AI Indonesia Minta Jokowi Bentuk TGPF Novel Baswedan yang Independen

Reza Gunadha, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 17 Juli 2019 | 20:43 WIB
AI Indonesia Minta Jokowi Bentuk TGPF Novel Baswedan yang Independen
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan usai diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/6). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Amnesty Internasional Indonesia meminta Presiden Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen, untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Sebab, pihak Amnesty Internasional Indonesia menilai tim pakar yang dibentuk oleh Polri gagal mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Manager Kampanye Amnesty Internasional Indonesia, Puri Kencana Putri menyebut, hasil investigasi yang dipaparkan dalam konfrensi pers, Rabu (17/7/2019) siang di gedung Bareskrim Polri, gagal memberikan harapan untuk mengungkap tabir kasus itu.

“Temuan tim pakar mengecewakan, mengingat tim tersebut sudah diberikan waktu selama 6 bulan untuk mengungkap fakta dan data di balik penyerangan Novel. Alih-alih menemukan pelaku ataupun identitas pelaku, tim tersebut menyematkan tuduhan yang tidak etis bagi seorang korban yang sedang mencari keadilan seperti Novel Baswedan,” kata Puri melalui keterangan tertulis.

Puri menilai, tim pakar tak logis dalam menyampaikan hasil temuan tersebut. Sebab, tim pakar malah menyebut adanya penggunaan wewenang yang berlebih oleh Novel ketimbang mengungkap siapa pelaku penyerangan tersebut.

"Terlebih saat konferensi pers siang tadi, baik perwakilan Mabes Polri maupun tim pakar tidak mampu memberikan bukti atau penjelasan lebih lanjut terkait tuduhan tersebut,” sambungnya.

Puri malah balik bertanya soal pernyataan pelaku ingin membuat Novel menderita karena air keras yang digunakan mengandung asam sulfat (H2SO4).

Puri menyebut  pernyataan tersebut menunjukkan ketidakseriusan tim pakar bentukan Polri dalam mengungkap kasus teror terhadap Novel.

“Keterangan ini seolah mau mendegradasi keseriusan kasus yang dialami Novel. Semoga pemahaman tersebut salah. Tapi jika benar, ini bisa menjadi pembenaran bagi polisi untuk tidak terlalu serius mengungkap pelaku, apalagi dalang di balik penyerangan Novel,” papar Puri.

baca juga

Puri mengatakan, publik menanti Presiden Jokowi segera mengusut tuntas kasus ini. Pasalnya, Puri menilai Jokowi selamaini justru berdalih untuk memercayakan kepada Polri sebagai pihak yang menangani kasus tersebut.

“Tapi sudah 2 tahun berlalu dan juga sudah 6 bulan waktu yang dihabiskan, kita melihat mereka gagal mengungkap pelaku apalagi dalang di balik penyerangan Novel. Kasus Novel tidak boleh kembali ke titik nol, di mana Bareskrim sebagai tim teknis yang ditunjuk Kapolri akan memegang kendali atas kasus Novel. Presiden tidak boleh tinggal diam. Publik menunggu Presiden Jokowi untuk berani mengambil keputusan membentuk TPGF Independen di bawah presiden.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan Zat Kimia versi TGPF: Novel Tak Dibunuh, Hanya Dibikin Menderita

Temuan Zat Kimia versi TGPF: Novel Tak Dibunuh, Hanya Dibikin Menderita

News | Rabu, 17 Juli 2019 | 16:32 WIB

Hasil Investigasi TGPF Penyerangan Novel Baswedan, Motif Balas Dendam

Hasil Investigasi TGPF Penyerangan Novel Baswedan, Motif Balas Dendam

News | Rabu, 17 Juli 2019 | 15:36 WIB

TGPF Beberkan 6 Kasus Bahaya Terkait Penyerangan Novel Baswedan

TGPF Beberkan 6 Kasus Bahaya Terkait Penyerangan Novel Baswedan

News | Rabu, 17 Juli 2019 | 15:21 WIB

TGPF investigasi Kasus Novel Baswedan Gagal, Polisi Bentuk Tim Rahasia

TGPF investigasi Kasus Novel Baswedan Gagal, Polisi Bentuk Tim Rahasia

News | Rabu, 17 Juli 2019 | 14:56 WIB

Terkini

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

×