Rencanakan Rekonsiliasi, Gerindra: Jangan Mem-bully, Kami Bukan Pengkhianat

Selasa, 02 Juli 2019 | 10:03 WIB
Rencanakan Rekonsiliasi, Gerindra: Jangan Mem-bully, Kami Bukan Pengkhianat
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno menyapa wartawan usai memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di kediaman Prabowo, Jakarta Selatan, Kamis (27/6). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade menegaskan rencana rekonsiliasi antara capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) hanyalah silahturahmi. Andre Rosiade meminta agar pendukung tidak asal mem-bully.

Pasalnya, banyak pendukung Prabowo-Sandi yang mengaku kecewa dengan langkah rekonsiliasi yang akan ditempuh. Tak sedikit pula para pendukung yang berujung mem-bully Prabowo-Sandi lantaran dinilai tidak konsisten.

Melalui akun Twitter @andre_rosiade, Andre Rosiade menegaskan bahwa tim Prabowo-Sandi bukanlah pengkhianat yang mengkhianati para pendukung. Sehingga ia meminta agar para pendukung tidak asal mem-bully.

"Tolong jangan asal membully dan berprasangka Negatif. Kami bukan pengkhianat," kata Andre Rosiade seperti dikutip Suara.com, Selasa (2/7/2019).

Andre Rosiade menegaskan bahwa rekonsiliasi yang sedang dirancang dalam waktu dekat bukanlah ajang untuk membicarakan jatah pembagian kursi menteri. Pihaknya memiliki misi lain untuk disampaikan.

Dalam rekonsiliasi nanti, Andre Rosiade menyebut pihaknya akan meminta agar Jokowi mau membantu ratusan pendukung Prabowo-Sandi yang bermasalah secara hukum. Selain itu, ia juga meminta agar kasus yang menjerat ulama selama Pemilu 2019 bisa diselesaikan.

"Silahturahim bukan untuk kepentingan jatah menteri tapi untuk membantu ratusan Pendukung yang masih bermasalah secara hukum, ada yang di tahan, juga menyelesaikan kasus yang melanda ulama karena kontestasi Pemilu," ungkap Andre Rosiade.

Andre Rosiade meminta kepada para pendukung untuk tidak menyalah artikan rekonsiliasi yang akan dilakukan. Menurutnya rekonsiliasi bukanlah politik dagang sapi ataua bagi-bagi kursi menteri.

"Hal ini ditujukan untuk meredakan tensi atau polarisasi antara pendukung 01 dengan 02. Jangan sampai Silahturahim atau Rekonsiliasi ini disalah artikan menjadi politik dagang sapi atau bagi-bagi kursi Menteri," pungkasnya.

Baca Juga: Zonasi PPDB, Kak Seto Sebut Manfaatnya Baru Dirasakan 5-10 Tahun ke Depan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI