Pengamat: Kenaikan Tarif Parkir Jakarta Bisa Kurangi Kemacetan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 26 Juli 2019 | 07:05 WIB
Pengamat: Kenaikan Tarif Parkir Jakarta Bisa Kurangi Kemacetan
Lokasi Park and Ride di Jalan M.H Thamrin, Menteng, Jakarta, Selasa (18/4).

Suara.com - Kenaikan tarif parkir Jakarta bisa mengurangi kemacetan. Terutama penaikkan tarif parkir Jakarta dilakukan di pusat kota.

Pengamat tata kota Yayat Supriyatna menjelaskan kemacetan di Jakarta memang sudah harus dikendalikan.

"Kalau parkir itu bagus, supaya tidak banyak mobil, parkirnya saja dimahalkan di pusat kota. Itu untuk pengendalian," ungkap pengamat tata kota Yayat Supriyatna ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji rencana untuk menaikkan tarif parkir di ibu kota sebagai bagian dari usaha untuk mengurangi kemacetan.

Rencana tersebut senada dengan model parkir yang terjadi di luar negeri yang menggunakan parkir sebagai cara mengendalikan kepadatan lalu lintas.

"Di banyak negara, di pusat kota justru lahan parkir dibatasi kemudian tarif parkir dinaikkan dan kemudian sistem angkutan umumnya yang diperbaiki," ungkap Kadishub Syafrin Liputo ketika ditemui di Jakarta, Kamis.

Namun, menurut Syafrin, rencana kenaikkan itu masih dalam tahap pertimbangan dan masih memerlukan kajian yang lebih mendalam oleh Pemprov DKI Jakarta.

Skema itu juga disetujui oleh Yayat yang mengatakan konsentrasi parkir seharusnya sudah tidak berada di pusat kota, namun daerah pinggir yang sudah ada transportasi umum.

"Jadi sejak awal orang-orang dicegah untuk membawa kendaraan pribadi dan diarahkan memakai transportasi umum," tegas Yayat.

Namun, Yayat berpendapat skema tersebut harus dibarengi dengan transportasi yang memadai.

"Tapi harus dibarengi dengan tarif angkutan umum yang lebih terjangkau dan mudah. Sekarang itu yang penting mendorong orang meninggalkan mobil di rumah dan naik kendaraan umum," ungkap Yayat.

Secara prinsip, menurut Yayat, kenaikan tarif parkir akan membuat orang akan berpikir dua kali untuk membawa mobil. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Amankan Juru Parkir Viral di Malang

Polisi Amankan Juru Parkir Viral di Malang

Jatim | Senin, 17 Juni 2019 | 22:18 WIB

Viral Parkir Bus Rp 50 Ribu, Wali Kota Malang Ancam Pidanakan Juru Parkir

Viral Parkir Bus Rp 50 Ribu, Wali Kota Malang Ancam Pidanakan Juru Parkir

Jatim | Senin, 17 Juni 2019 | 20:13 WIB

Pengakuan Orang Dekat Wali Kota Serang di Balik Mahalnya Parkir Banten Lama

Pengakuan Orang Dekat Wali Kota Serang di Balik Mahalnya Parkir Banten Lama

Banten | Kamis, 13 Juni 2019 | 19:14 WIB

Menelisik Pemain Parkir Mahal di Situs Kesultanan Banten

Menelisik Pemain Parkir Mahal di Situs Kesultanan Banten

Banten | Kamis, 13 Juni 2019 | 19:11 WIB

Mahalnya Tarif Parkir di Situs Kesultanan Banten, Siapa yang Bermain?

Mahalnya Tarif Parkir di Situs Kesultanan Banten, Siapa yang Bermain?

Banten | Kamis, 13 Juni 2019 | 19:09 WIB

Tarif Parkir Akan Naik, Anies: Tak Ada Perbedaan Harga PNS dan Umum

Tarif Parkir Akan Naik, Anies: Tak Ada Perbedaan Harga PNS dan Umum

News | Rabu, 09 Januari 2019 | 17:37 WIB

Terkini

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:27 WIB