Amnesty Internasional: 8 Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Belum Diungkap

Pebriansyah Ariefana, Yosea Arga Pramudita

Senin, 08 Juli 2019 | 13:14 WIB
Amnesty Internasional: 8 Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Belum Diungkap
Kerusuhan 22 Mei di Petamburan. (Antara)

Suara.com - Amnesty Internasional Indonesia mendatangi Bareskrim Mabes Polri pada Senin (8/7/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan Amnesty Internasional guna menanyakan hasil investigasi Polri terkait kerusuhan 22 Mei yang terjadi pada 21 dan 22 Mei lalu.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid menerangkan, pihaknya ingin mengetahui secara rinci penyidikan korban tewas dalam insiden tersebut. Pasalnya, dari total 10 korban tewas, baru dua korban yang diungkap ke publik.

"10 warga sipil jadi korban kerusuhan. Kami tentu ingin tahu, apakah kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap 8 orang yang tewas lainnya," kata Usman di Bareskrim Mabes Polri, Senin (8/7/2019).

Usman mengatakan, pihak kepolisian pada Jumat (5/7/2019) mengumumkan dua perisitiwa kematian dua korban, yakni Harun Al Rasyid dan Abdul Aziz. Atas hal tersebut, Usman menyebut pihaknya juga ingin mengetahui penyebab kematian 8 korban lainnya.

"Nah kami tentu ingin tahu, apakah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap 8 orang yang tewas lainnya," sambungnya.

Usman menyebut, pihaknya juga akan menanyakan lebih rinci terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oleh anggota kepolisian. Dugaan kekerasan itu teejadi saat aparat kepolisian mengamankan salah satu perusuh di kawasan Kampung Bali, Jakarta Pusat.

"Dalam pertemuan dengan media jumat yang lalu, pihak kepolisian menyebutkan insiden kampung Bali, di areal Masjid Al Huda,yang menurut kepolisian itu dilakukan oleh korban atas nama Andriansyah, dan kepolisian sudah mengidentifikasi sekitar 10 orang anggota Brimob yang ketika itu dibawah kendali operasi Polda Metro Jaya berasal dari Nusa Tenggara Timur," papar Usman.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya menjatuhkan sanksi terhadap anggota Brimob yang melakukan pengeroyokan terhadap Andri Bibir.

Dedi menerangkan, pihaknya telah memeriksa anggota brimob tersebut. Anggota brimob tersebut telah diketahui berasal dari kesatuan pada salah satu Polda tertentu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty Internasional Sebut 10 Orang Tewas Tak Wajar di Kerusuhan 22 Mei

Amnesty Internasional Sebut 10 Orang Tewas Tak Wajar di Kerusuhan 22 Mei

News | Senin, 08 Juli 2019 | 12:02 WIB

Kerusuhan 22 Mei Masih Misterius, Amnesty Internasional Datangi Mabes Polri

Kerusuhan 22 Mei Masih Misterius, Amnesty Internasional Datangi Mabes Polri

News | Senin, 08 Juli 2019 | 11:19 WIB

Tagih Kasus Kekerasan Polisi saat 22 Mei, Amnesty akan Sambangi Mabes Polri

Tagih Kasus Kekerasan Polisi saat 22 Mei, Amnesty akan Sambangi Mabes Polri

News | Senin, 08 Juli 2019 | 05:55 WIB

Ditembak dari Jarak 11 Meter, Ini Proyektil yang Tewaskan Harun saat 22 Mei

Ditembak dari Jarak 11 Meter, Ini Proyektil yang Tewaskan Harun saat 22 Mei

News | Jum'at, 05 Juli 2019 | 20:17 WIB

Penembak Misterius Remaja saat 22 Mei Teridentifikasi, Ini Ciri-cirinya

Penembak Misterius Remaja saat 22 Mei Teridentifikasi, Ini Ciri-cirinya

News | Jum'at, 05 Juli 2019 | 19:30 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×