CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 04 Mei 2026 | 12:55 WIB
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Arya Fernandez dari CSIS menyoroti lima kali perombakan kabinet dalam pemerintahan Prabowo-Gibran hingga Mei 2026 di Jakarta.
  • Perombakan tersebut melibatkan pergantian lebih dari 25 pejabat serta didominasi figur politik pada posisi wakil menteri.
  • Ketidakstabilan terjadi pada lembaga strategis KSP dan Bakom akibat pola perombakan berulang yang dipengaruhi faksi internal.

Suara.com - Kepala Departemen Politik dan Sosial CSIS, Arya Fernandez, memberikan catatan kritis terhadap dinamika perombakan kabinet (reshuffle) yang terjadi dalam periode pemerintahan Prabowo-Gibran

Hal tersebut disampaikannya dalam Media Briefing yang digelar CSIS bertajuk "Reshuffle Kabinet, Sekuritas Pembangunan, dan Konflik Papua", Jakarta, Senin (4/5/2026). 

Arya menyoroti tingginya frekuensi bongkar pasang jabatan di jajaran pembantu Presiden. 

Dalam kurun waktu kurang dari satu periode, tercatat sudah terjadi lima kali perombakan dengan volume pejabat yang cukup besar dalam pemerintah Prabowo-Gibran. Selain itu, ia menyoroti pergeseran komposisi wakil menteri yang kini didominasi oleh figur politik. 

"Tetapi situasi yang kita lihat adalah belum genap 5 tahun itu Presiden sudah melakukan lima kali reshuffle. Lebih dari 25 orang diganti atau ditambah. Dan kita melihat juga wakil menteri sebagian besar diisi oleh politisi, berbeda misalnya di periode kedua Pak SBY yang sebagian besar wakil menteri itu adalah kelompok profesional dan non-partai," ujar Arya. 

Analisis Arya juga menyasar ketidakstabilan pada lembaga-lembaga strategis di lingkar dalam istana, seperti Kantor Staf Presiden (KSP) dan Badan Komunikasi (Bakom). 

Menurutnya, lembaga yang seharusnya menjadi motor komunikasi kebijakan justru menjadi unit yang paling sering terkena dampak perombakan.

"Kita juga melihat ada dua badan yang paling rentan atau sering di-reshuffle itu adalah KSP dan Bakom, dulunya PCO. Padahal dua badan ini sudah tiga kali dilakukan reshuffle. Padahal tiga badan ini yang paling strategis menurut saya karena dia mengatur jalur komunikasi dan juga membangun narasi kebijakan istana. Dan dua badan ini justru yang paling rentan di-reshuffle," paparnya.

Lebih lanjut, Arya menilai bahwa pola reshuffle yang terjadi berulang kali ini menunjukkan adanya indikasi ketidakpastian dalam menentukan format kabinet serta kuatnya pengaruh internal di sekitar Presiden.

baca juga

"Dan pola reshuffle menunjukkan dua hal ya. Satu, Presiden mungkin masih mencari format ideal kabinet, sementara kita sudah masuk periode kedua, harusnya tentu format ideal itu sudah ditemukan. Yang kedua, bisa saja dan saya melihat juga meningkatnya peran faksi-faksi di sekitar Presiden yang berperan dalam mempengaruhi keputusan-keputusan politik Presiden," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'

Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:18 WIB

Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas

Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:25 WIB

Resmi Dilantik Jadi KSP, Dudung Masih Rangkap Jabatan Penasihat Khusus Presiden

Resmi Dilantik Jadi KSP, Dudung Masih Rangkap Jabatan Penasihat Khusus Presiden

News | Senin, 27 April 2026 | 19:59 WIB

Terkini

Disentil Dokter Tirta dan Dokter Gia, Mengapa Adegan Medis Sinetron Kita Kerap Abaikan Riset?

Disentil Dokter Tirta dan Dokter Gia, Mengapa Adegan Medis Sinetron Kita Kerap Abaikan Riset?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:25 WIB

Renggut 3 Nyawa! WNA China Ditemukan di Tambang Ilegal Sumbawa

Renggut 3 Nyawa! WNA China Ditemukan di Tambang Ilegal Sumbawa

Bali | Kamis, 17 September 2026 | 10:24 WIB

Di Balik Riuh Kritik Maudy Ayunda: Saat Kemarahan Warganet Jadi Ladang Cuan Algoritma

Di Balik Riuh Kritik Maudy Ayunda: Saat Kemarahan Warganet Jadi Ladang Cuan Algoritma

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:18 WIB

Buruh Minta Naik! Ini Bocoran Formula dan Kisaran Upah Minimum 2027

Buruh Minta Naik! Ini Bocoran Formula dan Kisaran Upah Minimum 2027

Bekaci | Kamis, 17 September 2026 | 10:15 WIB

bank bjb dan Perguruan YKTB Bogor Hadirkan Bank Edu YKTB untuk Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini

bank bjb dan Perguruan YKTB Bogor Hadirkan Bank Edu YKTB untuk Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 10:15 WIB

Daftar Weton yang Kejayaan Rezekinya Baru Terbuka di Usia 40 Tahun ke Atas

Daftar Weton yang Kejayaan Rezekinya Baru Terbuka di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 10:10 WIB

Bertema WishpediA, NCT Wish Ungkap Jadwal Teaser Album Terbaru 'I SPY'

Bertema WishpediA, NCT Wish Ungkap Jadwal Teaser Album Terbaru 'I SPY'

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:08 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting hingga Beras Melonjak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Keriting hingga Beras Melonjak

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 10:07 WIB

Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 10:04 WIB

Ketika Rumah Tua Menjadi Sumber Teror dalam She Is a Haunting

Ketika Rumah Tua Menjadi Sumber Teror dalam She Is a Haunting

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:00 WIB

×