Air Seperti Emas di Kampung Tadah Hujan Jakarta, Muara Kamal

Pebriansyah Ariefana, Stephanus Aranditio

Kamis, 11 Juli 2019 | 12:45 WIB
Air Seperti Emas di Kampung Tadah Hujan Jakarta, Muara Kamal
Kampung Tadah Hujan Muara Kamal, Jakarta. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Air bersih menjadi hal yang mahal di Kampung Nelayan Muara Kamal, Penjaringan, Jakarta Utara. Untuk mandi saja, warga harus keluar duit. Apalagi untuk minum!

Kampung Nelayan Muara Kamal adalah kampung tadah hujan di Jakarta. Mereka mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Jika musim kemarau, kantong dirogoh sedalam-dalamnya sampai jebol.

Salah satu Warga Kampung Nelayan Muara Kamal, Penjaringan, Jakarta Utara, Murni (46) mengaku sudah puluhan tahun hidup tanpa air bersih. Mereka melakukan berbagai cara untuk bertahan hidup di wilayah pesisir Jakarta ini.

Murni bercerita di awal kedatangannya ke Muara Kamal dari Tegal, Jawa Tengah pada 2004 karena ikut suaminya yang bekerja sebagai nelayan di sini.

Setiap hari ia hidup berdampingan dengan bau amis khas pasar ikan karena rumahnya yang berada persis di samping Dermaga Kamal Muara.

Berbicara soal air bersih, dalam satu bulan keluarganya harus menyiapkan uang sekitar Rp 900 ribu. Uang itu digunakan untuk membeli tiga jenis air.

Air bersih pertama ia beli dari Udin, seorang penjual air bersih dari PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Disini Murni harus mengeluarkan uang sebesar Rp 7.000 setiap harinya untuk 4 jerigen air bersih untuk keperluan mandi.

"Kalau lagi kemarau begini susah juga dapat dari Bang Udin, kan terbatas," kata Murni saat ditemui di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (11/7/2019).

Air kedua dibelinya dari tetangga yang memiliki sumur dan menjual air bersih dan didistribusikan melalui selang ke tetangga lain. Murni mengeluarkan Rp 10 ribu setiap harinya untuk air yang digunakan untuk mencuci pakaian dan peralatan dapur.

baca juga

"Setiap hari disetok begini, masukin ke drum, apalagi kemarau, enggak bisa nadah hujan," tambahnya.

Sementara untuk kebutuhan makan dan minum, Murni selalu membeli air dari truk tangki yang menjual air bersih setiap pagi di kampungnya dengan uang Rp 10 ribu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani Kesulitan Air, Harga Cabai di Jakarta Rp 50 Ribu Per Kilogram

Petani Kesulitan Air, Harga Cabai di Jakarta Rp 50 Ribu Per Kilogram

News | Selasa, 09 Juli 2019 | 14:26 WIB

Kemarau, Harga Sayuran di Garut Naik Gila-gilaan, Cabai Rp 30.000 per Kg

Kemarau, Harga Sayuran di Garut Naik Gila-gilaan, Cabai Rp 30.000 per Kg

Jabar | Selasa, 09 Juli 2019 | 13:55 WIB

Kementan: Petani yang Gagal Panen karena Kekeringan Bisa Ganti Rugi

Kementan: Petani yang Gagal Panen karena Kekeringan Bisa Ganti Rugi

Bisnis | Senin, 08 Juli 2019 | 16:55 WIB

Waspada Mafia Air di Musim Kemarau, Ada yang Paksa Bendungan Disumbat

Waspada Mafia Air di Musim Kemarau, Ada yang Paksa Bendungan Disumbat

Bisnis | Senin, 08 Juli 2019 | 13:51 WIB

Awas! Jakarta Mudah Kebakaran Selama Musim Kemarau dan Kekeringan Ekstrem

Awas! Jakarta Mudah Kebakaran Selama Musim Kemarau dan Kekeringan Ekstrem

News | Jum'at, 05 Juli 2019 | 14:52 WIB

Terkini

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

×