Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?

Bella | Suara.com

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:18 WIB
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. [Dok. Antara]
  • Presiden Trump mengklaim pembicaraan produktif dengan Iran, namun Teheran membantah, menyatakan itu upaya AS menekan harga minyak dunia.
  • Mesir, Turki, dan Pakistan menjadi perantara komunikasi tidak langsung antara AS dan Iran setelah eskalasi perang sejak 28 Februari 2026.
  • Iran menuntut jaminan keamanan, ganti rugi AS, dan aturan baru Selat Hormuz sebagai syarat pascaperang, menolak gencatan senjata saja.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara terbuka mengklaim bahwa Washington tengah melangsungkan pembicaraan "produktif" dengan Iran. Namun, di Teheran, para pejabat Iran dengan tegas menepis klaim tersebut, menyebutnya sebagai berita bohong yang sengaja diembuskan AS sekadar untuk menekan lonjakan harga minyak dunia.

Seperti dilansir dari Al Jazeera, dua sumber diplomatik senior di kawasan tersebut mengungkapkan bahwa komunikasi antara AS dan Iran sejatinya memang terjadi, meski tidak secara langsung. Dalam beberapa hari terakhir, Mesir, Turki, dan Pakistan telah membuka saluran komunikasi sebagai perantara.

Kendati demikian, para ahli memandang skeptis peluang terjadinya gencatan senjata dalam waktu dekat, mengingat jurang pemisah yang teramat lebar antara tuntutan kedua belah pihak.

Sikap para pemimpin Iran justru semakin keras terkait konsesi yang harus mereka dapatkan dari AS. Eskalasi ini memuncak sejak perang pecah pada 28 Februari 2026 lalu, ditandai dengan serangan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Aksi Balasan dan Garis Merah Baru Iran

Di medan tempur, AS dan Israel mengklaim operasi militer mereka sukses besar. Pentagon bahkan sesumbar telah menghancurkan 90 persen kapasitas rudal Iran. Namun, Teheran membuktikan sebaliknya. Mereka tetap mampu melancarkan serangan presisi kapan pun mereka mau.

Iran kini mengadopsi taktik "mata ganti mata" untuk memulihkan daya getar militernya. Setelah Israel menyerang ladang gas South Pars di Iran, pasukan Teheran langsung membalas dengan menghantam fasilitas gas utama Qatar pekan lalu, yang melumpuhkan 17 persen kapasitas ekspor Doha.

Demikian pula saat fasilitas nuklir Natanz diserang, Iran menembakkan dua rudal balistik yang berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam kota Arad serta Dimona, melukai lebih dari 180 orang.

Lebih jauh, Iran tak lagi sekadar menuntut gencatan senjata. Mereka menginginkan tatanan pascaperang yang menjamin keamanan dan pemulihan ekonomi secara jangka panjang. Para pejabat politik dan militer Iran mematok "garis merah" baru: AS harus membayar ganti rugi, memberikan jaminan pasti bahwa Iran tidak akan diserang lagi, dan menyepakati kerangka aturan baru di Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima ekspor minyak global yang kini lumpuh akibat ratusan kapal tertahan.

Peneliti senior di Center for International Policy di Washington, DC, Negar Mortazavi, menilai Iran akan memanfaatkan pengaruh ekonominya.

“Pengendalian pergerakan di Selat Hormuz ini sekarang memberi mereka ide, ‘mungkin kita bisa mengenakan biaya pelayaran seperti beberapa tempat lain di dunia’, ada diskusi-diskusi semacam itu di Iran,” kata Mortazavi, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (25/3/2026).

Para analis meyakini Teheran tidak akan melepaskan pengaruh di Selat Hormuz tanpa konsesi yang sepadan, terutama setelah pemerintahan Trump pada Jumat lalu terpaksa mencabut sementara sanksi atas 140 juta barel minyak Iran di laut demi menurunkan harga energi.

Apa yang Diinginkan AS?

Di sisi lain, AS terus berusaha mencegah Iran merakit bom nuklir. Pada Senin lalu, Trump menuntut Iran untuk menyerahkan lebih dari 400 kilogram uranium yang nyaris mencapai tingkat senjata nuklir. Namun, Iran mengklaim persediaan tersebut telah terkubur di bawah reruntuhan fasilitas nuklirnya yang dibom oleh AS sendiri.

Menariknya, tuntutan AS terkait program rudal Iran dilaporkan mulai melunak. Jika sebelumnya Washington menuntut pembongkaran total, sumber diplomatik menyebut AS kini menawarkan agar Iran diizinkan menyimpan 1.000 rudal jarak menengah.

Meski begitu, krisis kepercayaan yang akut membuat diplomasi berjalan di tempat. Iran mengingat rekam jejak Trump yang pernah dua kali mengebom Iran tepat saat utusannya sedang bernegosiasi (pada Juni 2025 dan Februari 2026), ditambah retorika Trump yang kerap menyuarakan pergantian rezim.

Pertanyaan Seputar Para Negosiator Iran

Pertanyaan besar lainnya adalah siapa yang akan memimpin negosiasi dari pihak Iran. Serangan koalisi AS-Israel telah menewaskan banyak petinggi, termasuk Ali Larijani yang selama ini menjadi perantara utama diplomasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS, Meksiko, Kanada Rilis Jersey Anyar Piala Dunia 2026: Adu Keren Nike vs Adidas

AS, Meksiko, Kanada Rilis Jersey Anyar Piala Dunia 2026: Adu Keren Nike vs Adidas

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:17 WIB

Pemain Selandia Baru Tegaskan Dukungan untuk Iran: Mereka Layak di Piala Dunia 2026

Pemain Selandia Baru Tegaskan Dukungan untuk Iran: Mereka Layak di Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Arab Saudi dan UEA Diam-diam Bantu Israel dan AS Perangi Iran

Arab Saudi dan UEA Diam-diam Bantu Israel dan AS Perangi Iran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:23 WIB

Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD

Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:01 WIB

Benjamin Netanyahu Diserang Orang Kepercayaan: Jubir Sindir Tas Mewah Sara Netanyahu

Benjamin Netanyahu Diserang Orang Kepercayaan: Jubir Sindir Tas Mewah Sara Netanyahu

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:46 WIB

Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran

Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:25 WIB

Ini Prediksi yang Bakal Dialami AS-Israel Pasca Pengangkatan Mohammad Bagher Zolghadr

Ini Prediksi yang Bakal Dialami AS-Israel Pasca Pengangkatan Mohammad Bagher Zolghadr

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:00 WIB

Pekan Keempat Perang Lawan AS-Israel, Warga Iran Tercekik: Inflasi Meroket, Internet Mati Total

Pekan Keempat Perang Lawan AS-Israel, Warga Iran Tercekik: Inflasi Meroket, Internet Mati Total

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:05 WIB

Putra Mahkota Arab Saudi Terus Komporin Donald Trump untuk Perangi Iran

Putra Mahkota Arab Saudi Terus Komporin Donald Trump untuk Perangi Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:59 WIB

Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel

Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:52 WIB

Terkini

Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!

Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:35 WIB

Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik

Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:27 WIB

Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN

Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali

Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:48 WIB

Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan

Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:42 WIB

Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap

Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:29 WIB

Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung

Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:58 WIB

Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini

Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:23 WIB

Bakar Semangat Mahasiswa UI, Afi Kalla: Industri Besar Mulai dari Garasi

Bakar Semangat Mahasiswa UI, Afi Kalla: Industri Besar Mulai dari Garasi

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:05 WIB

Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti

Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:28 WIB