alexametrics

Soal Kontak Senjata Nduga, Moeldoko: Perlu Evaluasi antara TNI dan Polisi

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Soal Kontak Senjata Nduga, Moeldoko: Perlu Evaluasi antara TNI dan Polisi
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Suara.com/Ria Rizki).

"Ada sesuatu yang perlu dievaluasi antara TNI dan kepolisian bagaimana dia harus melakukan kegiatan-kegiatan di lapangan secara taktis," tandasnya.

Suara.com - Kontak senjata kembali terjadi melibatkan antara anggota TNI dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KK di Kampung Yuguru, Kabupaten Nduga, Sabtu (20/7/2019). Meskipun bukan ranahnya, namun Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menilai harus ada evaluasi terkait dengan strategi di lapangan.

Atas kejadian tersebut, salah satu prajurit TNI AD tertembak saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Anggota Yonif 755/Yalet, Prada Usman mengalami luka tembak di pinggang sebelah kanan.

"Masih ranahnya kepolisian dan TNI, kami akan melihat kembali," kata Moeldoko di Sekretariat Persatuan Alumni GMNI, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).

Meskipun begitu, mantan Panglima TNI era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa perlu adanya evaluasi yang dilakukan pihak TNI/Polri. Menurutnya harus ada peninjauan ulang terkait dengan strategi di lapangan.

Baca Juga: Kemensos Pastikan Bantuan Pengungsi Nduga Tahap II Tersalurkan Minggu Ini

"Ada sesuatu yang perlu dievaluasi antara TNI dan kepolisian bagaimana dia harus melakukan kegiatan-kegiatan di lapangan secara taktis," tandasnya.

Komentar