Hutan Terbakar, Kawanan Gajah Liar Lari ke Kebun Sawit Warga

Iwan Supriyatna

Selasa, 03 September 2019 | 06:47 WIB
Hutan Terbakar, Kawanan Gajah Liar Lari ke Kebun Sawit Warga
Mahout Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang menunggangi gajah jinak memandikan gajah liar yang diamankan sementara di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar, Aceh, Jumat (25/1). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Suara.com - Akibat terbakarnya hutan di Taman Nasional Tesso Nilo, kawanan gajah yang ada didalamnya berlarian mencari tempat yang lebih aman yakni ke perkebunan milik warga.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau hingga saat ini terus memantau pergerakan gajah-gajah Sumatera liar yang berkeliaran di kebun warga.

Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Andi Hansen Siregar mengatakan, bahwa balai besar bekerja sama dengan Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) memantau pergerakan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang masuk ke Desa Bongkal Malang di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, menurut dia, ada dua gajah sumatera yang berkeliaran di kebun warga di daerah itu. Hasil identifikasi awal menunjukan satu dari dua gajah itu jantan dan sudah dewasa. Anggota mamalia besar dalam famili Elephantidae itu dikabarkan merusak kebun kelapa sawit warga.

"Tanda-tanda sekunder yang ditemukan antara lain jejak dan kotorannya, diperkirakan sudah ada sejak dua hari yang lalu," ujar Hansen.

Menurut laporan terakhir tim pemantau, ia melanjutkan, dua satwa dilindungi tersebut tidak lagi terlihat di sekitar Desa Bongkal Malang pada Senin (2/9).

"Sesuai dari pemantauan tim kami yang bekerja sama dengan Yayasan TNTN, sementara gajah liar sudah tidak ditemukan lagi keberadaannya di Desa Bongkal Malang. Namun, kami masih melakukan penyisiran di lokasi tersebut untuk benar-benar memastikan bahwa kelompok gajah liar tersebut benar-benar sudah kembali ke habitatnya," katanya.

Selain di Bongkal Malang, kawanan yang terdiri atas tiga gajah didapati berkeliaran di wilayah Kecamatan Cirenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Tim BBKSDA sudah menindaklanjuti laporan dari warga tersebut dengan memeriksa lokasi, namun baru bisa menemukan dua gajah di sana.

Hansen menduga gajah-gajah yang kini berkeliaran di kebun warga merupakan bagian dari satu kawanan. Satwa-satwa itu, menurut dia, kemungkinan keluar dari habitat dan berkeliaran di perkebunan warga untuk mencari makan karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tempat hidup mereka.

Pada pertengahan Juni 2019, gajah liar dari TNTN juga keluar dari habitat dan berkeliaran di kebun warga di Kecamatan Peranap dan Kelayang, Indragiri Hulu. Tim BBKSDA Riau dengan bantuan WWF saat itu langsung menggiring gajah-gajah itu masuk lagi ke habitatnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Kebakaran Amazon, Brasil Tuntut Prancis Minta Maaf

Soal Kebakaran Amazon, Brasil Tuntut Prancis Minta Maaf

News | Rabu, 28 Agustus 2019 | 09:56 WIB

Leonardo DiCaprio Sumbang Rp 71 Miliar untuk Kebakaran Hutan Amazon

Leonardo DiCaprio Sumbang Rp 71 Miliar untuk Kebakaran Hutan Amazon

Lifestyle | Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:30 WIB

Dampak Kebakaran Hutan Amazon, 5 Potret Gelap Langit Brasil Kala Siang

Dampak Kebakaran Hutan Amazon, 5 Potret Gelap Langit Brasil Kala Siang

Lifestyle | Senin, 26 Agustus 2019 | 18:17 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB