet kerja dan institusi negara.

"Sudah, memang dengan keahliannya itu dimanfaatkan untuk membela organisasinya. Narasi dari dia sendiri, narasi, tulisan, suara yang kalau kita ngomong, dia punya aplikasi mengubah suara orang yang asli,” tuturnya.

Hingga kini, akun YouTube Muslim Cyber Army masih bisa diakses. Terkait hal itu, Rickynaldo mengatakan polisi memang tidak memblokir akun milik AY lantaran masih dilakukan pendalaman.

Hal yang sama juga dilakukan pada dua akun Instagran milik AY yakni @wb.official.id dan @officialwhitebaret.

Meski begitu, kata Rickynaldo, ada satu akun lainnya yang juga sudah diblokir oleh platform karena kontennya.

Sebelumnya, AY (32) ditangkap dan dijadikan tersangka oleh polisi lantaran membuat sekaligus menyebarkan konten hoaks di media sosial Instagram dan YouTube.

Dari pengakuannya, AY merupakan seorang mantan anggota yang sekarang beralih menjadi simpatisan ormas Front Pembela Islam (FPI).

Melalui akun media sosial miliknya, AY kerap membuat konten hoaks yang bertujuan untuk menyerang dan menghina pemerintah dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo, para menteri kabinet kerja, Polri, Mahkamah Konstitusi, KPU, dan institusi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebar Hoaks soal MK, Simpatisan FPI Admin YouTube Muslim Cyber Army Dibekuk

Sebar Hoaks soal MK, Simpatisan FPI Admin YouTube Muslim Cyber Army Dibekuk

News | Jum'at, 28 Juni 2019 | 15:21 WIB

Bareskrim Masih Bidik Jaringan Komplotan Hoaks Muslim Cyber Army

Bareskrim Masih Bidik Jaringan Komplotan Hoaks Muslim Cyber Army

News | Jum'at, 23 Maret 2018 | 15:10 WIB

Efek Saracen dan MCA Turun, Berita Hoax Telur Palsu Tambah Marak

Efek Saracen dan MCA Turun, Berita Hoax Telur Palsu Tambah Marak

News | Rabu, 21 Maret 2018 | 18:08 WIB

Pentolan MCA Buron di Korsel, Ini Respon Kemenlu

Pentolan MCA Buron di Korsel, Ini Respon Kemenlu

News | Kamis, 08 Maret 2018 | 16:41 WIB

Terkini

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:18 WIB

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:08 WIB

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:02 WIB

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:22 WIB

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:15 WIB

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26 WIB