PKS soal Ibu Kota Dipindah: Perlu Hati-hati dengan Kondisi Negara saat Ini

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 09:41 WIB
PKS soal Ibu Kota Dipindah: Perlu Hati-hati dengan Kondisi Negara saat Ini
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. [Suara.com/Yosea Arga P]

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat pemindahan ibu kota ke pulau Kalimantan sebagai langkah baik. Namun, menurut PKS pemindahan itu mesti dikaji dengan perhitungan yang lebih serius.

Pemindahan ibu kota ke pulau Kalimantan disampaikan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada pidato kenegaraannya dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD RI Tahun 2019.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan bahwa pemindahan ibu kota tersebut menilai kurang tepat apabila ditujukan untuk pemeretaan jika dilihat dari kondisi ekonomi, sosial dan politik saat ini.

"Saya melihat ide tersebut punya tujuan baik, namun banyak catatan dan harus dikaji dengan perhitungan yang sangat serius," kata Mardani melalui akun Twitternya @MardaniAliSera pada Jumat (16/8/2019).

Alasan Mardani menilai kurang tepatnya apabila ibu kota dipindahkan dengan faktor pemerataan lantaran menurutnya lebih baik untuk membangun pusat-pusat ekonomi, industri di daerah-daerah.

Apalagi Mardani melihat saat ini kondisi negara masih dililit dengan masalah hutang, pengangguran, kemiskinan dan masalah lainnya.

"Pemindahan ibukota di kabupaten saja butuh dana banyak, apalagi ibu kota negara," ucapnya.

Dengan demikian Mardani melihat bahwa pemindahan ibu kota merupakan masalah yang sangat serius dan berdampak luas. Sehingga pemindahan ibu kota itu memerlukan kajian yang matang, cermat dan holistik.

"Kesiapan dana, infrastruktur, SDM, regulasi, ekonomi, politik, dan lain-lain," tuturnya.

Bahkan Mardani juga melihat kalau pemerintah tidak siap dengan ide pemindahan ibu kota ke pulau Kalimantan dan malah cenderung menganggap sebagai hal sepele. Karena itu Mardani mengatakan bahwa Jokowi dan jajaran kabinetnya mesti membuka ke masyarakat terkait dengan perencanaan pembangunan ibu kota yang baru. Karena menurutnya pemerintah belum bisa menunjukkan transparansi dan akuntabilitasnya.

"Jadi Ide pemindahan Ibukota baik, meskipun bukan ide baru, Pak Soeharto sudah bicara sejak lama, sekali lagi perlu hati-hari dengan kondisi negeri saat ini, harus cermat dan terkalkulasi baik," tandasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Kota Pindah, Sandiaga Khawatir Harga Properti di Kalimantan Naik

Ibu Kota Pindah, Sandiaga Khawatir Harga Properti di Kalimantan Naik

News | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 19:37 WIB

Kritik Keras Jokowi soal Ibu Kota Dipindah, Fadli Zon: Masih Mentah!

Kritik Keras Jokowi soal Ibu Kota Dipindah, Fadli Zon: Masih Mentah!

News | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 15:36 WIB

Sandiaga Tak Ingin Gegabah Komentari Rencana Pemindahan Ibu Kota

Sandiaga Tak Ingin Gegabah Komentari Rencana Pemindahan Ibu Kota

Bisnis | Jum'at, 16 Agustus 2019 | 13:37 WIB

Terkini

Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga

Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:02 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa

KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:00 WIB

KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta

KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:55 WIB

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:54 WIB

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:44 WIB

AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun

AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:42 WIB

Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza

Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:26 WIB

4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP

4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:17 WIB

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:59 WIB

CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:55 WIB