Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB
Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasushut].
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM telah menerbitkan seluruh persetujuan RKAB komoditas nikel dan batu bara tahun 2026 di Jakarta pada Kamis (29/10/2026).
  • Dirjen Minerba Tri Winarno merinci kuota produksi batu bara yang disetujui berada di kisaran 700 juta ton.
  • Kuota produksi nikel tahun 2026 ditetapkan sekitar 290 juta hingga 300 juta ton, lebih tinggi dari rencana awal.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan seluruh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) komoditas nikel dan batu bara untuk tahun 2026.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, merinci kuota produksi batu bara yang telah disetujui berada di kisaran 700 juta ton.

"Untuk batu bara ya di kisaran 700-an juta ton lah, sudah terbit semua," ujar Tri saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Sementara itu, kuota produksi nikel dalam RKAB 2026 ditetapkan pada kisaran 290 juta hingga 300 juta ton. Angka ini lebih tinggi dari rencana pemangkasan awal yang sempat dirancang di kisaran 260 juta hingga 270 juta ton.

PT Weda Bay Nickel (WBN), pada Kamis (12/2/2026) mengatakan akan mengajukan permohonan revisi kuota produksi nikel kepada pemerintah Indonesia, setelah jatahnya untuk 2026 dipangkas sebesar 71 persen. [Antara]
Ilustrasi pertambangan Nikel. [Antara]

"Nikel sekitar 290 juta sampai 300 juta ton," kata Tri.

Terkait penyusunan RKAB tahun 2027, Tri menjelaskan, pemerintah akan memperhitungkan kondisi kelebihan pasokan (oversupply) nikel di pasar global, merujuk pada data bursa London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Futures Exchange (SHFE) yang mencatatkan surplus stok sekitar 750 ribu ton.

"Kemarin ada pembahasan terkait stok nikel di LME dan Shanghai yang over sekitar 750 ribu ton. Itu harus kita exercise agar produksi kita tidak makin menambah kelebihan pasokan di pasar global," jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah saat ini tengah mengkaji batas produksi yang paling optimal agar pasokan nasional tidak memperparah kelebihan pasokan global, sekaligus tetap menjamin ketersediaan bahan baku untuk kebutuhan smelter di dalam negeri.

"Penetapan kuota harus optimal, tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan smelter domestik, tetapi juga mempertimbangkan dinamika pasar global," pungkas Tri.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Produksi Dipangkas, ESDM Tetap Serok PNBP Rp131 T dari Minerba

Meski Produksi Dipangkas, ESDM Tetap Serok PNBP Rp131 T dari Minerba

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:29 WIB

KRAS Kucurkan 350 Juta Dolar AS untuk Produksi Stainless Steel Slab

KRAS Kucurkan 350 Juta Dolar AS untuk Produksi Stainless Steel Slab

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Menggali Mahitala: Memahat Peradaban Tangguh di Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Terkini

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×