Tetua Adat Papua dan Kursi Kosong Gus Dur

Rendy Adrikni Sadikin

Selasa, 20 Agustus 2019 | 12:59 WIB
Tetua Adat Papua dan Kursi Kosong Gus Dur
Almarhum Presiden Republik Indonesia ke-4, KH. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur. [Twitter@tsamaraDKI]

Suara.com - Bicara soal Papua, tak lepas dari nama Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau yang karib disapa Gus Dur. Pun sebaliknya. Bicara soal Gus Dur, tentunya teringat sepak terjangnya mengembalikan nama Papua.

Dalam sewindu Haul Gus Dur di UIN Sunan Kalijaga, pada 2018 silam, putri Gus Dur, Alissa Wahid sempat melontarkan cerita tentang tetua adat Papua dan kursi kosong yang ditinggalkan Gus Dur.

Alisa Wahid berkisah, "Suatu hari pada 2013 atau 2015. Saya lupa. Datang serombongan tetua adat dari Papua ke gedung PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama--RED)."

Para tetua adat Papua itu minta izin masuk ke ruangan Gus Dur. Ruangan itu memang sengaja dibiarkan sama seperti ketika Gus Dur masih hidup. Ada kursi kosong. Kursi itu biasa diduduki oleh Gus Dur.

"Mereka meminta izin masuk ke ruangan Gus Dur yang dibiarkan masih sama seperti dulu. Ada kursi yang selalu diduduki Gus Dur dan beberapa kursi yang kosong," ucap Alissa Wahid.

Tetua adat itu meminta izin untuk duduk di kursi-kursi kosong itu. Kursi kosong Gus Dur dibiarkan. Mereka lalu berbicara kepada kursi kosong yang biasa diduduki Gus Dur tersebut.

"Dan mereka minta izin untuk duduk di sana. Para pemuka adat berlima. Lalu mereka mulai berbicara kepada kursi yang kosong itu, seakan-akan sedang berbicara dengan Gus Dur," ujar Alissa Wahid.

Alissa Wahid bercerita, "Mereka berkeluh kesah. Mereka menangisi operasi militer yang waktu itu baru saja terjadi dan menimbulkan korban lima orang di pedalaman papua. Mereka merasa yang paling bisa memahami mereka adalah Gus Dur."

Di akhir lawatan, mereka merampungkan dengan doa dan perkataan, meski Gus Dur sudah tiada, mereka masih percaya sosok kiai NU itu tetap menjaga mereka. Mereka menyebut Gus Dur 'leluhur' mereka.

baca juga

"Lalu mereka mengakhirinya dengan berkata seperti ini: 'Bapak (Gus Dur), walaupun sudah tidak ada, kami percaya leluhur kami tetap menjaga kami. Dan Bapak termasuk leluhur kami. Tolong doakan kami,'" ujar Alissa Wahid menirukan omongan mereka.

Gus Dur dan nama Papua

Peran Presiden ke-empat Kiai Haji Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tak kuasa dilepaskan dalam memberikan spirit kemanusiaan di Tanah Papua agar terbebas dari diskriminasi, marjinalisasi dan krisis di segala bidang.

Seperti dilansir Suara.com dari NU Online, Senin (19/8/2019), seorang santri Gus Dur asal Kudus, Nuruddin Hidayat mengatakan, pada 30 Desember 1999 atau 2 bulan 10 hari setelah dilantik menjadi presiden, Gus Dur berkunjung ke Papua (saat itu Irian Jaya).

Lawatan Gus Dur bukan tanpa alasan. Ada dua tujuan dalam kunjungan tersebut. Pertama: berdialog dengan berbagai elemen di Papua. Kedua: melihat matahari terbit pertama milenium ke-dua pada 1 Januari 2000.

Persamuhan dengan berbagai elemen digelar pada 30 Desember 1999 jam 20.00 waktu setempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Terima Disebut Monyet, Mahasiswa Papua Bakal Aksi di Depan Istana

Tak Terima Disebut Monyet, Mahasiswa Papua Bakal Aksi di Depan Istana

News | Selasa, 20 Agustus 2019 | 12:50 WIB

Prabowo Minta Anggota DPR RI dari Gerindra Ikut Damaikan Situasi di Papua

Prabowo Minta Anggota DPR RI dari Gerindra Ikut Damaikan Situasi di Papua

News | Selasa, 20 Agustus 2019 | 12:41 WIB

Stafsus Jokowi Akan Temui Khofifah Bahas Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua

Stafsus Jokowi Akan Temui Khofifah Bahas Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua

News | Selasa, 20 Agustus 2019 | 12:23 WIB

Tenangkan Diri di Asrama, Mahasiswa Papua di Surabaya Tolak Terima Tamu

Tenangkan Diri di Asrama, Mahasiswa Papua di Surabaya Tolak Terima Tamu

Jatim | Selasa, 20 Agustus 2019 | 12:04 WIB

Cerita Mahasiswa Papua saat Aparat Kepolisian Datangi Asrama Jakarta Timur

Cerita Mahasiswa Papua saat Aparat Kepolisian Datangi Asrama Jakarta Timur

Video | Selasa, 20 Agustus 2019 | 11:52 WIB

Mahasiswa dan Pelajar Papua di Yogya Bakal Demo, Sultan: Sudah Terlambat

Mahasiswa dan Pelajar Papua di Yogya Bakal Demo, Sultan: Sudah Terlambat

Jogja | Selasa, 20 Agustus 2019 | 11:29 WIB

LIVE STREAMING: Suasana Asrama Yahukimo Papua di Jakarta

LIVE STREAMING: Suasana Asrama Yahukimo Papua di Jakarta

Video | Selasa, 20 Agustus 2019 | 11:21 WIB

Mahasiswa Papua di Jakarta Sempat Kesal saat Didatangi Polisi

Mahasiswa Papua di Jakarta Sempat Kesal saat Didatangi Polisi

News | Selasa, 20 Agustus 2019 | 11:07 WIB

Terkini

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Sport | Jum'at, 25 September 2026 | 21:17 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 21:13 WIB

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

×