Kemarau Panjang, 15 Desa di Bantul Kekeringan Sampai Kesulitan Air

Pebriansyah Ariefana

Senin, 01 Juli 2019 | 12:56 WIB
Kemarau Panjang, 15 Desa di Bantul Kekeringan Sampai Kesulitan Air
Foto udara areal persawahan mengalami kekeringan di Desa Banjar Anyar, Brebes, Jawa Tengah, Senin (17/6). [ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah]

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan sebanyak 15 desa rawan kekeringan. Desa itu kesulitan air bersih akibat musim kemarau panjang 2019.

Ke-15 desa itu diantaranya tersebar di wilayah Kecamatan Pandak dan Pleret, kemudian sejumlah desa di wilayah Piyungan seperti yang belum lama ini sudah mengajukan permohonan bantuan karena masyarakatnya sudah mengalami krisis air.

"Sudah bisa diprediksi manakala pada saat musim kemarau dan cuaca ekstrim seperti ini yang berpotensi terjadi kekeringan di Bantul diperkirakan dialami di sekitar 15 desa tersebar di enam wilayah kecamatan," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Senin (1/7/2019).

Jika dihitung jumlah jiwa yang rawan terdampak kekeringan di 15 desa itu mencapai sekitar 15 ribu jiwa, dengan dampak terparah bagi mereka yang tinggal di dataran tinggi atau lereng bukit dan jauh dari sumber mata air setempat.

"Jadi ada beberapa dusun yang memang posisinya di atas, sehingga kalau jumlah terdampaknya bisa lebih dari 50 ribu jiwa, kalau satu desa yang terdampak rata-rata ada 500 keluarga dengan empat jiwa, sudah 2.000 jiwa, sehingga kalau di 15 desa sudah besar," katanya.

Sebagai antisipasi agar masyarakat tidak mengalami kekeringan dampak kemarau, pihaknya siap melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang sudah dilaporkan mengalami krisis air. Seperti yang dilakukan di Segoroyoso Pleret dan Pandak.

"Kemudian karena kemarau tahun ini dimungkinkan akan berlangsung cukup panjang, sehingga dengan kondisi seperti ini antisipasi kita akan membuat surat permohonan ke Bupati untuk menerbitkan status siaga darurat kekeringan," katanya.

Menurut dia, surat siaga darurat kekeringan sudah dalam proses pengajuan ke bupati, sehingga harapannya segera ditindaklanjuti, karena status siaga darurat kekeringan itu salah satunya untuk antisipasi manakala terjadi kekeringan yang ekstrim.

"Dengan status itu harapan kita baik dari pemerintah provinsi maupun pusat bisa membantu penyelesaian kekeringan, dan warga masyarakat yang sudah mengalami kekeringan saya minta untuk inventarisasi kemungkinan ada mata air yang bisa dimaksimalkan," katanya.

baca juga

Namun demikian, kata dia, kalaupun sumber air yang ada jauh dari masyarakat, maka dibantu dengan dana pusat berupa program pipanisasi untuk mengalirkan sumber mata air yang memang dibutuhkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Desa di Lereng Gunung Bromo Mulai Rasakan Dampak Kemarau

Desa di Lereng Gunung Bromo Mulai Rasakan Dampak Kemarau

Jatim | Sabtu, 29 Juni 2019 | 21:27 WIB

Cegah Kebakaran, Pendaki Gunung Slamet Diminta Jangan Buang Puntung Rokok

Cegah Kebakaran, Pendaki Gunung Slamet Diminta Jangan Buang Puntung Rokok

Jawa Tengah | Sabtu, 29 Juni 2019 | 04:05 WIB

Debit Air Ciliwung di Bendung Katulampa Capai Titik Terendah Nol Centimeter

Debit Air Ciliwung di Bendung Katulampa Capai Titik Terendah Nol Centimeter

Jabar | Jum'at, 28 Juni 2019 | 15:26 WIB

Kesulitan Air Minum, Warga di Cilacap Ini Bikin Sumur di Sungai Mengering

Kesulitan Air Minum, Warga di Cilacap Ini Bikin Sumur di Sungai Mengering

Jawa Tengah | Kamis, 27 Juni 2019 | 21:17 WIB

Dilanda Kekeringan, Warga Sukabumi Jalan Kaki 2 Kilometer Cari Air Bersih

Dilanda Kekeringan, Warga Sukabumi Jalan Kaki 2 Kilometer Cari Air Bersih

Jabar | Rabu, 26 Juni 2019 | 07:52 WIB

Terkini

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×