Diserbu Ormas, Risma Mau Tengok Asrama Mahasiswa Papua Besok

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Senin, 19 Agustus 2019 | 16:55 WIB
Diserbu Ormas, Risma Mau Tengok Asrama Mahasiswa Papua Besok
Aparat kepolisian meminta pentolan ormas-ormas untuk membubarkan massanya yang berkerumun mengepung Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Nomor 10, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/8/2019) malam. [Suara.com/Dimas]

Suara.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkeinginannya untuk menengok mahasiswa asal Papua yang menghuni di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan Nomor 10, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kunjungan Risma ke asrama tersebut menyusul adanya insiden pengepungan terhadap mahasiswa asal Papua yang diduga melakukan penurunan dan perusakan terhadap bendera Merah Putih.

Risma menuturkan, rencana mengunjungi Asrama Mahasiswa Papua akan ia lakukan sepulangnya dari Jakarta usai dilantik sebagai Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDI Perjuangan hari ini.

Namun, lantaran perjalanan pulang ke Surabaya yang memakan waktu hingga malam hari, kunjungan ke asrama mahasiswa Papua baru dilakukan Risma pada Selasa (20/8/2019) besok.

"Iya saya usahakan besoklah, saya nanti malam pulang," kata Risma di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

Risma beralasan dirinya baru sempat untuk berkunjung ke asrama tersebut pada besok hari karena kesibukannya sebagai wali kota.

"Kemarin itu kan 17 Agustus saya penuh karena gak bisa mereka masih ada di polisi dan saya penuh acara. Saya harus ada purna paskribaka, saya juga pimpin upacara 17 Agustus. Selama itu penuh jadi setelah ini ke sini nanti saya akan datang ke sana," kata Risma.

Sebelumnya, Risma menegaskan tak ada pengusiran terhadap mahasiswa asal Papua yang tengah studi di Kota Pahlawan tersebut. Hal itu disampaikan Risma usai dilantik menjadi Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDI Perjuangan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jakarta Pusat.

"Ya saya kira sekali lagi yang kalau disampaikan bahwa anak-anak papua diusir dari Surabaya itu tidak betul," kata Risma di kantor DPP PDIP, hari ini.

baca juga

Ia mengaku insiden yang terjadi ialah hanya sekolompok orang yang diduga ormas tertentu meminta aparat kepolisian mencari tahu ihwal dugaan perusakan dan penurunan bendera merah putih.

"Sekali lagi tidak ada kejadian apapun di Surabaya, waktu kemarin itu terjadi karena ada penurunan bendera merah putih di asrama itu. Nah kemudian ada organisasi masyarakat yang meminta kepolisian untuk melakukan tindakan itu, jadi tidak benar kalau ada pengusiran itu," kata Risma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wiranto Puji Permintaan Maaf Khofifah soal Pengepungan Mahasiswa Papua

Wiranto Puji Permintaan Maaf Khofifah soal Pengepungan Mahasiswa Papua

News | Senin, 19 Agustus 2019 | 16:45 WIB

LBH Papua: Polisi Rasis Tangkap 43 Mahasiswa Papua di Surabaya

LBH Papua: Polisi Rasis Tangkap 43 Mahasiswa Papua di Surabaya

News | Minggu, 18 Agustus 2019 | 16:28 WIB

43 Mahasiswa Papua di Surabaya Dibebaskan

43 Mahasiswa Papua di Surabaya Dibebaskan

Jatim | Minggu, 18 Agustus 2019 | 14:24 WIB

Polisi Sita Bom Molotov dari Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Polisi Sita Bom Molotov dari Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Jatim | Minggu, 18 Agustus 2019 | 12:50 WIB

Geledah Asrama Mahasiswa Papua, Polisi Temukan Tas Bercorak Bintang Kejora

Geledah Asrama Mahasiswa Papua, Polisi Temukan Tas Bercorak Bintang Kejora

Jatim | Minggu, 18 Agustus 2019 | 02:30 WIB

Terkini

Lakoni Partai Hidup Mati Lawan Bangladesh, Erick Thohir Minta Pemain Timnas Indonesia Mati-matian

Lakoni Partai Hidup Mati Lawan Bangladesh, Erick Thohir Minta Pemain Timnas Indonesia Mati-matian

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:41 WIB

The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan

The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 09:40 WIB

Thailand Hantam Vietnam 2-0, Anthony Hudson Bongkar Beban Berat Gajah Perang

Thailand Hantam Vietnam 2-0, Anthony Hudson Bongkar Beban Berat Gajah Perang

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:37 WIB

Tidur Nyaman Makin Personal, Pilihan Kasur Pun Tak Lagi Seragam

Tidur Nyaman Makin Personal, Pilihan Kasur Pun Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:31 WIB

Kecewa John Herdman, Suporter Teriak Shin Tae-yong, Erick Thohir Buka Suara: Saya Rasa ya Kembali

Kecewa John Herdman, Suporter Teriak Shin Tae-yong, Erick Thohir Buka Suara: Saya Rasa ya Kembali

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:30 WIB

4 Low pH Cleanser Pentavitin, Bersihkan Kotoran Kulit Kering dan Sensitif

4 Low pH Cleanser Pentavitin, Bersihkan Kotoran Kulit Kering dan Sensitif

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 09:30 WIB

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

Apa Itu G30S PKI secara Singkat? Ini Sejarah Peristiwa Kelamnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 09:20 WIB

Urutan Shio yang Paling Gampang Membuat Orang Lain Jatuh Cinta

Urutan Shio yang Paling Gampang Membuat Orang Lain Jatuh Cinta

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:19 WIB

IHSG Mulai Menghijau Pada Awal perdagangan, GOTO Masih Merah

IHSG Mulai Menghijau Pada Awal perdagangan, GOTO Masih Merah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:16 WIB

Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan

Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 09:11 WIB

×