Lambung Kapal Bocor, Kapal Bermuatan Karet Tenggelam di Perairan Kotim

Chandra Iswinarno | Suara.com

Minggu, 21 Juli 2019 | 00:25 WIB
Lambung Kapal Bocor, Kapal Bermuatan Karet Tenggelam di Perairan Kotim
Ilustrasi KLM Seruyan. [Antara]

Suara.com - KLM Seruyan Raya yang bertolak dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dikabarkan tenggelam di perairan dekat perbatasan Kotawaringin Timur dan Seruyan pada Sabtu (20/7/2019).

Sedianya, kapal tersebut akan menuju Pontianak, Kalimantan Barat. Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Oktavia Burma mengatakan saat ini pihaknya sedang dalam proses evakuasi.

"Saat ini tim fokus pada evakuasi anak buah kapal. Info terakhir dari pemilik kapal, saat ini posisi KLM Afna Jaya sudah mendekati tempat kejadian," katanya seperti dilansir Antara di Sampit pada Sabtu (20/7/2019) malam.

Untuk diketahui, KLM Seruyan Raya berbobot mati 70 ton bertolak dari Sampit pada Jumat (19/7/2019). Kapal berawak enam orang tersebut mengangkut karet garam. Dari dugaan sementara, kapal diperkirakan tenggelam sekitar pukul 12.00 WIB di lokasi 17 mil laut dari Pantai Ujung Pandaran atau mendekati wilayah perairan Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.

Kapal tersebut dikemudikan Nakhoda Maman dengan anak buah kapal terdiri dari Abdullah, Jaenal, Heri, Ruji, dan seorang pengawas karet. Kapal kayu tersebut diduga tenggelam akibat bocor pada lambung kapal.

Dari informasi sementara, keenam anak buah kapal dan nakhoda dalam kondisi selamat. Mereka bertahan di atas rakit sambil menunggu kedatangan tim evakuasi yang sudah bertolak dari Sampit.

Komunikasi dengan nakhoda dan anak buah kapal dilakukan melalui telepon menggunakan jaringan satelit. Mereka bertahan menggunakan rakit dan barang-barang yang sempat diselamatkan.

Pemilik kapal telah memberangkatkan KLM Afna Jaya sekitar pukul 14.00 WIB. Evakuasi diharapkan berjalan lancar sehingga keenam korban bisa dibawa ke Sampit dengan selamat.

"Kapal patroli juga siap berangkat. Saat ini sedang menunggu koordinasi dengan KSOP Kuala Pembuang," kata Burnama.

Kepala Badan SAR Nasional Pos Sampit, Suprapto, mengatakan, mereka terus berkoordinasi terkait kejadian itu. Hasil koordinasi, pemilik kapal menginformasikan bahwa mereka sudah mengirim kapal untuk mengevakuasi korban.

"Ini kami mau menjemput menggunakan kapal. Pihak agen pemilik kapal juga sudah ada memberangkatkan kapal untuk penjemputan korban," kata Suprapto. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Bawa Rombongan Pengantin Terbalik di Nias, 1 Orang Tewas

Kapal Bawa Rombongan Pengantin Terbalik di Nias, 1 Orang Tewas

News | Minggu, 30 Juni 2019 | 06:06 WIB

Kapal Karam, Bocah 12 Tahun Tewas Jadi Ganti Papan Pegangan buat Adik Bayi

Kapal Karam, Bocah 12 Tahun Tewas Jadi Ganti Papan Pegangan buat Adik Bayi

News | Minggu, 23 Juni 2019 | 17:14 WIB

Nama 30 Penumpang Selamat saat KM Arim Jaya Tenggelam Diterjang Ombak

Nama 30 Penumpang Selamat saat KM Arim Jaya Tenggelam Diterjang Ombak

Jatim | Selasa, 18 Juni 2019 | 08:03 WIB

Bawa Pemain dan Suporter Sepak Bola, Kapal di Uganda Tenggelam

Bawa Pemain dan Suporter Sepak Bola, Kapal di Uganda Tenggelam

News | Selasa, 21 Mei 2019 | 13:20 WIB

Terkini

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

News | Senin, 13 April 2026 | 19:06 WIB

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori

News | Senin, 13 April 2026 | 18:45 WIB

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 18:43 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

News | Senin, 13 April 2026 | 18:38 WIB

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul

News | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

News | Senin, 13 April 2026 | 18:15 WIB

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

News | Senin, 13 April 2026 | 18:09 WIB

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

News | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

News | Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB