alexametrics

Anggota DPR Aceh Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Polisi

Chandra Iswinarno
Anggota DPR Aceh Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Polisi
Anggota DPR Aceh Azhari Cage menunjukan luka lebam yang telah divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh. [Antara]

Sebelum dipukuli, Azhari Cage mengaku berada di ruang komisi I setelah memfasilitasi massa mahasiswa bertemu dengan Ketua DPR Aceh.

Suara.com - Aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPR Aceh yang terjadi pada Kamis (15/8/2019) menyebabkan seorang Anggota DPR Aceh Azhari Cage mengalami luka lebam pada beberapa bagian tubuh serta tergores, setelah diduga dipukuli sejumlah oknum polisi.

Dalam pernyataannya Azhari yang didampingi Ketua DPR Aceh Sulaiman, para ketua fraksi dan komisi serta sejumlah anggota lembaga legislatif mengemukakan hasil visum dokter yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara di Banda Aceh pada Jumat (16/8/2019).

"Dari hasil visum dokter Rumah Sakit Bhayangkara, ada lebam di rusuk, bahu, dan kepala serta ada goresan di punggung," ungkapnya di Gedung DPR Aceh seperti dilansir Antara.

Azhari mengaku dikeroyok dan dipukuli oknum polisi yang mengamankan unjuk rasa mahasiswa dalam memperingati 15 tahun perdamaian Aceh, Kamis (15/8).

Baca Juga: Sindikasi Kecam Aksi Represif Polisi Kepada Jurnalis Peliput Aksi GEBRAK

Saat itu, Azhari Cage mengaku mendapat perintah pimpinan DPR Aceh menjumpai pengunjuk rasa. Azhari Cage mendapat tugas tersebut selaku Ketua Komisi I DPR Aceh didampingi Bukhari Selian dari Fraksi PAN selaku anggota komisi.

Saat unjuk rasa, kata dia, dirinya sempat menjumpai mahasiswa. Saat itu, massa mahasiswa mendesak menaikkan bendera bulan bintang di satu dari dua tiang bendera utama DPR Aceh.

Sebelum dipukuli, Azhari Cage mengaku berada di ruang komisi I setelah memfasilitasi massa mahasiswa bertemu dengan Ketua DPR Aceh di ruang rapat pimpinan dewan. Tiba-tiba terdengar kerusuhan di halaman Gedung DPR Aceh.

"Saya melihat ada mahasiswa dipukuli polisi. Saya berteriak jangan dipukuli. Tapi, saya pun ikut dipukuli. Setelah insiden tersebut, beberapa mahasiswa dibawa polisi," ungkap dia.

Azhari Cage menegaskan, insiden tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap institusi negara karena DPR Aceh merupakan lembaga resmi negara dan diakui konstitusi Republik Indonesia.

Baca Juga: Massa Buruh Diadang Polisi dan TNI, KPBI: Represif dan Menciderai Demokrasi

"Di DPR Aceh saja mereka berani memukul anggota dewan. Bayangkan kalau terjadi di luar gedung dewan dengan korban masyarakat, saya tidak bisa bayangkan," ketus Azhari Cage.

Komentar