Klarifikasi soal AS, Moeldoko: Istana Minta Bantuan, Ngawur Itu

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 04 September 2019 | 19:20 WIB
Klarifikasi soal AS, Moeldoko: Istana Minta Bantuan, Ngawur Itu
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengklarifikasi adanya pemberitaan terkait permintaan dukungan kepada Amerika Serikat dalam menyelesaikan konflik di Papua dan Papua Barat.

Dia mengklaim, tak pernah mengeluarkan pernyataan untuk meminta dukungan dari negara Paman Sam tersebut.

Menurutnya, pertemuannya dengan Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik David R Stilwell hanya meminta dukungan untuk menjaga stabilitas keamanan di bumi Cenderawasih tersebut.

"Saya ingin meluruskan tidak ada sama sekali tidak ada satupun menyatakan Istana meminta (dukungan AS). Di situ saya sampaikan kita ingin sama-sama menjaga situasi (Papua) stabil," ujar Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Moeldoko mengungkapkan pertemuannya dengan dengan David tidak membahas Papua secara spesifik. Dia mengklaim pertemuan itu hanya membahas bagaimana Amerika Serikat dan Indonesia membangun keseimbangan dalam perdagangan.

"Sama sekali tidak saya bicarakan di ruang itu bagaiman tentang Papua secara spesifik, nggak. Tetapi ada yang ingin waktu itu saya diskusi kecil, saya pikir punya kepentingan yang sama untuk menjaga kawasan," katanya.

"Maka kita perlu pikirkan bagaimana situasi yang terjadi di Papua, terjaga dengan baik. Kita bahasanya, enggak ada sama sekali, Istana minta, ngawur itu, enggak. Karena saya tidak pada posisi datang ke sana, beliau ke sini, sehingga enggak ada kata-kata minta itu. Kita ingin sama-sama menjaga situasi."

Mantan Panglima TNI itu menyebut untuk membangun sebuah hubungan baik antara negara, wajar saling memberikan dukungan kepada negara lain. Ia pun mencontohkan dukungan Indonesia kepada Palestina.

"Sebuah hubungan yang membangun hubungan baik suatu negara, maka sesungguhnya saling mendukung itu hal yang wajar, enggak ada sesuatu yang aneh. Kita memberi dukungan kepada Palestina iya wajar," ucap dia.

baca juga

Sebelumnya, Moeldoko mengatakan Pemerintah Indonesia ingin mendapat dukungan dari Amerika Serikat untuk menangani masalah Papua dan Papua Barat.

"Ya sama-sama kami inginkan adalah kami juga ingin support (dukungan) Amerika atas kondisi yang terjadi di Papua. Dan beliau (David) sangat support tentang kedaulatan," kata Moeldoko usai menerima David di kantor Staf Presiden, Senin (2/9/2019).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengklarifikasi adanya pemberitaan terkait permintaan dukungan kepada Amerika Serikat dalam menyelesaikan konflik di Papua dan Papua Barat.

Dia mengklaim, tak pernah mengeluarkan pernyataan untuk meminta dukungan dari negara Paman Sam tersebut. Menurutnya, pertemuannya dengan Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik David R Stilwell hanya untuk menjaga stabilitas keamanan di bumi Cenderawasih tersebut.

"Saya ingin meluruskan tidak ada sama sekali tidak ada satupun menyatakan Istana meminta (Dukungan AS). Di situ saya sampaikan kita ingin sama-sama menjaga situasi (Papua) stabil," ujar Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Moeldoko mengungkapkan pertemuannya dengan dengan David tidak membahas Papua secara spesifik. Dia mengklaim pertemuan itu hanya membahas bagaimana Amerika Serikat dan Indonesia membangun keseimbangan dalam perdagangan.

"Sama sekali tidak saya bicarakan di ruang itu bagaiman tentang Papua secara spesifik, nggak. Tetapi ada yang ingin waktu itu saya diskusi kecil, saya pikir punya kepentingan yang sama untuk menjaga kawasan," katanya.

"Maka kita perlu pikirkan bagaimana situasi yang terjadi di Papua, terjaga dengan baik. Kita bahasanya, nggak ada sama sekali, Istana minta, ngawur itu, enggak. Karena saya tidak pada posisi datang kesana, beliau kesini, sehingga nggak ada kata-kata minta itu. Kita ingin sama-sama menjaga situasi."

Mantan Panglima TNI itu menyebut untuk membangun sebuah hubungan baik antara negara, wajar saling memberikan dukungan kepada negara lain. Ia pun mencontohkan dukungan Indonesia kepada Palestina.

"Sebuah hubungan yang membangun hubungan baik suatu negara, maka sesungguhnya saling mendukung itu hal yang wajar, nggak ada sesuatu yang aneh. Kita memberi dukungan kepada Palestina iya wajar," ucap dia.

Sebelumnya, Moeldoko mengatakan Pemerintah Indonesia ingin mendapat dukungan dari Amerika Serikat untuk menangani masalah Papua dan Papua Barat.

"Ya sama-sama kami inginkan adalah kami juga ingin support (dukungan) Amerika atas kondisi yang terjadi di Papua. Dan beliau (David) sangat support tentang kedaulatan," kata Moeldoko usai menerima David di kantor Staf Presiden, Senin (2/9/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala Komisi Tinggi HAM PBB: Saya Terganggu dengan Kekerasan di Papua

Kepala Komisi Tinggi HAM PBB: Saya Terganggu dengan Kekerasan di Papua

News | Rabu, 04 September 2019 | 18:33 WIB

JK soal Papua: Itu Akibat Dikatakan Monyet, Harga Diri Mereka Tersinggung

JK soal Papua: Itu Akibat Dikatakan Monyet, Harga Diri Mereka Tersinggung

News | Rabu, 04 September 2019 | 17:41 WIB

Masih Ada Hoaks, Pembukaan Blokir Internet di Papua Belum Pasti Kamis Besok

Masih Ada Hoaks, Pembukaan Blokir Internet di Papua Belum Pasti Kamis Besok

News | Rabu, 04 September 2019 | 16:59 WIB

Wiranto: Sekolah di Papua dan Papua Barat Dibuka 5 September Besok

Wiranto: Sekolah di Papua dan Papua Barat Dibuka 5 September Besok

News | Rabu, 04 September 2019 | 16:14 WIB

Kerusuhan Papua Sempat Pengaruhi Pasar Modal Indonesia

Kerusuhan Papua Sempat Pengaruhi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Rabu, 04 September 2019 | 16:03 WIB

Terkini

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:25 WIB

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Sport | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:24 WIB

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition

Jogja | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:22 WIB

Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026

Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:10 WIB

Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas

Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:01 WIB

Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota

Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:42 WIB

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:35 WIB

Universitas Brawijaya Gandeng CNGR dan Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri

Universitas Brawijaya Gandeng CNGR dan Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri

Malang | Jum'at, 17 Juli 2026 | 21:35 WIB

×