Megawati: Jangan Ulang Kesalahan Jakarta di Ibu Kota Baru

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Selasa, 27 Agustus 2019 | 20:28 WIB
Megawati: Jangan Ulang Kesalahan Jakarta di Ibu Kota Baru
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik pada penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri setuju dengan usul Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Tetapi, Megawati mengingatkan pembangunan ibu kota baru yang nantinya bakal menjadi pusat pemerintahan harus dilakukan dengan visi jangka panjang.

Megawati juga ingin pemerintah serius menggarap ibu kota baru di Kalimantan Timur dengan konsep yang konsisten yakni sebagai pusat pemerintahan tanpa embel-embel kota bisnis layaknya Jakarta saat ini. Menurutnya pembangunan Jakarta sebagai ibu kota tidak memiliki tata kota yang baik.

Untuk itu, ia meminta pemerintah tak mengulangi kesalahan tata kelola kota Jakarta pada lokasi ibu kota baru. Sehingga nantinya ibu kota yang baru di Kalimantan Timur tak bakal bernasib serupa Jakarta.

"Artinya tata ruangnya ditentukan dengan baik untuk jangka panjang. Jadi harus komit ya. Jadi kalau sejak awal ditentukan untuk ruang terbuka, ya untuk terbuka, enggak boleh berubah. Kalau untuk pertanian ya pertanian," ucap Megawati dalam keterangannya saat berkunjung ke Korea Selatan, Selasa (27/8/2019).

Lapangan dan Monumen Pancasila Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)
Lapangan dan Monumen Pancasila Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)

Megawati lalu mencontohkan ibu kota di negera lain yang konsisten hanya dijadikan sebagai pusat pemerintahan tanpa menjadikanya kota bisnis. Megawato menyebut di antaranya ialah ibu kota Australia, Canberra. Kemudian ibu kota Amerika, Washington DC.

"Iya (jangan dijadikan kota bisnis). Nanti sama saja dengan Jakarta. Saya lihat dulu ada kehendak Jakarta jadi kota megapolitan. Pertanyaan saya megapolitan itu opo toh? Kan begitu. Kan mesti ada kriteria sangat menentukan dengan nama yang diinginkan," kata Megawati.

Pemerintah, kata Megawati, juga perlu memperhatikan aspek lingkungan dalan membangun ibu kota di Pulau Borneo yang dikenal sebagai paru-paru dunia. Jangan sampai nantinya pembangunan ibu kota justru merusak ekosistem dan lingkungan di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara.

"Iya. Katanya kita go green. Mau konsekuen atau tidak? Kan itu saja. Antara lain sebetulnya go green lho. Masa kita mau bangun high rise building (di Kaltim, red)? Belum lagi connect dengan masalah ring of fire kita," kata Megawati.

"Jadi itu harus melihat dengan baik melalui BMKG. Saya mengerti Kalimantan itu salah satu pulau yang tua. Sehingga tidak ada gunung. Tapi kan sulitnya tanahnya gambut. Begitulah kurang lebih hitung menghitungnya," Megawati menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkominfo Akan Sulap Ibu Kota Baru Jadi i-City

Menkominfo Akan Sulap Ibu Kota Baru Jadi i-City

Tekno | Selasa, 27 Agustus 2019 | 20:07 WIB

Ini Cara Menteri ATR Cegah Spekulan Tanah di Lokasi Ibu Kota Baru

Ini Cara Menteri ATR Cegah Spekulan Tanah di Lokasi Ibu Kota Baru

Bisnis | Selasa, 27 Agustus 2019 | 19:17 WIB

Soal Lahan Ibu Kota Baru, Istana: Katanya sih Bukan Punya Prabowo Lagi

Soal Lahan Ibu Kota Baru, Istana: Katanya sih Bukan Punya Prabowo Lagi

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 19:07 WIB

Survei: 95,7 Persen Responden Warga Jakarta Tak Setuju Ibu Kota Dipindah

Survei: 95,7 Persen Responden Warga Jakarta Tak Setuju Ibu Kota Dipindah

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 18:54 WIB

Sofyan Djalil Pastikan Ibu Kota Baru Tak Rusak Hutan Kaltim

Sofyan Djalil Pastikan Ibu Kota Baru Tak Rusak Hutan Kaltim

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 18:46 WIB

Pindah Ibu Kota, Pakar UGM: Pemenuhan Kebutuhan Pangan Harus Diperhatikan

Pindah Ibu Kota, Pakar UGM: Pemenuhan Kebutuhan Pangan Harus Diperhatikan

Jogja | Selasa, 27 Agustus 2019 | 17:56 WIB

Terkini

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB