Jejak Digitalnya Ditertawakan Gibran, Begini Balasan Anggota TGUPP Anies

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 17:37 WIB
Jejak Digitalnya Ditertawakan Gibran, Begini Balasan Anggota TGUPP Anies
Gibran Rakabuming Raka saat ditemui di Solo Paragon Mall, Sabtu (27/7/2019) malam. [Suara.com/Ari Purnomo]

Suara.com - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, ikut menanggapi cuitan politikus PDI Perjuangan Kirana Larasati, yang meributkan jejak digital anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Marco Kusumawijaya tentang pedagang kaki lima (PKL).

Tak banyak komentar, Gibran hanya mewakilkan tawanya lewat cuitan pada Jumat (30/8/2019) itu.

"Awokwokwokwok," kicau pengusaha kuliner yang terkenal dengan inovasi martabaknya itu.

Seorang warganet kemudian menyayangkan respons Gibran terhadap Marco Kusumawijaya.

Pengguna akun @UG_Moody tersebut menilai Gibran tak punya adab karena tertawanya itu.

Cuitan Gibran - (Twitter/@Chilli_Pari)
Cuitan Gibran - (Twitter/@Chilli_Pari)

"Lagian apa yang diketawain dari tweet-nya Pak @mkusumawijaya? Emangnya 2 tweet itu udah bisa menyimpulkan maksud beliau soal PKL? Minta penjelasan dulu aja biar tahu," komentar @UG_Moody.

Cuitan itu lalu ditanggapi langsung oleh Marco Kusumawijaya. Ia mengajak warganet untuk memahami posisi pedagang formal, yang menurutnya memiliki "kepentingan untuk meniadakan PKL karena akan menyaingi mereka."

Dirinya lantas menyarankan supaya baik peadagang formal maupun PKL saling berbagi. Ahli tata kota itu memberi contoh PKL rujak juhi dan sate di depan restoran eskrim Ragusa di Jalan Veteran 1, Jakarta.

Ia pun secara langsung me-mention akun Twitter Gibran, @Chilli_Pari, di cuitannya yang berisi saran dalam berbisnis.

baca juga

"Izinkan saran saya ke @Chilli_Pari: alangkah baik kalau dalam bisnismu ada juga sekalian menampung PKL di dekat outletmu dengan sengaja membangun sinergi. Depan martabak bisa ada PKL sate. Depan minuman campur (yang 77 M itu?) bisa ada martabak Bangka/Terang-Bulan. (emoji tangan mengatup)," tulis @mkusumawijaya, Sabtu (31/8/2019).

Cuitan Marco Kusumawijaya - (Twitter/@mkusumawijaya)
Cuitan Marco Kusumawijaya - (Twitter/@mkusumawijaya)

"Lagi kemungkinan untuk bisnis catering: kerja sama dengan warga kampung yang banyak punya bisnis catering kecil-kecilan. Kalau dapat order besar, di-source dari mereka bisa. Beberapa punya kekhasan yang tak terlupakan. Di Kampung Akuarium ada nasi kuning dan rendang kering yang aduhai. Saya jamin!" imbuhnya.

Kirana Larasati mengunggah tangkapan layar dua cuitan Marco Kusumawijaya pada Jumat (30/8/2019).

Pernyataan yang pertama ditulis pada 8 April 2014, ketika DKI Jakarta dipimpin Jokowi dan Basuki Tjahaja purnama (BTP) alias Ahok, sementara yang kedua berasal dari cuitan Marco Kusumawijaya baru-baru ini, Jumat (30/8/2019), dengan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Kedua cuitan itu sama-sama membahas pedagang kaki lima (PKL), tetapi dengan pendapat yang berbeda.

Pada 2014, Marco Kusumawijaya mengatakan Jokowi-Ahok tak berprestasi karena PKL dan pengendara sepeda motor menguasai trotoar.

Cuitan Kirana Larasati - (Twitter/@_kiranalara)
Cuitan Kirana Larasati - (Twitter/@_kiranalara)

Lima tahun berselang, dirinya justru mendukung PKL dan menyebutnya sebagai "marhaen kota yang memberi kita makan cukup terjangkau sehari-hari."

Setelah dicemooh warganet, Marco Kusumawijaya memberikan klarifikasi dengan menekankan bahwa cuitannya pada 2014 tidak mempermasalahkan PKL.

"Apa yang berubah, Mbak? Saya tidak merasa berubah pikiran, bahkan sebelum ada Twitter. Ikut mengkaji berbagai cara menata, bukan menghilangkan PKL," tulisnya untuk warganet yang menyindirnya.

Belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pernyataan yang menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak.

Ia mengatakan Pemprov DKI sedang mempersiapkan aturan agar PKL bisa berjualan di trotoar karena menurutnya, pemanfaatan fasilitas publik di Jakarta harus dirasakan oleh semua kalangan, termasuk PKL.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Pernyataan Anggota TGUPP Anies pada 2014 dan 2019 Soal PKL

Beda Pernyataan Anggota TGUPP Anies pada 2014 dan 2019 Soal PKL

News | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 10:08 WIB

Koalisi Pejalan Kaki Pertanyakan Payung Hukum Izin PKL Dagang di Trotoar

Koalisi Pejalan Kaki Pertanyakan Payung Hukum Izin PKL Dagang di Trotoar

News | Rabu, 28 Agustus 2019 | 17:29 WIB

Pro Kontra Pemindahan Ibu Kota, Begini Tanggapan Kirana Larasati

Pro Kontra Pemindahan Ibu Kota, Begini Tanggapan Kirana Larasati

Entertainment | Rabu, 28 Agustus 2019 | 14:26 WIB

Dinas Bina Marga DKI Akan Desain Trotoar untuk PKL Berjualan

Dinas Bina Marga DKI Akan Desain Trotoar untuk PKL Berjualan

News | Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:20 WIB

Pacaran dengan Bule Inggris, Ini 5 Gaya Liburan Seru ala Kirana Larasati

Pacaran dengan Bule Inggris, Ini 5 Gaya Liburan Seru ala Kirana Larasati

Entertainment | Selasa, 27 Agustus 2019 | 17:00 WIB

Terkini

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:54 WIB

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 21:16 WIB

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB