Persamuhan Bersejarah, Menlu: Jokowi dan Sheikh Mohamed Sudah Klik

Rabu, 24 Juli 2019 | 17:32 WIB
Persamuhan Bersejarah, Menlu: Jokowi dan Sheikh Mohamed Sudah Klik
Presiden Joko Widodo berjalan bersama Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan (kanan) saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/7). [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi atau Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan merupakan kunjungan bersejarah.

Sebab kata Retno, kunjungan Sheikh Mohamed adalah kunjungan pertama setelah kunjungan yang dilakukan ayahnya, Sheikh Zayed Bin Al Nahyan pada tahun 1990 silam.

"Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat bersejarah karena merupakan kunjungan kenegaraan yang pertama setelah 29 tahun. Jadi kunjungan terakhir adalah dilakukan oleh ayahnya (Sheikh Zayed al-Nahyan)," ujar Retno, Rabu (24/7/2019).

Sheikh Mohamed, kata Retno mengaku senang bisa ke Indonesia karena merupakan pertemuan antara dua sahabat dekat. Ia pun menyebut pertemuan Jokowi dan Sheikh Mohamed adalah pertemuan terpanjang yang dilakukan Jokowi dengan tamu negara lain.

"Jadi di bapak Presiden dengan Sheikh Mohamed memiliki hubungan yang sangat dekat atau istilahnya klik very much jadi sudah mengklik. Kalau kita bilang dan ini juga salah satu pertemuan yang terpanjang yang pernah dilakukan oleh pak Presiden dengan tamu dari negara lain," ucap Retno.

Tak hanya itu, Retno memperkirakan pertemuan antara Jokowi dan Sheikh Mohamed sekitar kurang lebih memakan waktu 2,5 jam.

"Di dalam mobil sekitar kurang lebih satu setengah jam, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan di teras, di beranda selama sekira lebih dari 1 jam," ucap Retno.

Lebih lanjut, Retno menambahkan pertemuan keduanya secara substansi membahas soal peningkatakan kerja sama ekonomi antar kedua negara.

Kemudian Jokowi dan Sheikh Mohamed juga membahas soal peningkatan kerja sama sebagai dua negara muslim.

Baca Juga: Ini Alasan Jokowi Jemput Putra Mahkota Abu Dhabi di Tangga Pesawat

"Dari sisi substansi yang dibahas adalah pertama bagaimana kita bisa meningkatkan kerja sama ekonomi jadi pembahasan mengenai ekonomi sangat kental sekali dan yang kedua adalah bagaimana kita dua negara muslim bisa melakukan kerjasama yang dapat membawa manfaat bagi umat bagi masyarakat kita," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI